Bogor, klikbmi.com: Rasa haru tak terbendung dari wajah Anih (67), seorang janda lansia warga Kampung Bojongsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, saat batu pertama pembangunan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) diletakkan, Rabu (14/1/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Tangis syukur mengiringi harapan baru akan kehidupan yang lebih layak, setelah puluhan tahun ia bertahan di rumah yang nyaris roboh dan jauh dari kata aman.Selama ini, Anih hanya menempati sebagian kecil rumahnya berukuran sekitar 3×6 meter. Atap yang bocor, kayu penyangga yang keropos, dinding rapuh dan retak, lantai yang lembap, hingga ketiadaan sanitasi membuat rumah tersebut kerap dilanda banjir saat hujan dan menusuk dingin di malam hari. Untuk makan sehari-hari, ia bergantung pada uluran tangan saudara dan tetangga. Penerangan pun hanya berasal dari satu bola lampu yang tersambung dari rumah tetangga. “Terima kasih sudah dibantu,” ucap Anih lirih sambil menangis, saat disapa dalam acara tersebut.

Kegiatan peletakan batu pertama ini dihadiri unsur pemerintah desa dan kecamatan, aparat keamanan, tokoh masyarakat setempat, serta jajaran Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI). Hadir di antaranya Kasi Ekbang Kecamatan Pamijahan Gugum Gumilar Muharam, Sekretaris Desa Gunungsari Ujang Hari, Babinkamtibmas Aiptu Maulana Taufik, Ketua RW Munawarudin, Ketua RT Jaya, serta manajemen Koperasi BMI dan mitra konstruksi.
Acara diawali sambutan Manajer Cabang Pamijahan, Nuryatna, kemudian dilanjutkan oleh Hendrawan, selaku Manajer Regional 04 Koperasi BMI. Dalam sambutannya, Hendrawan menuturkan bahwa Koperasi BMI lahir dari semangat memberantas praktik rentenir dan kini berkembang menjadi koperasi yang menyeimbangkan bisnis dan kepedulian sosial. “Alhamdulillah, rumah Bu Anih ini merupakan program HRSH yang dibangun Koperasi BMI dengan total anggaran sekitar Rp65 juta. Inilah pembeda Koperasi BMI, kami tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga menghadirkan kebermanfaatan sosial bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan berbagai program sosial lain yang dijalankan Koperasi BMI, seperti Hibah Rumah Siap Huni, Sanitasi Makam (Sanikam), serta layanan ambulans gratis yang kini telah berjumlah 11 unit dan melayani anggota maupun masyarakat umum. Hendrawan juga menunjuk sebuah bukit yang tampak dari lokasi HRSH yang merupakan kawasan wisata milik Koperasi BMI Group. “Dan kalo bapak bapak melihat kearah Kp. Lokapurna kita akan melihan diatas bukit tulisan BUKIT MANIK INDONESIA, itu adalah kawasan wisata punya koperasi BMI, disana ada kafe, jembatan kaca dan spot poto lainnya yang sangat bagus. Kami berharap di kampung ini bisa kebentuk kumpulan koperasi atau Rembug Pusat, agar kegiatan bisnis dan sosial bisa berjalan beriringan” harap Hendrawan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sarwo Edi, Tim Ziswaf Koperasi BMI Group. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan izin dan kehendak Allah SWT yang diwujudkan melalui gotong royong anggota dan karyawan koperasi. “Inilah syariah yang berjalan dengan syariah. Salah satu instrumen pelayanan kami adalah sedekah. Koperasi BMI membuktikan bahwa bisnis dan sosial bisa tumbuh berdampingan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Gunungsari, Ujang Hari, mengungkapkan bahwa berdasarkan data desa, terdapat sekitar 100 rumah tidak layak huni, sementara bantuan pemerintah sangat terbatas. “Program Hibah Rumah Siap Huni dari Koperasi BMI ini sangat membantu kami dalam mengentaskan program RUTILAHU (rumah tidak layak huni). Kami berharap ke depan semakin banyak warga Desa Gunungsari yang merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Kasi Ekbang Kecamatan Pamijahan, Gugum Gumilar Muharam. Ia menyebut bahwa ini merupakan hibah rumah ketiga dari Koperasi BMI di wilayah Pamijahan. “Koperasi BMI sering disebut sebagai koperasi percontohan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor. Kami berharap ke depan bisa bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih, terutama dalam pengembangan pariwisata di Pamijahan,” katanya. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua RW setempat, dilanjutkan simbolis peletakan batu pertama dan foto bersama.

Terpisah, Presiden Direktur sekaligus Direktur Utama Koperasi Syariah BMI, Kamaruddin Batubara, menyampaikan bahwa program Hibah Rumah Siap Huni merupakan wujud nyata filosofi koperasi yang berpihak kepada kemanusiaan. “Kami meyakini bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari pertumbuhan aset dan anggota, tetapi dari sejauh mana koperasi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang paling membutuhkan,” ujar pria yang akrab disapa Kambara tersebut.
Menurutnya, HRSH bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali harapan dan martabat kehidupan. “Selama masih ada anggota dan masyarakat yang hidup dalam kondisi tidak layak, Koperasi BMI akan terus berupaya hadir, bergotong royong, dan menebar kebermanfaatan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Nur/Humas)

