Tangerang, Klikbmi.com – Pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi BMI grup kelar dilaksanakan Senin 22 Januari 2024 di The Springs Club Summarecon Serpong. Tarian Gandrung Bandung turut semarakkan acara ceremonial tersebut. Tari ini melambangkan identitas kota tari yang dimiliki Jawa Barat, yang penuh dengan kearifan budaya. Suguhan tarian modern menggambarkan keceriaan dan keramahan penduduk Jawa Barat. Selain itu tari Kreasi Gandrung Bandung merupakan cerminan keindahan dan keelokan Bahari Kota Bandung.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Pasca penampilan tarian gandrung bandung, terlihat pria berperawakan besar tinggi dan kharismatik menaiki panggung acara. Kamaruddin Batubara selaku Presiden Direktur Koperasi BMI grup memaparkan hasil kinerja Koperasi BMI selama tahun 2023. Hasil monitoring pendapatan anggota tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 19% dengan nilai Rp 154.787 dari sebelumnya sebesar Rp 129.658 “riset ini menunjukkan adanya peningkatan pendapatan, hal tersebut kita pastikan sebagi bentuk andil Koperasi BMI mendukung perekonomian anggota” papar Kambara.

Kopsyah BMI terus berusaha meningkatkan kepuasan anggota sebagai komitmen pelayanan prima. Hasil riset terhadap indeks kepuasan pelayanan anggota yang dilaksanakan oleh divisi penelitian dan pengembangan Koperasi BMI melaporkan bahwa indeks Kepuasan anggota Kopsyah BMI tahun 2023 yaitu sebesar 86.40, indeks Engagement anggota sebesar 85.99, dan indeks loyalitas anggota sebesar 84.49. “Hasil riset terhadap indeks kepuasan, Engagement dan loyalitas tersebut menunjukkan kategori baik, artinya Anggota merasa Puas dengan pelayanan Kopsyah BMI” papar Kambara, Presiden Direktur Koperasi BMI Grup.
Pada sambutannya, Kamaruddin Batubara juga menyampaikan bahwa riset terhadap pelayanan turut dilaksanakan sebagai bahan evaluasi kinerja. Berikut 3 indikator dengan nilai tertinggi, yaitu kepuasan dalam menyimpan uang bernilai 89.35, keramahan petugas bernilai 88,02, Pelayanan tanpa membeda-bedakan satu sama lain bernilai 87.41.

Kambara juga membeberkan peningkatan kinerja keuangan Koperasi BMI, penerimaan Zakat Infaq dan Sedekah sekitar Rp 5.6 Miliar, Wakaf 7.5 Miliar, Simpanan saham yang notabene simpanan baru tapi sudah menunjukkan kinerja yang baik dengan kemampuan mengumpulkan simpanan Rp 20 Miliyar. Selanjutnya, Aset Kopsyah BMI naik 8,45% menjadi 1,247 T dan kenaikan kinerja Modal 0,72%. Lebih lanjut kambara memaparkan hasil audit eksternal menyatakan 3 koperasi BMI yaitu Kopsyah BMI, Kopmen BMI dan Kopjas BMI menerima nilai (Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Kinerja dan pelayanan Koperasi BMI sebagai bentuk implementasi diagram model BMI syariah 5 melalui instrumen sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi. Lebih lanjut kambara menyampaikan “instumen tersebut berguna untuk meningkatkan ekonomi anggota, menjaga kesehatan anggota, memastikan keluarga anggota bersekolah, kami juga ingin mengembalikan jiwa gotong royong dan menumbuhkan jiwa sosial dan tidak boleh melupakan spiritual, 5 hal ini yang kami sebut 5 pilar yang diharapkan bisa di implikasikan oleh koperasi-koperasi di Indonesia” tutup kambara. (Cahaya/Humas)
