Tangerang, Klikbmi.com: Jika berangkat kerja pada pagi hari, kita akan bertemu dengan banyak orang yang mengenakan pakaian beragam. Di antaranya, ada yang memakai seragam kerja sebagai identitas sebuah perusahaan. Namun, seragam ternyata bukan hanya menunjukkan identitas perusahaan, melainkan juga menjadi simbol kebersamaan, kesamaan komitmen, dan tujuan yang hendak dicapai bersama.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pesan tersebut disampaikan Sarwo Edi, Pengawas Syariah Koperasi Syariah BMI yang akrab disapa Edi, dalam materi Jumat Khidmat pekan ini. Ia mengajak seluruh insan pekerja untuk memahami pentingnya menyatukan tujuan agar keberhasilan bersama dapat terwujud.
Edi mengilustrasikan sebuah perusahaan yang memiliki banyak karyawan, bahkan di antaranya merupakan orang-orang hebat. Namun, jika setiap orang berjalan menurut keinginannya sendiri, ada yang ingin bergerak cepat, ada yang lambat, ada yang berjalan ke kiri dan ke kanan, bahkan ada yang hanya mementingkan kepentingan pribadi, apakah perusahaan tersebut akan berhasil?
Menurut Edi, keberhasilan tentu akan sulit dicapai. Sebab, keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh banyaknya orang, tetapi juga membutuhkan kesamaan tujuan, kerja sama, dan kesadaran terhadap tanggung jawab masing-masing.
Ia kemudian mengingatkan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 103:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْ
Artinya: “Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu…”
Edi menjelaskan, ayat tersebut mengingatkan umat Islam agar senantiasa berpegang pada petunjuk Allah dan tidak bercerai-berai. Dalam menjalankan pekerjaan, terlebih pekerjaan yang membutuhkan kerja sama dengan banyak orang, persatuan menjadi salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan.
Persatuan tersebut dapat diwujudkan dengan menyatukan visi, misi, dan tujuan. Namun, bersatu bukan berarti setiap orang harus memiliki tugas dan fungsi yang sama. Dalam sebuah perusahaan, misalnya, ada pimpinan, pengawas, manajer, bagian sumber daya manusia, operasional, keuangan, dan bagian lainnya. Masing-masing memiliki tanggung jawab berbeda. Begitu pula anggota tubuh, seperti mata untuk melihat, kaki untuk berjalan, dan jantung untuk memompa darah. Semuanya mempunyai fungsi masing-masing, tetapi bekerja untuk mendukung tujuan yang sama. Karena itu, Edi menyampaikan beberapa langkah yang perlu dilakukan agar setiap individu dapat berjalan bersama dalam mencapai tujuan perusahaan.
Pertama, meluruskan niat. Sebelum memulai pekerjaan, setiap orang perlu memahami untuk apa dirinya bekerja. Apakah hanya untuk mendapatkan gaji atau mengejar prestasi? Jika ingin menjadikan penghasilan sebagai sesuatu yang halal dan bernilai ibadah, pekerjaan juga harus diniatkan sebagai bentuk menjalankan amanah dan memberikan manfaat bagi orang lain. Dengan demikian, seseorang tidak hanya berorientasi pada manfaat yang diterimanya, tetapi juga pada manfaat yang dapat diberikannya.
Kedua, memahami dan menyelaraskan diri dengan tujuan perusahaan. Setiap insan kerja perlu mengetahui visi dan misi perusahaan, kemudian menyelaraskan pekerjaannya dengan tujuan tersebut. Termasuk di dalamnya memahami kebijakan pimpinan karena kebijakan yang ditetapkan memiliki tujuan untuk mendukung pencapaian visi, misi, dan tujuan perusahaan.
Ketiga, saling menolong dalam kebaikan. Edi mengingatkan firman Allah SWT dalam surah Al-Ma’idah ayat 2 yang memerintahkan manusia untuk saling menolong dalam kebajikan dan ketakwaan. Dalam pekerjaan, prinsip ini berarti setiap orang perlu membantu memudahkan pekerjaan orang lain. Bukan sibuk mengurusi pekerjaan orang lain, melainkan memastikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya tidak justru menghambat atau merugikan rekan kerja. Dengan demikian, setiap bagian dapat saling mendukung dan bahu-membahu dalam menyelesaikan pekerjaan. Sikap mementingkan diri sendiri perlu dihindari karena keberhasilan perusahaan merupakan tujuan bersama.
Keempat, melakukan evaluasi. Evaluasi diperlukan untuk melihat apakah pekerjaan yang telah dilakukan sudah berjalan sesuai dengan tujuan. Namun, Edi mengingatkan agar evaluasi dilakukan dengan cara yang baik, bukan dengan niat menyalahkan atau menjatuhkan orang lain. Tujuannya adalah memperbaiki pekerjaan agar langkah yang diambil semakin selaras dengan tujuan bersama.
Kelima, bekerja dengan integritas. Setiap pekerjaan harus dilaksanakan dengan adil, jujur, bertanggung jawab, dan amanah. Dengan menjaga integritas, setiap individu dapat menjalankan tugasnya secara baik dan benar, sekaligus menjaga kepercayaan dalam lingkungan kerja.
Edi juga mengingatkan bahwa terkadang seseorang telah bekerja keras, mengeluarkan banyak tenaga, dan berusaha sebaik mungkin, tetapi hasilnya belum terlihat. Dalam keadaan seperti itu, yang perlu dilakukan adalah introspeksi.
Setiap individu perlu melihat kembali apakah pekerjaan yang telah dilakukan sudah sesuai dengan tujuan perusahaan dan tujuan bersama. Jika belum, langkah-langkah yang ditempuh perlu diperbaiki, termasuk menyesuaikan program dan cara kerja agar kembali sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai.
Menutup penyampaiannya, Edi kembali mengaitkan pesan tersebut dengan seragam kerja yang dikenakan oleh para karyawan. Menurutnya, ketika sebuah perusahaan memiliki seragam, keseragaman itu seharusnya tidak berhenti pada pakaian, tetapi juga tercermin dalam kesamaan tujuan.
“Jangan hanya seragam pakaiannya, tetapi juga harus seragamkan tujuannya. Kita punya visi, kita punya misi, kita punya tujuan, maka kita harus menyelaraskan langkah-langkah untuk mencapai tujuan itu,” pesannya.
Ia menegaskan, keberhasilan perusahaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan atau manajer. Setiap individu memiliki tanggung jawab personal untuk berkontribusi sesuai dengan tugasnya masing-masing.
Edi pun mengingatkan bahwa kebersamaan mengandung keberkahan. Sebagaimana ungkapan innal jama’ata barakah, kebersamaan menjadi kekuatan ketika setiap orang mampu menyatukan visi, misi, dan tujuan, serta menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.
Melalui Jumat Khidmat ini, seluruh insan kerja diajak untuk menjadikan kebersamaan bukan sekadar keseragaman yang terlihat, melainkan kesatuan niat dan langkah dalam mewujudkan tujuan bersama. (Nur/Humas)
