Rezeki Itu Sudah Tertakar Tak Akan Tertukar, Pedagang Nasi Uduk Asal Karawang Dapat Rumah Gratis Kopsyah BMI ke 439

BMI Corner

Karawang, klikbmi.com – Murtiyati (62 tahun) tak pernah menyangka kehadiran Koperasi BMI ke rumahnya pada Agustus 2023 lalu membuat kehidupan Anggota Kopsyah BMI Cabang Kotabaru itu berubah.

Saat itu, Manajer Cabang Kotabaru Reza Firdaus datang untuk melakukan survei ke rumahnya. Reza mendapatkan informasi dari para anggota Kopsyah BMI bahwa rumah Murtiyati sudah tak layak lagi untuk dihuni. Dan layak mendapat program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) gratis.

Benar adanya, rumah Murtiyati di Dusun Karang Salam, RT 04, RW 006, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Karawang itu tak ubahnya seperti gubuk. Dindingnya dari bilik bambu dan triplek, dan masih ada ruangan yang tak berdinding. Kamarnya hanya ditutupi gorden. Namun siapa sangka, meski rumahnya menyedihkan, Ibu 5 anak itu adalah anggota Kopsyah BMI yang rajin berusaha.

Presdir Koperasi BMI Grup Kamaruddin Batubara membuka tirai prasasti HRSH ke 439 untuk Ibu Murtiyati.

Saban hari, Murtiyati berjualan nasi uduk, gorengan dan gado-gado. Istri dari Pak Emoh ini juga mendapat pembiayaan dari Kopsyah BMI sebesar Rp3 juta untuk modalnya berdagang. Di setiap rembug pusat, ia membayar tanggung jawabnya dan menabung di simpanan sukarela. Penghasilannya sebesar Rp80 ribu sehari ia gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Program HRSH Kopsyah BMI untuk rumahnya pun disetujui. Kurang dari sebulan, rumah berbiaya Rp60 juta itu akhirnya selesai dibangun Kopsyah BMI. Gubuk itu menjelma menjadi rumah yang sangat layak untuk ditinggali. Berdinding hebel, full keramik, memiliki sanitasi yang baik, sirkulasi udara yang lancar dan berlapis cat hijau menawan.

Ibu Murtiyati berserta suaminya berfoto di rumah mereka sebelum dibangun ulang oleh Kopsyah BMI.
Rumah baru untuk Ibu Murtiyati dari Kopsyah BMI senilai Rp60 juta.

Tepat di Hari Kamis, 12 Oktober 2023, Presiden Direktur Koperasi BMI Grup Kamaruddin Batubara menyerahkan rumah tersebut untuk Keluarga Ibu Murtiyati.
“Saya nggak percaya pak, Kopsyah BMI membangun gubuk saya sampai bagus begini. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada BMI, banyak-banyak terima kasih,” ujar Murtiyati kepada Klikbmi.

Kehadiran Presdir Koperasi BMI Grup disambut Sholawat Thola’al Badru ‘Alaina oleh Hadroh Baitussalam. Para pengunjung baik anggota maupun masyarakat sudah hadir memenuhi tenda di rumah Ibu Murtiyati. Termasuk para stakeholder seperti Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Karawang Diah Mira Desi, Camat Kota Baru Ida Hamidah, Danramil Cikampek Kapten Inf Dani Ramdani dan Kapolsek Kotabaru Iptu Suherlan.

Kambara : Dengan membangun 439 unit HRSH, Koperasi BMI sedang menjalankan amanah Pasal 4 UU Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian.

Bunyi Pasal 4 ayat 1 UU Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian mengawali sambutan Presdir Koperasi BMI Grup dalam  penyerahan tersebut.

“Bapak ibu semua, rumah Ibu Murtiyati ini adalah rumah ke-6 Kopsyah BMI bangun di Kabupaten Karawang. Mengapa kita bangun? Karena kita sedang mempraktekkan Pasal 4 Undang-undang Perkoperasian bahwa koperasi harus meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Rumah gratis ini adalah wujud pemberdayaan. Karena pemberdayaan itu merubah kehidupan, menambah semangat hidup,” jelas pria yang akrab disapa Kambara tersebut.

Penulis tiga buku seri Peradaban Baru Koperasi Indonesia itu menjelaskan, HRSH merupakan manfaat menjadi anggota Koperasi BMI. Semangat berbagi ini merupakan hakikat gotong royong para anggota Kopsyah BMI.

Potong pita penyerahan HRSH untuk Ibu Murtiyati.

“Kalau di UU hanya ekonomi sosial saja yang dibangun, di Model BMI Syariah kita menambahnya dengan pendidikan, kesehatan dan spiritual. Makanya di Kopsyah BMI ada pembiayaan rumah tanpa DP, program HRSH, pembiayaan Sanitasi dan Air (MTA & MTS). Karena dengan rumah ini, akan mengurangi rumah yang miskin dan menjadi orang yang mampu,” jelasnya.

Dijelaskannya, koperasi yang benar adalah yang konsisten memberi manfaat kepada masyarakat dan memainkan peran sosial secara masif dan terprogram. Selain HRSH, Kopsyah BMI juga memiliki beragam program sosial seperti gerakan 1000 sajadah dan Al Qur’an, sanitasi dhuafa, sanitasi masjid, Mushola dan Pesantren (Sanimesra), santunan dhuafa, santunan anak yatim, pelayanan 10 ambulans gratis (driver, e-toll dan BBM ditanggung BMI), dan masih banyak lagi.

“Semangat berkoperasi adalah tolong menolong seperti perintah Allah SWT di QS Al Maidah ayat 2, yakni tolong menolong dalam kebaikan,” jelasnya.

Kambara : Ayo perbanyak sedekah, karena sedekah memperpanjang umur, menghindarkan kita dari bala bencana, melembutkan hati dan pahala berlimpah

Penerima Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI di Harkopnas Tahun 2018 itu dalam sambutannya mengajak semua yang hadir untuk menjadi bagian penting dari program Kopsyah BMI baik dalam kegiatan usaha maupun dalam kegiatan sosial.

“Ini luar biasa, saya baru kenal sama Pak Emoh dan Ibu Murtiyati sekarang, tapi langsung dapat rumah gratis. Doanya luar biasa. Ini namanya rezeki tak disangka-sangka seperti janji Allah SWT di QS Ath Thalaq ayat 2-3. Rezeki Allah SWT itu sudah ada takarannya dan tak pernah tertukar,” jelas Kambara.

“Apa amalannya mendapat rumah pak Emoh? Benar pak harus selalu bersyukur. Allah sudah berjanji di QS Ibrahim ayat 7 ; Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat,” Itu janji Allah bapak ibu semua,” paparnya seraya memberikan hadiah uang Rp100 ribu kepada salah satu tamu yang bisa melafazkan ayat tersebut dengan baik.

Penyerahan kunci simbolis HRSH untuk Ibu Murtiyati.

Kambara menegaskan, BMI tak lelah mengajak anggota untuk sedekah dan wakaf. Kenapa begitu, karena wakaf umur biologisnya lebih lama dari manusia.

Kopsyah BMI adalah lembaga resmi yang sudah terdaftar sebagai nazhir dan sudah tersertifikasi oleh LSP BWI. Maka Kopsyah BMI bisa menghimpun dan mengelola harta benda wakaf serta menyalurkan hasil dari pengelolaannya.

” BMI punya Gerakan Gasiteru, Gerakan sedekah tiga ribu seminggu. Rp1.000 untuk infak, dan Rp2.000 untuk wakaf. Dari infak, kita sudah memberikan 166 HRSH untuk non anggota. Dari wakaf, BMI telah memiliki lahan wakaf 11 hektar di Cisoka Kabupaten Tangerang, wakaf melalui uang sudah terkumpul Rp32 miliar. Kita mengajak ibu-ibu berwakaf berapa Rp2.000 per minggu sampai Rp1 juta selama hidupnya,” paparnya.

Di akhir sambutannya Kambara mengajak anggota giat berinfak melalui kencleng BMI. Infak merupakan salah satu cara pembuka pintu rezeki yang terbuka luas tanpa harus berpeluh keringat. Dengan bersedekah, terbentuklah rumus memberi bukan berarti mengurangi.

“Banyak berinfak sama dengan menambah rezeki. Karena sedekah tidak akan mengurangi harta kita, justru bertambah. Sedekah memperpanjang umur, menghindarkan kita dari bala bencana, melembutkan hati dan pahala berlimpah,” terangnya.

Kabid Koperasi Dinkop UMKM Kabupaten Karawang Diah Mira Desi.

Panas terik tak menyurutkan semangat warga Desa Pucung melihat acara penyerahan tersebut. Selain warga, hadir pula Direktur Bisnis & Pemberdayaan Kopsyah BMI Casmita, Manajer ZISWAF Kopsyah BMI Andi, Manajer Area 13 M Saepul dan Manajer Cabang Kotabaru Reza Firdaus beserta tiga asisten manajernya.

Bagaimana Kopsyah BMI memberikan manfaat bagi anggota juga dirasakan oleh Camat Kotabaru Ida Hamidah. Dikatakannya, meski belum setahun menjabat, ia telah melihat Koperasi BMI terus menunjukkan buktinya sebagai koperasi sosial dan pemberdayaan.

“Hari ini saya langsung daftar jadi anggota. Karena begitu besar manfaat jika saya menabung di BMI. Ada yang banyak orang yang bisa kita bantu. Saya minta Pak Kades Pucung untuk sosialisasi di desa mengenai kehadiran BMI di 55 RT di sini. Semakin banyak anggota BMI di sini, makin banyak manfaat yang kita rasakan,” papar dia.

Camat Kotabaru Ida Hamidah.

Apresiasi juga disampaikan Kades Pucung Rahmat yang meminta para RT untuk membuka ruang bagi Kopsyah BMI menjalankan operasionalnya.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada BMI, BMI ini adalah koperasi yang memberikan buktinya bapak-ibu, jadi kepada para RT, inilah BMI, koperasi yang akan mensejahterakan desa kita,” ujarnya.

Sementara Kabid Koperasi Dinkop UMKM Kabupaten Karawang Diah Mira Desi mengajak masyarakat berjuang meningkatkan ekonomi agar lebih baik contohnya dengan menjadi anggota Koperasi BMI.

Kades Pucung Rahmad.

”Karena menjadi anggota koperasi, masyarakat yang dahulu ekonominya rendah kini semakin meningkat. Tidak hanya ekonominya saja, tapi juga jiwa sosialnya ikut terangkat. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan Kopsyah BMI untuk warga kami,” tandasnya. (Togar/humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *