Puluhan Tahun Menanti, Doa Encuk di Usia Senja Terjawab Lewat HRSH ke-570 Kopsyah BMI

Ekonomi

Pandeglang, Klikbmi.com: Di usia 63 tahun, Encuk tak pernah membayangkan doa yang selama ini dipanjatkan akan berbuah menjadi sebuah rumah yang layak untuk ditempati bersama anak dan cucunya. Selama bertahun-tahun, perempuan lanjut usia yang tinggal di Kampung Babakan Teureup RT 002/001, Desa Kadupandak, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang itu menjalani kehidupan dalam keterbatasan dengan menempati rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

baca juga: https://klikbmi.com/makhrus-kopsyah-bmi-hanya-wasilah-hrsh-ke-570-berdiri-dari-gotong-royong-250-ribu-anggota/

Rumah Encuk sebelum dibangun ulang oleh Kopsyah BMI (kiri) dan rumah Encuk setelah dibangun ulang oleh Kopsyah BMI (kanan)

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Encuk hanya mengandalkan penghasilan anaknya yang bekerja sebagai juru parkir di Pasar Picung. Dari penghasilan yang tidak seberapa, sang anak hanya mampu memberikan sekitar Rp50 ribu dalam sepekan. Selebihnya, kebutuhan hidup mereka kerap terbantu oleh kepedulian para tetangga.

Di tengah keterbatasan tersebut, Encuk tetap menjalani hidup dengan penuh kesabaran. Namun, kondisi rumah yang dihuni membuat rasa khawatir selalu menyelimuti hari-harinya. Atap yang bocor ketika hujan turun dan bangunan yang hampir roboh menjadi ancaman yang harus dihadapi setiap waktu.

Harapan yang selama ini tersimpan akhirnya menjadi kenyataan. Melalui program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) ke-570 Koperasi Syariah BMI, yang bersumber dari infaq anggota, rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini berubah menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi Encuk beserta keluarga.

Dengan mata berkaca-kaca, Encuk mengaku tak pernah menyangka akan menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut. Rumah baru yang berdiri di atas tanah yang sama kini menjadi sumber ketenangan dan harapan baru bagi dirinya, anak, serta cucu-cucunya.

Senyum Encuk diacara penyerahan rumah gratis yang ia terima.

Pembangunan HRSH ke-570 menelan biaya sebesar Rp65 juta yang seluruhnya berasal dari Koperasi Syariah BMI sebagai amanah dari infaq para anggota.

Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, berhalangan hadir karena sedang mengikuti agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VI DPR RI di Gedung DPR RI Jakarta. Sambutan disampaikan Direktur Keuangan Koperasi Syariah BMI, Makhrus.

Dalam sambutannya, Makhrus menegaskan bahwa rumah tersebut tidak dibangun oleh Koperasi Syariah BMI semata, melainkan merupakan buah dari kebersamaan dan kepedulian lebih dari 250 ribu anggota yang menyisihkan sebagian rezekinya melalui infaq.

“Kopsyah BMI hanya menjadi wasilah. Rumah ini berdiri karena semangat gotong royong dan kepedulian anggota. Infaq dan sedekah tidak akan membuat seseorang miskin, justru menjadi jalan hadirnya keberkahan bagi sesama,” ujar Makhrus.

Foto bersama agenda peresmian rumah Encuk hari ini Selasa, 23 Juni 2026

Makhrus juga mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi anggota Koperasi Syariah BMI dan memanfaatkan koperasi sebagai sarana menabung serta mengembangkan usaha, bukan semata-mata untuk meminjam.

“Menjadi anggota koperasi tidak harus meminjam. Menabung sedikit demi sedikit akan sangat terasa manfaatnya. Kalau pembiayaan digunakan untuk usaha, maka ekonomi keluarga akan semakin meningkat,” pesannya.

Makhrus berharap rumah baru yang ditempati Encuk dapat menjadi baiti jannati, rumah yang menghadirkan ketenangan, keberkahan, serta senantiasa diisi dengan ibadah dan doa.

Penyerahan HRSH ke-570 turut dihadiri Suhay selaku Manajer Regional, Andi sebagai Manajer ZISWAF, Muhroji selaku Manajer Cabang Picung, Hasan Bisri selaku Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan mewakili Bupati Pandeglang, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pandeglang R. Goenara Drajat, Camat Picung Masroni, Kepala Desa Kadupandak Apip, perwakilan Polsek, tokoh masyarakat, serta puluhan anggota dan warga yang turut berbahagia menyaksikan terwujudnya harapan Encuk.

Bagi Encuk, rumah baru itu bukan sekadar bangunan. Di dalamnya tersimpan doa yang dijawab, kepedulian yang diwujudkan, dan harapan yang kembali tumbuh di usia senja. Sebab, rumah yang layak bukan hanya tentang tempat berteduh, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman, martabat, dan masa depan yang lebih baik bagi penghuninya. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *