Hijrah sebagai Jalan Perubahan, Hendri Tanjung Dorong Insan BMI Perkuat Ikhtiar dan Kebersamaan

Edu Syariah

Tangerang, Klikbmi.com: Menjelang datangnya Tahun Baru 1448 Hijriah, Ketua Pengawas Syariah Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI), Hendri Tanjung, mengajak seluruh insan BMI untuk memaknai momentum hijrah sebagai semangat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik melalui ikhtiar, perjuangan, dan penguatan keimanan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pesan tersebut disampaikan Hendri Tanjung edisi Jum’at Khidmat yang rutin dituliskan untuk Kopsyah BMI sebagai sarana penguatan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di lingkungan koperasi.

Dalam nasehatnya, Hendri menjelaskan bahwa pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, melainkan momentum penting untuk melakukan evaluasi diri, introspeksi, sekaligus menyusun perencanaan yang lebih baik untuk masa depan.

“Pergantian tahun adalah waktu untuk mengevaluasi diri, melakukan introspeksi, dan membuat perencanaan yang lebih baik untuk tahun yang akan datang,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kalender Islam tidak dimulai dari kelahiran Nabi Muhammad SAW, melainkan dari peristiwa hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil ijtihad para sahabat yang dipimpin oleh Umar bin Khattab RA, yang menjadikan hijrah sebagai simbol perjuangan dan perubahan dalam sejarah Islam.

“Kita berhutang budi kepada Umar bin Khattab, berijtihad dengan penuh tanggung jawab dan sangat cerdas bersama para sahabat lainnya. Oleh karena itu, semangat tahun baru Islam adalah semangat gerakan dan perubahan. Kalender Hijriah dimulai dari peristiwa hijrah Rasulullah karena hijrah merupakan simbol perjuangan untuk membangun peradaban yang lebih baik,” kata Hendri.

Menurutnya, peristiwa hijrah mengajarkan bahwa perubahan tidak dapat dicapai tanpa usaha dan pengorbanan. Rasulullah SAW bersama para sahabat berhijrah demi mempertahankan dan mengembangkan ajaran Islam hingga akhirnya mampu membangun masyarakat Madinah yang berlandaskan kasih sayang, keadilan, dan persaudaraan.

Hendri menilai semangat tersebut sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi insan BMI saat ini. Di tengah berbagai tantangan yang ada, ia mengajak seluruh jajaran koperasi untuk melakukan “hijrah” dalam arti memperbaiki kualitas diri, memperkuat kerja sama, dan meningkatkan kontribusi bagi anggota serta masyarakat.

“Insan BMI juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak mudah. Karena itu diperlukan semangat hijrah, yaitu semangat untuk berubah dan bergerak menuju kondisi yang lebih baik melalui usaha dan perjuangan bersama,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendri juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 218 yang menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah merupakan golongan yang mengharapkan rahmat-Nya.

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۝٢١٨

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman serta orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surah Al-Baqarah ayat 218)

Menurutnya, ayat tersebut mengandung pesan bahwa pertolongan Allah akan hadir bagi mereka yang bersungguh-sungguh dalam berikhtiar dan berjuang.

“Allah akan menurunkan pertolongan-Nya kepada orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh. Karena itu, semangat hijrah harus dibarengi dengan ikhtiar, kerja keras, dan keyakinan kepada Allah SWT,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendri menegaskan bahwa cita-cita besar Kopsyah BMI bukan sekadar membangun lembaga keuangan yang kuat, tetapi juga menghadirkan peradaban koperasi yang berlandaskan nilai-nilai kebersamaan, kasih sayang, dan saling tolong-menolong.

Ia menyebut kohesivitas sosial atau solidaritas yang pernah dijelaskan oleh ulama dan sejarawan Muslim, Ibnu Khaldun, sebagai salah satu kunci keberhasilan dalam membangun sebuah peradaban.

“Kita ingin menghadirkan peradaban koperasi Indonesia yang di dalamnya tumbuh rasa saling mencintai, saling membantu, dan saling menguatkan antaranggota. Dengan kebersamaan itulah kita dapat mencapai tujuan besar yang dicita-citakan bersama,” pungkasnya.

Melalui momentum Tahun Baru 1448 Hijriah, Kopsyah BMI berharap semangat hijrah dapat menjadi energi baru bagi seluruh insan koperasi untuk terus berinovasi, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi anggota serta masyarakat. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *