Nabi Pun Disihir Maka Hati-Hatilah

Edu Syariah

Nasehat Dhuha Minggu, 16 Januari 2022| 8 Jumadil Akhir 1443 H | Oleh :  M Reza Prima, ME

Klikbmi, Tangerang – Ketika Nabi Muhammad SAW tinggal di Madinah, ternyata tidak seluruh penduduk Madinah senang dengan kedatangan Nabi. Di antaranya seorang lelaki bernama Labib bin A’sham. Ada yang mengatakan Labib adalah orang seorang yahudi. Namun ada juga yang mengatakan bahwa ia seorang munafik dari Banu Zuraiq yang dengki kepada Nabi, sehingga rasa dengkinya menggiringnya untuk menyihir Nabi sebagaimana yang diceritakan Ibunda Aisyah -semoga Allah meridhainya-:

«يَا عَائِشَةُ أَعْلِمْتِ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَفْتَانِي فِيمَا اسْتَفْتَيْتُهُ فِيهِ؟ أَتَانِي رَجُلَانِ فَقَعَدَ أَحَدُهُمَا عِنْدَ رَأْسِي وَالْآخَرُ عِنْدَ رِجْلَيِّ، فَقَالَ الَّذِي عِنْدَ رَأْسِي لِلْآخَرِ: مَا بَالُ الرَّجُلِ؟ قَالَ: مَطْبُوبٌ  ، قَالَ: وَمَنْ طَبَّهُ، قال لَبِيَدُ بْنُ أَعْصَمَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي زُرَيْقٍ حليف اليهود كان منافقا، قال: وَفِيمَ؟ قَالَ: فِي مُشْطٍ وَمُشَاقَةٍ ، قَالَ: وَأَيْنَ؟ قَالَ: فِي جُفِّ طَلْعَةِ ذَكَرٍ تَحْتَ رَعُوفَةٍ  في بئر ذروان»

Hai Aisyah, tahukah engkau bahwa Allah telah memberiku nasihat tentang masalah yang aku telah memohon petunjuk dari-Nya mengenai masalah tersebut” Dua orang lelaki (baca. Malaikat) datang kepadaku yang salah seorangnya duduk di dekat kepalaku, sedangkan yang lainnya duduk di dekat kakiku. Maka orang yang ada di dekat kepalaku berkata kepada temannya, “Mengapa lelaki ini (baca. Nabi)?” Ia menjawab, “Terkena sihir.” Orang yang berada dekat kepalaku bertanya, “Siapakah yang menyihirnya?” Ia menjawab, “Labaid ibnu A’sham, seorang lelaki dari Bani Zuraiq sekutu orang-orang Yahudi. Dia adalah seorang munafik.” Yang berada di dekat kepalaku bertanya, “Dengan media apa disihir?” Ia menjawab, “Disihir dengan menggunakan media sisir dan rambut (Nabi).” Orang yang berada di dekat kepalaku bertanya, ‘ ‘Di taruh di mana (media sihirnya)?” Ia menjawab, “Di dalam mayang kurma jantan yang diletakkan di bawah sebuah batu di dalam sumur Zirwan.”

Ibunda Aisyah melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Nabi  mendatangi sumur tersebut dan mengeluarkan bukhul media sihir tersebut, kemudian beliau bersabda:

«هَذِهِ الْبِئْرُ الَّتِي أُرِيتُهَا وَكَأَنَّ مَاءَهَا نقاعة الحناء وكأن نخلها رؤوس الشياطين»

Inilah sumur yang diperlihatkan kepadaku dalam mimpiku; airnya seakan-akan seperti warna pacar/hena (baca. Airnya memerah) dan pohon-pohon kurmanya seakan-akan seperti kepala-kepala setan.

Kemudian benda itu dikeluarkan dari sumur dan disampaikan kepada Nabi, “Tidakkah engkau membalikkan media sihir ini?” Nabi menjawab:

«أَمَّا اللَّهُ فَقَدْ شَفَانِي وَأَكْرَهُ أَنْ أُثِيرَ عَلَى أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ شَرًّا»

Ingatlah, demi Allah, sesungguhnya Allah telah menyembuhkan diriku, dan aku tidak suka menimpakan suatu keburukan terhadap seseorang.” [H.R. Bukhari]

Hadis di atas mengisahkan bahwa Nabi pernah disihir sehingga beliau menjadi linlung dan bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan, Ibunda Aisyah pernah mengisahkan bahwa Nabi berkhayal kalau beliau melakukan sesuatu padahal beliau tidak melakukan apapun. Dan ini termasuk bentuk sihir yang paling berat karena mampu menghilangkan kesadaran seseorang. Diriwayatkan Imam Ahmad -dengan sanadnya- dari sahabat Zaid ibnu Arqam, ia mengatakan bahwa seorang lelaki Yahudi menyihir Nabi, karena itu, beliau merasa sakit selama beberapa hari.

Lalu datanglah Jibril dan berkata, “Sesungguhnya seorang lelaki Yahudi telah menyihirmu dan membuat suatu buhul (baca. Media sihir) yang ditujukan terhadapmu, lalu ia meletakkannya di dalam sumurmu. Lalu Nabi menyuruh seseorang untuk mengambil buhul tersebut dari dalam sumur yang dimaksud. Setelah buhul itu dikeluarkan dari sumur, lalu diberikan kepada Nabi dan beliau membukanya, maka dengan serta merta seakan-akan Nabi baru terlepas/terbebas dari suatu ikatan sihir. Dan Nabi tidak pernah menyebutkan lelaki Yahudi itu dan tidak pula melihat mukanya sampai beliau wafat.

Karena sihir adalah nyata dan telah menimpa Nabi, maka kita harus berhati-hati, jangan sampai sihir-sihir itu mencelakan kita. Walaupun sihir-shiri tersebut tidak akan menimpa kita kecuali atas izin Allah. Karenanya kita harus meminta perlindungan  Allah dai bahaya sihir. Allah Ta’ala juga mengingatkan:

{وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ}

dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus pada buhul-buhul. [Q.S. Al-Falaq/113: 4]

Dianatara bentuk menghindari sihir dan pengaruhnya adalah dengan memperbanyak berdoa kepada Allah agar senantiasa dilindungan dari kejahatan seluruh makhlukNya, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Selain itu senantiasa zikir pagi dan petang, membaca surat Al-Falaq dan An-Nas; membaca lima ayat dari surat Al-Baqarah, ayat 255 atau yang biasa kita sebut dengan ayat kursi, dan dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah. [ ]

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.