Riset Risa Bersama Kopsyah BMI Tembus Konferensi Internasional SRRNet di Rumania, Eropa

Nasional

Cluj-Napoca, Rumania, Klikbmi.com: Kiprah Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) dalam pemberdayaan masyarakat mendapat perhatian dalam forum akademik internasional. Riset kolaboratif yang melibatkan Kopsyah BMI dipresentasikan dalam 24th SRRNet International Conference on Corporate Social Responsibility and Sustainability, yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di Cluj-Napoca, Rumania.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Konferensi yang diselenggarakan oleh Faculty of Business, Babes-Bolyai University, bersama Social Responsibility Research Network (SRRNet) tersebut mempertemukan akademisi, peneliti dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas perkembangan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan di tengah berbagai tantangan global.

Dalam forum tersebut, tim peneliti mempresentasikan paper berjudul “Community Empowerment through Cooperatives’ Business and Social Responsibilities: Empirical Evidence from Indonesia.”

Penelitian ini merupakan kolaborasi Dr. Risa Bhinekawati dari Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan Islam (STEBANK) Mr. Sjafruddin Prawiranegara bersama tim dan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia.

“Meskipun secara pribadi saya tidak dapat mempresentasikan makalah tersebut di konferensi karena masalah visa (visa Rumania untuk warga negara Indonesia hanya dapat diterbitkan di Bangkok), Dr. Oana Gica (Ketua Konferensi) dan Dr. Monica Maria Coros (yang pernah saya temui di Konferensi SRRNet ke-23 di Kairo dan merupakan ketua bersama konferensi ke-24 ini) telah mengonfirmasi kesediaan Dr. Andreea Seulean dari Fakultas Bisnis Universitas Babes Bolyai untuk mempresentasikan makalah tersebut. Dr. Shahla Seifi, yang menjabat sebagai ketua konferensi SRRNet, juga sangat mendukung kehadiran presenter pengganti bagi kami. Dr. Andreea-Angela Seulean dan tim peneliti saya telah berkomunikasi online untuk memastikan presentasi berjalan dengan baik” terang Risa kepada redaksi Klikbmi.com.

Dr. Andreea Seulean dari Fakultas Bisnis Universitas Babes Bolyai mempersantikan paper berjudul “Community Empowerment through Cooperatives’ Business and Social Responsibilities: Empirical Evidence from Indonesia” (Pemberdayaan Masyarakat melalui Tanggung Jawab Bisnis dan Sosial Koperasi: Bukti Empiris dari Indonesia).

Riset tersebut mengkaji bagaimana koperasi dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial melalui berbagai program pemberdayaan yang diarahkan pada peningkatan kapasitas anggota dan kesejahteraan masyarakat.

Penelitian menggunakan populasi 243.301 anggota Kopsyah BMI dan memperoleh 802 responden melalui kuesioner dengan skala Likert. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan Stata 16 melalui pengujian validitas, reliabilitas, asumsi klasik dan regresi linear berganda.

Yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah empat bentuk modal yang dikembangkan melalui aktivitas koperasi, yakni human capital, social capital, physical capital, dan financial capital.

Human capital mencakup pengembangan keterampilan membangun jaringan, keterampilan teknis, kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi. Sementara social capital mencakup hubungan dengan pembeli dan pemangku kepentingan, pemasaran kolektif yang transparan, kepercayaan dalam jejaring sosial serta komunikasi yang efektif.

Adapun physical capital mencakup dukungan terhadap perizinan usaha, pengembangan fasilitas produksi dan penyimpanan serta perbaikan tempat usaha. Sedangkan financial capital mencakup akses pembiayaan jangka pendek, pembiayaan yang terjangkau, mekanisme pembayaran kewajiban dan kemampuan anggota memenuhi kewajiban tepat waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap business performance and well-being atau kinerja usaha dan kesejahteraan anggota.

Dalam hasil regresi, human capital memiliki koefisien 0,0485 dengan nilai p 0,032; social capital sebesar 0,1414 dengan nilai p 0,012; physical capital sebesar 0,3367 dengan nilai p <0,001; sedangkan financial capital sebesar 0,3671 dengan nilai p <0,001. Sementara dari variabel kontrol, income level juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan nilai p 0,008.

Secara simultan, human capital, social capital, physical capital dan financial capital memberikan kontribusi sebesar 69,69 persen terhadap variasi peningkatan kinerja usaha dan kesejahteraan anggota dalam model penelitian. Sementara 31,31 persen lainnya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian tersebut.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa peran koperasi dalam pemberdayaan anggota tidak hanya dapat dilihat dari akses finansial. Penguatan kapasitas manusia, jejaring sosial, dukungan terhadap aset fisik usaha dan akses terhadap sumber daya keuangan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam mendukung perkembangan usaha dan kesejahteraan anggota.

Bagi Kopsyah BMI, penelitian ini sekaligus menjadi ruang untuk membawa praktik pemberdayaan koperasi Indonesia ke dalam diskursus akademik internasional.

Dr. Risa Bhinekawati dari Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan Islam (STEBANK) Mr. Sjafruddin Prawiranegara ketika menghadiri kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Syariah BMI

Tim peneliti mengangkat pengalaman Kopsyah BMI sebagai bukti empiris mengenai bagaimana koperasi dapat menjalankan fungsi bisnis sekaligus tanggung jawab sosialnya.

Kehadiran Kopsyah BMI dalam riset tersebut juga mempertemukan perspektif akademik dengan praktik langsung di lapangan. Kolaborasi antara peneliti dan praktisi memungkinkan berbagai program koperasi dibaca tidak hanya sebagai aktivitas pelayanan kepada anggota, tetapi juga sebagai bagian dari pendekatan pemberdayaan masyarakat yang dapat dikaji secara ilmiah.

Dalam kesimpulannya, penelitian menyatakan bahwa hasil tersebut mendukung potensi koperasi sebagai mitra bagi perusahaan dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR). Penelitian juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik sebagai prasyarat bagi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Riset tersebut dipresentasikan dalam rangkaian 24th SRRNet International Conference on Corporate Social Responsibility and Sustainability di Cluj-Napoca, Romania. SRRNet sendiri merupakan jejaring akademisi yang berfokus pada penelitian mengenai tanggung jawab sosial serta perilaku organisasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Bagi tim peneliti, partisipasi dalam konferensi ini menjadi bagian dari proses memperluas pertukaran pengetahuan mengenai peran organisasi yang berakar kuat di masyarakat dalam mendorong keberlanjutan.

Bagi Kopsyah BMI, keterlibatan dalam penelitian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya riset dan dokumentasi atas praktik pemberdayaan yang selama ini dijalankan. Dengan demikian, pengalaman koperasi di tingkat akar rumput dapat terus dipelajari, diuji secara akademik dan dibagikan dalam ruang pengetahuan yang lebih luas.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Kopsyah BMI untuk terus mengembangkan koperasi yang tidak hanya bertumbuh secara kelembagaan dan bisnis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat melalui semangat “Melayani Dengan Hati Nurani.”

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *