Yogyakarta, klikbmi.com: Direktur Utama Koperasi Konsumen BMI Radius Usman dan Direktur Operasional Koperasi Syariah BMI Sondari hadir mewakili Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, dalam kegiatan diskusi dan dialog nasional yang digelar dalam rangka peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Forum Komunikasi Koperasi Indonesia (Forkopi), serta Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM), bertempat di Hotel Grand Keisha Yogyakarta, Minggu (20/7).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Mengusung tema “Koperasi Inklusif dan Inovatif: Pilar Kesejahteraan Rakyat dan Ekonomi Berkelanjutan”, diskusi ini menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai narasumber. Di antaranya adalah Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) sekaligus Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, Ferry Juliantono, serta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam paparannya, Ferry menekankan pentingnya peran koperasi sebagai ujung tombak pemberdayaan UMKM dan pelaku wirausaha di Indonesia. Ia menyebut bahwa koperasi dapat menjadi penggerak utama dalam ekosistem ekonomi lokal. “Koperasi dapat bertindak sebagai akselerator, agregator dan konsolidator,” ujar Ferry.
Menurutnya, percepatan pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) akan menjadi solusi tidak hanya bagi permasalahan koperasi, tetapi juga tantangan pembangunan desa. “80 ribu KDMP dipercepat agar, selain permasalahan koperasi saat ini bisa teratasi, permasalahan desa pun bisa teratasi,” tegas Ferry.

Ia juga menyampaikan bahwa konsep kolaborasi pentahelix menjadi kunci sukses pengembangan koperasi, yakni dengan melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu sinergi. “Masing-masing memiliki peran yang saling mendukung,” ujarnya.
Acara yang dimoderatori oleh Martha Sasongko ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkytasiwi, Wakil Rektor UGM Arie Sudjito, Bupati Sleman, Bupati Kulon Progo, Wakil Bupati Gunungkidul, sejumlah pejabat pemerintah daerah DIY, serta para pelaku koperasi di wilayah DIY.

Kehadiran perwakilan dari Koperasi BMI Group menunjukkan komitmen koperasi terhadap penguatan peran koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Koperasi BMI Group memandang kolaborasi antara koperasi dan berbagai elemen, termasuk perguruan tinggi dan pemerintah daerah, menjadi langkah strategis yang harus terus diperkuat. Melalui dialog seperti ini, Koperasi BMI melihat bahwa arah kebijakan nasional dan lokal semakin membuka ruang bagi koperasi untuk menjadi arus utama pembangunan. Ini sejalan dengan cita-cita Koperasi BMI Group dalam membangun koperasi sebagai amanat konstitusi. (Nur/Humas)

