Jangan Mengeluh, Jaga Semangat Ya!

Edu Syariah

Nasehat Dhuha  Sabtu, 18 Desember 2021| 13 Jumadil Awal 1443 H | Oleh : Sularto

Klikbmi, Tangerang – Tema kita kali ini adalah larangan terhadap mengeluh dan kewajiban untuk tetap bersemangat. Mengeluh merupakan salah satu hal yang sering dilakukan oleh orang-orang pada umumnya. Biasanya orang-orang mengeluh karena sedang menghadapi situasi yang tidak disukai atau berat dijalani baginya. Meskipun mengeluh menjadi hal yang wajar, Allah SWT melarang hambanya yang terlalu banyak mengeluh. Kita harus tetap tabah dan berhusnuzon dalam menghadapi situasi apa pun, termasuk kondisi yang menyulitkan.

Alquran menjelaskan Artinya: ” Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,” (Q. S. Al Mariij: 20).

Sebagai seorang muslim, tentunya kita tidak seharusnya mengeluh. Sebab apa yang terjadi belum tentu buruk bagi kita. Apalagi nikmat yang Allah SWT sangatlah banyak jika mensyukurinya.

Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q. S. An Nahl : 18)

Allah SWT memperingatkan pada kita untuk tidak mengeluh. Dari pandangan logika sebetulnya mengeluh juga tidak ada manfaatnya, mengeluh justru hanya akan membuat pekerjaan tidak selesai dan justru masalah akan semakin rumit.

Artinya: “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Q. S. Ibrahim: 34)

Sikap mengeluh tidaklah dibenarkan. Mari kita lihat beberapa ayat yang menjelaskan tentang mengeluh, Beberapa ayat Al Quran terhadap larangan mengeluh antara lain :

  1. QS. Al-‘Ankabut Ayat 2 “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?” Dalam ayat ini dijelaskan bahwa umat Islam yang beriman tidak akan luput dari berbagai cobaan hidup. Allah SWT memberikan cobaan untuk mengetahui seberapa jauh keimanan seseorang, ketahanan terhadap ujian yang diberikan, serta kesaharan dalam menghadapi cobaaan. Dengan memahami hal tersebut, orang-orang muslim tidak seharusnya mengeluh atas kondisi hidup atau cobaan yang ada karena Allah SWT tengah menguji keimanan kita dan menjadi salah satu bentuk sayang dari Allah kepada para hambanya.
  2. Surat Al Ankabut ayat 3. “Walaqad fatannaa ladziina min qablihim falaya’lamanna laahu ladziina shadaquu walaya’lamanna lkaadzibiin.” Artinya: “Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS Al-Ankabut: 3). Mirip dengan surat yang sebelumnya, dalam surat Al Ankabut ayat 3, dijelaskan bahwa orang-orang yang beriman akan tetap berpegang teguh terhadap keimanan dan kesabarannya. Tentu saja prinsip berpegang teguh ini tidak diiringi dengan sikap yang selalu mengeluh.
  3. Surat Al Baqarah ayat 286. “La yukallifullhunafsanillwus’ah, lah m kasabat wa ‘alaihmaktasabat, rabban l tu`khin in nasn au akha`n, rabban wa l tamil ‘alainirangkamamaltah ‘alallanamingqablin, rabban wa l tuammiln m l qatalanbih, wa’fu ‘ann, wagfirlan, war-amn, anta maulnfansurn ‘alal-qaumil-kfirn.” Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS Al-Baqarah: 286). Dalam surat ini, orang-orang muslim tidak boleh terlalu banyak mengeluh karena ujian hidup yang dihadapinya sudah disesuaikan dengan kesanggupan masing-masing. Apabila seorang hamba merasa beban hidupnya terlalu berat, janganlah mengeluh, tetapi berdoa kepada Allah supaya dimudahkan dalam menjalani segala ujian yang diberikannya.
  4. Surat Ali Imran ayat 139. “Wa laa tahinuu wa laa tahzanuu wa antumul a’lawna in kuntum mu’miniin.” Artinya: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamu lah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran: 139). Surat ini memberikan motivasi karena umat muslim tidak boleh merasa bahwa dirinya lemah, sehingga sering kali mengeluh. Apabila menghadapi kegagalan, maka harus diterima dan tidak boleh merasa berkecil hati karena kegagalan menjadi hal yang wajar terjadi.

Mari jauhi keluhan, selain tidak menyelesaikan masalah, mengeluh semakin menjauhkan kita dari solusi. Mari tetap semangat dan selalu huznudzon terhadap semua yang telah kita nikmati hari ini.

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.