Tangerang, Klikbmi.com: Suasana khidmat menyelimuti kegiatan tausiyah yang disampaikan oleh Pengawas Syariah Koperasi Syariah BMI, Hendri Tanjung. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah merenungkan makna kehidupan melalui fenomena sederhana yang setiap hari dialami manusia, yakni perjalanan “pergi dan pulang”.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pria lulusan Doktor Filsafat dalam bidang Ekonomi Islam dari International Islamic University (IIU) Islamabad Pakistan tersebut menggambarkan pengalaman perjalanannya saat berangkat bekerja dari Bogor pada pagi hari. Ia melihat jalanan yang dipenuhi kendaraan, meski dalam kondisi hujan dan kemacetan. Menurutnya, pemandangan tersebut menunjukkan bagaimana banyak orang tetap berangkat bekerja demi mencari nafkah untuk keluarga.
“Begitu banyak orang yang pergi di pagi hari, meski hujan, macet, bahkan angin kencang. Mereka pergi untuk mencari nafkah, menghidupi anak dan istri, membantu orang tua yang sudah tidak bekerja, serta menolong saudara yang sedang kesusahan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi serupa ketika waktu pulang kerja tiba. Jalanan yang kembali padat, terutama dari arah Jakarta menuju Bogor, menjadi gambaran bagaimana manusia menjalani rutinitas hidup, berangkat bekerja dan kembali pulang ke rumah.
Menurutnya, perjalanan pulang terasa menyenangkan ketika seseorang merasa nyaman dengan kehidupan yang dijalaninya, pekerjaan yang selesai dengan baik, lingkungan kerja yang harmonis, hingga sambutan hangat keluarga di rumah. Kehadiran istri dan keluarga yang menyambut dengan senyuman, kata Hendri, mampu menghilangkan rasa lelah setelah seharian beraktivitas.
Lebih jauh, ia mengaitkan fenomena tersebut dengan perjalanan kehidupan manusia yang sesungguhnya. Ia menjelaskan bahwa setiap manusia pada hakikatnya sedang menjalani perjalanan dari “kepergian” menuju “kepulangan”.
“Kita berangkat dari rahim ibu, kemudian menjalani kehidupan di dunia dengan berbagai profesi dan perjalanan hidup. Pada akhirnya kita semua akan pulang,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kebahagiaan dalam perjalanan hidup akan dirasakan oleh mereka yang dikelilingi lingkungan baik, seperti keluarga yang saleh, anak-anak yang berbakti, serta rekan kerja yang berakhlak baik. Namun, kepulangan sejati adalah ketika manusia kembali kepada Tuhannya, kembali kepada Allah SWT.
Dalam tausiyah tersebut, Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah Fussilat ayat 30 yang menjelaskan tentang orang-orang yang istiqamah di jalan Allah. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa malaikat akan turun menyambut orang-orang yang teguh dalam keimanan ketika mereka menghadapi sakaratul maut.
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ٣
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
“Para malaikat akan menyampaikan kabar gembira, jangan takut dan jangan bersedih hati, karena surga telah disediakan bagi mereka,” ungkapnya.
Melalui pesan tersebut, Hendri mengajak seluruh insan Koperasi BMI untuk menjadikan aktivitas sehari-hari sebagai bahan renungan, sekaligus mempersiapkan bekal terbaik untuk perjalanan akhir kehidupan, yakni dengan memperbanyak amal saleh.
Ia menutup tausiyahnya dengan mengingatkan pentingnya sikap lapang dada dan rasa syukur dalam menjalani kehidupan.
“Jika dada kita lapang, maka hati kita akan terang, akan tenang, nah oleh karna itu maka seringlah kita berlapang-lapang, supanya hati kita terus tenang, demikian” pungkasnya, mengutip pandangan Ibnu Khaldun tentang pentingnya kelapangan hati dalam menjalani kehidupan. (Nur/Humas)
