Jum’at Khidmat: Ketika Ujian Datang, Masihkah Niat Kita Karena Allah?

Edu Syariah

Tangerang, Klikbmi.com: Dalam edisi Jumat Khidmat yang rutin disampaikan setiap pekan sebagai sarana pembinaan spiritual bagi seluruh karyawan Koperasi BMI Group. Edisi kali ini menghadirkan tausiah dari Ketua Pengawas Syariah Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI), Prof. Hendri Tanjung, yang mengangkat tema “Ikhlas dalam Bekerja”.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam tausiahnya, Hendri Tanjung mengingatkan pentingnya menanamkan keikhlasan dalam setiap aktivitas, termasuk dalam bekerja di Koperasi BMI. Ia mengutip firman Allah SWT dalam surat Al-Bayyinah ayat 5:

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ ۝٥

“Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar)”

Menurut Hendri, makna dari ayat tersebut menegaskan bahwa segala amal harus dilandasi dengan keikhlasan semata-mata karena Allah SWT. “Ikhlas berarti melakukan sesuatu karena Allah, kita niatkan karena Allah SWT, bukan karena yag lain, bukan karena ingin dipuji, bukan karena harta, bukan karena hubungan pertemanan, bukan karena kenalan, perkenalan, bukan karena mertua ataupun karena faktor lain. Termasuk ketika kita bekerja di Koperasi BMI, niatkanlah karena Allah SWT,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seseorang yang bekerja dengan niat ikhlas akan tetap tegar menghadapi berbagai kondisi, baik saat koperasi berada dalam situasi yang stabil maupun ketika menghadapi tantangan berat. “Kalau kita bekerja karena Allah, apa pun kondisi koperasi, mau seperti kapal di laut yang tenang, atau berombak besar sekalipun, kita akan tetap siap, karena tujuan kita bukan manusia, tapi Allah SWT,” lanjutnya.

Hendri juga mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW saat berdakwah ke Thaif. Meski disambut dengan lemparan batu dan hinaan, Rasulullah tidak pernah mengubah niatnya. “Rasulullah tetap ikhlas, karena beliau berdakwah bukan untuk mendapat penerimaan manusia, tapi untuk mendapat ridha Allah SWT,” ujarnya.

Di akhir tausiah, Hendri Tanjung menegaskan bahwa nilai keikhlasan inilah yang akan membuat insan BMI tangguh menghadapi segala ujian kehidupan. “Kalau kita tulus karena Allah, insya Allah kita akan kuat, sabar, dan konsisten dalam kebaikan hingga akhir hayat,” tutupnya. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *