BMI Bangun WC Gratis Untuk Penjual Daun Singkong Asal Cibinong Bogor

BMI Corner

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabut : 69)

Klikbmi, Bogor – Sanitasi dhuafa menjadi salah satu kegiatan sosial yang rutin dilakukan Koperasi BMI sepanjang tahun. Rumah yang dibantu adalah rumah anggota maupun non anggota yang sarana sanitasinya dalam kondisi tak layak di seluruh wilayah pelayanan BMI.

Dari data yang dilansir Divisi Zakat, Infaq, Wakaf dan Sadaqah (ZISWAF), tahun 2022 ini, Kopsyah BMI akan membangun 35 unit sanitasi dhuafa di daerah pelayanan BMI.

BMI baru saja meresmikan sanitasi dhuafa pertamanya di Tahun 2022. Penerimanya adalah Naim (65 tahun), warga Kelurahan Nenggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin 10 Januari 2022.

Penyerahan disaksikan langsung oleh Manajer Cabang Cibinong Dede Kurniawan dan perangkat Kelurahan Nenggewer. Material berupa hebel, pasir, baja ringan dan bahan bangunan lainnya untuk sanitasi tersebut dipasok dari Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI).

Pak Naim berfoto bersama sang istri di depan rumahnya di Kelurahan Nenggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Dari keterangan Dede Kurniawan, Naim hidup dari berjualan daun singkong keliling. Sayuran itu diambilnya dari kebun depan rumah milik tetangganya. Naim sendiri tinggal di rumah yang ala kadarnya. Dindingnya sudah dibalut batako, namun lantainya masih beralas tanah. Penghasilannya Rp10 ribu habis untuk kebutuhan sehari-hari. Jika tak ada penghasilan, ia bersama istrinya hanya makan daun singkong seharian.

“Kadang beliau buang hajat ke rumah tetangganya karena ketiadaan biaya. Kemudian, kondisi Pak Naim kami ajukan untuk mendapatkan sanitasi dhuafa BMI,” terang Dede Kurniawan.

Naim berfoto bersama istri di sanitasi dhuafa yang dibangun Koperasi BMI.

“Terimakasih kepada Para Pengurus dan Pengawas yang terus mensuport ZISWAF terutama bapak Kamaruddin Batubara selaku ketua sehingga Kopsyah BMI terus melakukan kegiatan sosialnya demi kemaslahatan umat,” tambahnya.

Naim pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada BMI atas bantuan sanitasi dhuafa. ”Terima kasih Kopsyah BMI, bapak-bapak semua. Sudah ada yang menolong kesusahan kami. Semoga BMI tambah jaya sukses dan banyak anggotanya,” ujarnya usai menerima bantuan.

Sementara, Kasie Ekbang Kelurahan Nenggewer Toni mengapresiasi kepedulian Kopsyah BMI terhadap warganya. Apalagi di daerahnya, BMI mampu membangkitkan ekonomi warganya dalam akses permodalan.

Dirinya mengaku baru melihat ada koperasi yang memberikan hibah rumah kepada anggota dan non anggotanya. Hal ini yang menurutnya menjadi pembeda antara BMI dan lembaga keuangan lainnya seperti Bank.

”Baru ini saya melihat koperasi yang begitu peduli terhadap kaum dhuafa dan anggotanya. Semoga apa yang dilakukan BMI ke depan selalu mendapat ridho dan keberkahan dari Allah SWT,” katanya.

Selain mendapatkan bantuan sanitasi, Naim juga memperoleh santunan dhuafa setiap bulannya dari Kopsyah BMI.

Terpisah, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara mengatakan, program sanitasi dhuafa merupakan bentuk komitmen sosial BMI kepada saudara- saudara yang tidak mampu. Seperti yang tertuang dalam QS Al Baqarah ayat 215 yang berbunyi “Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui,”

Alhamdulillah, BMI terus berkomitmen untuk bertumbuh, berkembang serta berkontribusi positif lewat program pemberdayaan sosialnya. Khususnya bagi saudara-saudara kita yang kekurangan di wilayah pelayanan BMI,” paparnya.

Kamaruddin juga mengajak anggota BMI untuk rajin beramal jariyah baik itu zakat, infaq, sedekah maupun wakaf karena itulah sejatinya yang akan dibawa kelak menghadap Sang Khalik. ” Hadist riwayat Muslim jelas jika seseorang meninggal, maka terputus amalnya kecuali tiga hal, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang Sholeh yang mendoakan.

(Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *