Purwakarta, klikbmi.com – Seorang staf lapang Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) tidak hanya cekatan melayani aktivitas pelayanan koperasi, namun juga seseorang yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap kondisi anggota. Untuk menjamin itu semua berjalan, para staf lapang harus memiliki etika kerja yang baik sesuai SOP, SOM dan buku saku pegawai Kopsyah BMI.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Demikian yang disampaikan Presiden Direktur Koperasi BMI Grup yang juga Direktur Utama Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara dalam Diklat Staf Lapang Sesi V di Hotel Prime Plaza, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat 13 Oktober 2023. Acara diikuti oleh 57 staf lapang Kopsyah BMI di daerah pelayanan Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon. Acara dibuka oleh Kabid Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Daniar Ahmad Nurdianto. Disaksikan oleh para pengurus dan pengawas Kopsyah BMI.

”Bekerja di Kopsyah BMI lebih dari sekedar bekerja, kita membangun ekonomi syariah. Harus lah menjadi orang yang memiliki manfaat bagi orang lain, khoirunnas anfauhum linnas,” terang pria yang akrab disapa Kambara itu.
Praktisi Koperasi Nasional itu juga mewanti-wanti agar para staf lapang berpikir sukses. Orang sukses, kata Kambara, adalah orang yang memikirkan pekerjaan sendiri dan berfikir ke depan. Sedangkan orang gagal adalah mereka yang membicarakan pekerjaan orang lain dan urusan masa lalu. Oleh karenanya, staf lapang diminta fokus mengurus Rembug Pusat-nya sesuai SOP. Ia mengatakan, sosok yang menduduki jabatan pengurus Kopsyah BMI saat ini juga seorang staf lapang 20 tahun silam.
”Kalau manajer cabangnya atau asisten manajernya telat tegur. Jadi bekerjalah sesuai SOP, berpikir di atas kebenaran, jangan takut. Tidak ada hal-hal istimewa (privilege) di Kopsyah BMI semua sesuai SOP dan SOM-nya dan baku saku pegawai Kopsyah BMI,” papar praktisi nasional berdarah Mandailing itu.

Kambara mengatakan, rezeki yang baik dan disukai Allah ialah rezeki yang didapat dengan cara yang halal dan amanah, kemudian dipergunakan untuk hal baik juga. Selain halal rezeki juga harus berkah. Berkahnya itu untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
”Jadi kalau mau rezekinya berkah lakukan pekerjaannya dengan baik, jujur dan benar. Jadi kalau kawan-kawan di sini yang baru kehilangan sesuatu, renungkan, bisa jadi karena ada cara kerja kita yang tidak amanah. Di suruh ke lapangan, malah ngopi, itu kan nggak amanah,” jelas Penulis Tiga Seri Buku Peradaban Baru Koperasi Indonesia ini.
Kambara kembali mengingatkan kepada para staf lapang tentang tujuh ajaran ekonomi syariah Kopsyah BMI yakni keuntungan dunia akhirat, tidak zalim, jujur (amanah), bertanggung jawab, peduli orang lain, bersyukur dan qanaah (selalu merasa cukup).
”Kalau kita Qanaah, tidak ada korupsi karena sudah merasa cukup atas apa yang diberikan Allah SWT. Jadi teman-teman hiduplah sesuai penghasilannya. Gaji staf lapang jangan bergaya kayak asisten manajer,” jelas Alumnus IPB University ini.

Penerima Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI itu juga mengingatkan bahaya judi online yang kian merajalela saat ini. Judi bukan saja membuat orang tidak bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan, melainkan juga merusak hidupnya. Judi bukan menambah orang semakin sejahtera, malah sebaliknya siapapun yang terlibat perjudian akan mengalami kerugian material yang sangat luar biasa. Juga mengalami kerugian non material berupa kerusakan cara berpikir karena cara berpikirnya sudah tidak lurus lagi hingga melakukan pencurian dan penggelapan.
”Kalau judi bikin orang kaya, Kang Daniar nggak capek-capek jadi doktor, tidak ada juga hotel ini, semua pengen main judi. Jadi jauhkan judi online karena bukan hanya kita yang rusak, tapi juga agama, keluarga kita dan tempat kita bekerja,” ingatnya.
”Padahal di BMI, semua karyawannya bisa menjadi agen dari produk Koperasi Jasa BMI dan Koperasi Konsumen BMI. Seperti di Tour & Travel, setiap yang membawa satu orang jamaah umroh mendapatkan fee Rp1 juta, kemudian di Kopmen ada fee dalam penjualan handphone dan sepeda listrik. Gunakan kesempatan itu semua, jangan cari rezeki dengan cara tidak halal dan instan,” tambahnya.
Kambara juga menjelaskan bekerja di Kopsyah BMI lebih dari sekedar bekerja. Melalui Model BMI Syariah merupakan modifikasi dengan lima instrumen pelayanan model BMI Syariah melalui sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi. Dan 5 pilar berupa pilar ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual.

”Kerja di BMI bukan sekedar kerja saja, Kita mendorong kesejahteraan ekonomi anggota, kita juga mendorong anak-anak anggota memperoleh pendidikan yang baik minimal lulus SMA atau SMK. Kopsyah BMI mendorong agar anggota memiliki akses air bersih dan sanitasi yang sehat dan kesehatan anak-anaknya terjaga agar tidak stunting (kurang gizi) dan kita harus memiliki jiwa sosial yang tinggi dan spiritual agar kita tahu bahwa semua rezeki ini dari Allah SWT,” tandasnya.
Sementara Kabid Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Daniar Ahmad Nurdianto mengapresiasi perhatian Dirut Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara kepada para staf lapang sebagai bekal “Moral Ethic” para staf lapang dalam bekerja.
”Pendidikan ini sangat penting untuk membangun staf lapang yang tangguh di lapangan dan memilliki moral dan sikap yang baik,” jelasnya. (togar/humas).
