Menjemput  Ramadhan, Koperasi BMI Bangun Sanitasi Makam DI Tanjung Pasir Tangerang

BMI Corner

Tangerang, Klikbmi.com: Langit Teluknaga pagi itu terasa lebih teduh dari biasanya. Angin laut berembus pelan, membawa aroma asin yang bercampur tanah basah dari pemakaman tua di TPU Al Ikhlas, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Di tempat yang selama ini hanya sunyi ditemani doa-doa pelan, hari itu hadir harapan baru.

H-7 Ramadhan, Rabu 11 Februari 2026, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) memulai pembangunan Sanitasi Makam (Sanikam) di TPU Al Ikhlas. Bata pertama diletakkan perlahan. Tangan-tangan yang hadir menengadah. Beberapa bibir berkomat-kamit. Mengucap syukur.

Kades Tanjung Pasir Arun melakukan peletakan batu pertama TPU Al Ikhlas.

Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya bangunan kecil. Tapi bagi warga Tanjung Pasir dan Tegal Angus, ini adalah kemudahan untuk beribadah. Sebab selama ini, ziarah sering dimulai tanpa tempat bersuci yang layak. Kepala Desa Tanjung Pasir, Arun, berdiri di antara warga. Wajahnya terlihat lega. Ia tahu betul TPU Al Ikhlas bukan hanya milik satu desa. Warga Tegal Angus juga menggunakan tempat pemakaman itu.

“Sebentar lagi Ramadhan, lalu Idul Fitri. Insya Allah Sanikam ini akan sangat dirasakan manfaatnya oleh warga kami,” ujarnya.

Baginya, pembangunan ini bukan sekadar fasilitas. Tapi bentuk kepedulian yang nyata.

“Dari sekian banyak lembaga keuangan di desa kami, Kopsyah BMI yang terbukti nyata manfaatnya untuk masyarakat,” tambahnya.

Di sudut lain, beberapa warga mengangguk pelan.

Kini, harapan itu mulai dibangun.

Kasi Pemberdayaan Kecamatan Teluknaga, Irvan Nurdiansyah, melihat pembangunan ini sebagai bentuk sinergi sosial yang nyata. Baginya, koperasi tidak hanya bicara ekonomi.

Foto bersama usai peletakan batu pertama Sanikam

“Kami mengapresiasi Kopsyah BMI. Mereka aktif berkoordinasi dengan kecamatan dan rutin melakukan kegiatan sosial, baik untuk anggota maupun masyarakat umum,” ujarnya.

Dari pihak Kopsyah BMI, Manajer Regional 1 Khotimah menjelaskan bahwa sanitasi makam sering kali dianggap kecil, padahal dampaknya besar.

“Di banyak pemakaman, sulit menemukan tempat wudhu. Padahal ziarah itu ibadah. Dan ibadah akan lebih baik jika dimulai dengan bersuci,” katanya.

Dikatakannya , Sanikam bukan sekadar membangun bangunan. Tapi membangun kesadaran menjaga kebersihan dan niat ibadah.

“Dengan adanya sanitasi makam, peziarah bisa berwudhu, meluruskan niat, dan menjaga adab saat berada di pemakaman. Ini bagian dari menjaga aqidah,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Utama Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara mengatakan, pembangunan Sanitasi Makam menjelang Ramadhan bukanlah kebetulan. dijelaskannya, bulan suci adalah momentum terbaik untuk memperbanyak amal yang manfaatnya bisa dirasakan banyak orang.

Seremoni peletakan batu pertama Sanikam TPU Al Ikhlas

“Ramadhan mengajarkan kita tentang kepedulian, tentang bagaimana kita memudahkan urusan orang lain. Jika ada orang yang ingin beribadah, ingin berziarah, lalu kita mudahkan jalannya, maka insya Allah itu menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kambara  ini menuturkan , setiap program sosial Kopsyah BMI lahir dari gotong royong anggota. Dari infak kecil yang dikumpulkan rutin, lalu berubah menjadi manfaat besar bagi masyarakat.

“Mungkin hanya seribu rupiah setiap minggu. Tapi jika dilakukan dengan niat yang ikhlas dan istiqamah, Allah bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang besar. Bisa menjadi rumah, bisa menjadi ambulans, bisa menjadi sanitasi seperti hari ini,” katanya.

Ia menambahkan, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membersihkan hati sekaligus memperluas manfaat kepada sesama.

“Kita mungkin tidak bisa memberi banyak. Tapi kalau kita memberi bersama, maka manfaatnya akan terasa luas. Inilah semangat koperasi. Semangat kebersamaan. Semangat menebar keberkahan,” tuturnya.

Kambara  berharap Sanikam yang dibangun bisa menjadi bagian dari amal jariyah anggota BMI. Karena setiap air wudhu yang digunakan, setiap doa yang dipanjatkan di pemakaman, akan menjadi pahala yang terus mengalir.

“Semoga setiap tetes air wudhu di tempat ini menjadi saksi bahwa kita pernah berusaha memudahkan ibadah saudara kita. Dan semoga itu menjadi pemberat amal kita di hadapan Allah,” pungkasnya.

Pagi itu, bata demi bata mulai disusundi TPU Al Ikhlas. Bukan hanya untuk bangunan. Tapi untuk kenyamanan ibadah. Untuk memudahkan orang-orang yang datang membawa rindu. Membawa doa.

Membawa harapan untuk mereka yang sudah lebih dulu pulang. Dan di H-7 Ramadhan itu, di tanah yang biasanya hanya menjadi tempat perpisahan, justru sedang dibangun kemudahan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. (Togar/humas

Share on:

2 thoughts on “Menjemput  Ramadhan, Koperasi BMI Bangun Sanitasi Makam DI Tanjung Pasir Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *