Koperasi MBK Lakukan Studi Tiru Ke Koperasi BMI Grup, Radius Usman: Kemerdekaan Berdampingan Dengan Koperasi.

BMI Corner Edu Syariah Nasional

Tangerang, Klikbmi.com: Koperasi BMI Grup hari ini (11/07) menerima kunjungan studi tiru dari Koperasi Maju Bersama Karimah (Koperasi MBK). Koperasi MBK merupakan Koperasi yang didirikan oleh entitas Masyarakat yang tinggal di Daerah Tebet, Jakarta Selatan dan memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu Masyarakat berpenghasilan rendah agar terbebas dari pinjaman online (Pinjol) dan bank keliling.

Dalam sambutannya, Femi Mutia selaku Ketua Pengurus Koperasi MBK menyampaikan tujuan mereka ke Koperasi BMI dalam rangka belajar, berinvestasi ilmu untuk pertumbuhan dan perkembangan Koperasi mereka.

“Koperasi kami belum terbentuk sempurna, Koperasi ini hanya dimulai dari pertemuan antara hati yang memiliki tekat, hati yang memiliki semangat bergelora, lalu berembug hingga terbentuk orang-orang yang ingin membangun Koperasi, mohon informasinya dari awal seperti apa dan bagaimana Koperasi BMI ini bisa menjadi Koperasi yang luar biasa” Papar Perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter tersebut.

Dr. Femi Mutia selaku Ketua Pengurus Koperasi Maju Bersama Karimah (MBK) meyampaikan maksud dan tujuan melaksanakan studi tiru ke Koperasi BMI Grup.

Koperasi MBK hingga saat ini memiliki 30 Anggota dan masih dalam proses pembentukan Badan Hukum. Pelaksanaan ke Koperasi BMI untuk mencari Inspirasi, Inovasi dan saran jenis Koperasi apa yang baiknya akan dibentuk sesuai dengan ghirah syariah. Kunjungan tersebut turut dihadiri juga oleh Sabbath selaku Anggota Pengawas, Dermawan Wakil Ketua Pengurus, Titin Sekretaris dan Herman selaku Anggota Pendiri Koperasi.

“Di Tebet banyak yang menengah ke bawah dan banyak yang terjerat pinjol. Dengan latar belakang kami yang sudah tertarik kepada Koperasi, Niat kami untuk membantu Masyarakat disekitar wilayah tempat tinggal kami, bukan untuk memperkaya diri, tolong ajari kami bagaimana caranya agar tujuan kami ini tercapai” Lanjut Sabbath yang juga rekan Femi sebagai dokter.

Radius Usman selaku Direktur Utama Koperasi Konsumen BMI (Kopmen BMI) sekaligus Wakil Direktur Utama Koperasi Syariah BMI (Kopsyah BMI) didampingi oleh Makhrus selaku Direktur Keuangan Koperasi Syariah BMI serta Casmita selaku Direktur Bisnis dan Pemberdayaan Koperasi Syariah BMI menyambut tim Pengawas, Pengurus dan Anggota Koperasi MBK.

Radius Usman selaku Direktur Utama Koperasi Konsumen BMI (Kopmen BMI) sekaligus Wakil Direktur Utama Koperasi Syariah BMI (Kopsyah BMI) memaparkan materi studi tiru.

Pada pemaparannya, Radius memulai dengan menunjukkan uang pecahan 100 Ribu Rupiah. Berfokus pada foto Soekarno yang dikenal sebagi Bapak Proklamasi berdampingan dengan Muhammad Hatta selaku Bapak Koperasi.

“Tidak akan lengkap kemerdekaan itu tanpa berkoperasi. Berkoperasi untuk membangun ekonomi. Bung hatta ingin sekali Koperasi sebagai sendi untuk menyalurkan dana kepada orang-orang yang tidak mampu. Ini cita-cita mulia” papar Radius

Radius turut menyampaikan Koperasi BMI Grup merupakan bencmarking Holding Koperasi yang terdiri dari 3 Koperasi Primer dan 1 Koperasi Sekunder. Koperasi Sekunder Benteng Madani Indonesia (Koperasi Sekunder BMI) dengan aktivititas bisnis Teknologi Informasi dan BMI Institute menaungi 3 koperasi primer di BMI Grup yakni Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) pada sektor simpan pinjam dan pembiayaan syariah, Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) pada sektor usaha riil khususnya sektor konsumsi.  Ketiga Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia (Kopjas BMI) yang bergerak pada sektor jasa.

(dari kanan ke kiri) Sabbath selaku Anggota Pengawas, Herman selaku Anggota Pendiri Koperasi MBK, dan Dermawan Wakil Ketua Pengurus fokus memperhatikan pemaparan materi

Pada kesempatan tersebut Radius juga menyarankan untuk berhati-hati menerapkan niat mulia para pendiri Koperasi MBK, menurutnya sikap manusia akan berubah jika dihadapkan dengan uang. Sementara menurutnya hanya sedikit Koperasi dengan orientasi tidak hanya keuntungan tapi mengamalkan prinsip syariah berasaskan keadilan”

“Orang ketika dikasih uang bisa berubah akhlaknya, Jika ia tidak mampu, kita terapkan Al-Baqarah 280. mau gak menerapkan Al-Baqarah 280? Siap gak? Di BMI kami terapkan itu” tanya Radius menantang Koperasi MBK.  

وَاِنۡ كَانَ ذُوۡ عُسۡرَةٍ فَنَظِرَةٌ اِلٰى مَيۡسَرَةٍ ‌ؕ وَاَنۡ تَصَدَّقُوۡا خَيۡرٌ لَّـكُمۡ‌ اِنۡ كُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ

Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Pemaparan materi tidak terlepas dari konsep Model BMI Syariah yang digagas oleh Kamaruddin Batubara selaku Presiden Direktur Koperasi BMI Grup sekaligus Direktur Utama Kopsyah BMI. Model BMI Syariah dibangun melalui 5 instrumen pemberdayaan yakni sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi. Model BMI Syariah memahami kesejahteraan bukan hanya dari soal ekonomi, tetapi juga pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual yang disebut sebagai 5 pilar. Pemenuhan kesejahteraan tersebut tidak lepas dari pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (Ziswaf).

Foto bersama tim dari Koperasi BMI Grup dan peserta studi tiru dari Koperasi MBK

“Kondisi negara yang seperti saat ini, judi online merajalela, korupsi di atas meja, koperasi masih bisa survive?” Tanya Sabbath disela-sela pemaparan materi.

“Bisa Pak, Kami memakai mode bertahan. Koperasi BMI akan tetap pada tujuannya, Bagaimana caranya Anggota keluar dari lingkaran kemiskinan? Salah satunya dengan pinjaman atau pembiayaan yang di hybrid (gabung) dengan tabungan. Pinjaman atau pembiayaan untuk modal usaha keluarga serta diajarkan untuk terus menabung” Sambut Radius.

“Bermanfaat banget ini, pencerahan buat saya pribadi. Semoga Koperasi BMI bisa terus mengajari kami dalam pembentukan Koperasi dan terus bekerja sama” Pungkas Herman yang merupakan Anggota pendiri Koperasi MBK.

“Sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat untuk orang lain, begitu juga dengan Koperasi, kita membentuk Koperasi Sekunder BMI untuk membangun entitas bisnis dan membantu Koperasi lain untuk terus maju” tutup Radius.

Bagi Koperasi lain yang ingin memahami lebih dalam tentang operasi dan manajemen koperasi serta ingin memberikan wawasan yang berharga dan mendorong peningkatan kinerja serta keberlanjutan koperasinya, Koperasi BMI Grup sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan semua koperasi di Indonesia termasuk kegiatan studi tiru. Kegiatan studi tiru ke Koperasi BMI Grup dikelola oleh Divisi Diklat – BMI Insitute yang berada didalam naungan Koperasi Sekunder BMI. Bagi koperasi yang ingin melaksanakan studi tiru ke Koperasi BMI Grup dapat menghubungi tim Diklat BMI Institute – Koperasi Sekunder BMI, Sehnuri di nomor 085695751994. (Nurjannah/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *