Berani Buktikan! Modal Kecil dari Koperasi, Herni Kini Kuasai Armada Tahu Bulat di Warung Gunung

Anggota Sukses

Lebak, Klikbmi.com: Koperasi Syariah BMI Cabang Warung Gunung mencatat kisah sukses anggotanya. Herni Setiawati, Anggota Rembug Pusat Tarumanegara, Desa Sukaraja, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak, Banten, berhasil mengembangkan usaha keluarga secara signifikan sejak bergabung pada Mei 2022.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Bersama sang suami, Arwanto, Herni mengelola usaha tahu bulat keliling yang kini semakin berkembang. Jika sebelumnya mereka hanya mampu menyewa kendaraan operasional, kini usaha tersebut telah memiliki tujuh unit mobil pickup, terdiri dari empat unit milik sendiri dan tiga unit dengan sistem sewa. Tak hanya itu, usaha yang dirintis secara bertahap ini juga telah menyerap hingga 14 tenaga kerja dari lingkungan sekitar.

Arwanto fokus menjalankan produksi dan distribusi tahu bulat, sementara Herni turut menopang ekonomi keluarga dengan usaha kreditan barang dan berdagang kue. Kolaborasi keduanya menjadi fondasi kuat dalam memperluas skala usaha.

Sejak menjadi anggota koperasi, Herni telah mengakses pembiayaan Mikro Mitra Usaha dari Kopsyah BMI sebanyak tiga kali dengan nominal bertahap, mulai dari Rp5 juta, Rp10 juta, hingga Rp15 juta. Kepercayaan koperasi pun meningkat dengan naiknya skema pembiayaan ke Mikro Mitra Mandiri senilai Rp30 juta. Selain itu, ia juga memanfaatkan fasilitas Pembiayaan Mikro Mitra Multiguna sebanyak tiga kali untuk mendukung kebutuhan penunjang usaha, termasuk pembelian telepon genggam untuk operasional usahanya.

Herni Setiawati (kiri), Arwanto (suami herni) dan Muhammad Endra (manajer Kopsyah BMI cabang warung gunung) berfoto bersama saat endra melaksanakan Analisis Penggunaan Pembiayaan ke rumah Herni

Herni mengaku, setiap pembiayaan yang diterimanya tidak pernah digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Seluruh dana difokuskan pada pengembangan usaha, mulai dari penambahan armada, peningkatan kapasitas produksi, hingga memperluas jaringan penjualan. Konsistensi tersebut berbuah manis. Dari yang semula hanya menyewa kendaraan, kini mereka telah memiliki empat unit pickup pribadi serta satu mobil pribadi hasil kerja keras usaha tahu bulat.

Pertumbuhan usaha ini juga berdampak pada pemberdayaan masyarakat sekitar. Herni dan suaminya memberikan kesempatan kepada saudara dan tetangga untuk ikut berjualan tahu bulat bersama mereka. Meski sempat mengalami penurunan jumlah karyawan akibat berakhirnya masa sewa dua unit kendaraan, semangat pasangan ini tidak surut untuk terus berkembang. Mereka juga mendidik Karyawannya untuk mandiri dengan mendukung permodalan pendukung usaha karyawannya.

Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara yang akrab disapa Kambara menyampaikan apresiasinya atas komitmen dan kedisiplinan Herni dalam mengelola pembiayaan.

“Kami selalu menekankan bahwa pembiayaan syariah yang diberikan BMI bukan sekadar akses modal, tetapi amanah yang harus diproduktifkan. Kisah Ibu Herni membuktikan bahwa jika dana digunakan secara tepat, bukan hanya usaha yang tumbuh, tetapi lapangan kerja juga tercipta,” ungkap Kambara.

Ia menambahkan, keberhasilan anggota seperti Herni menjadi bukti bahwa koperasi mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. “Inilah wajah koperasi sesungguhnya, tumbuh bersama anggota, menguatkan keluarga, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.

Kisah Herni Setiawati menjadi contoh nyata bagaimana akses pembiayaan yang dikelola secara disiplin dan produktif dapat mendorong peningkatan ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *