Bogor, Klikbmi.com: Kisah inspiratif datang dari Risa Bhinekawati, akademisi dan praktisi pembangunan berkelanjutan, yang membagikan pengalamannya menjadi anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI). Dalam perbincangan bersama Andi, Manajer ZISWAF Koperasi Syariah BMI, Risa menegaskan bahwa ketenangan hidup, kebermanfaatan sosial, dan keberlanjutan ekonomi dapat berjalan beriringan melalui koperasi yang dikelola secara amanah dan profesional.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Risa Bhinekawati SE, MBA, MIPP, ME, PhD, merupakan pendiri sekaligus partner di Svara Research Indonesia serta dosen di STEBANK Islam Mr Sjafruddin Prawiranegara. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun sebagai akademisi dan praktisi, Risa mengaku awal perkenalannya dengan BMI bermula bukan dari niat investasi, melainkan kebutuhan akademik saat menempuh studi magister Ekonomi Syariah di Institut Tazkia. Bermula dari kebutuhan akademik namun berkembang menjadi kepercayaan jangka panjang.
“Saya memang sejak lama tertarik pada koperasi karena asas gotong royongnya. Tapi jujur, saya juga cukup hati-hati karena stigma koperasi di masyarakat,” ujarnya.

Keyakinan tersebut tumbuh setelah Risa terlibat langsung dalam berbagai kegiatan BMI, termasuk kegiatan Rembug Pusat. Ia menyaksikan bagaimana pembiayaan diberikan kepada masyarakat kecil bukan sebagai belas kasihan, melainkan sebagai proses pemberdayaan yang menjaga martabat anggota.
“Di BMI, orang pinjam untuk usaha dan mereka bayar. Ada edukasi, ada tanggung jawab. Itu yang membuat saya yakin,” katanya.
Kepercayaan itu mendorong Risa menempatkan dana secara bertahap di BMI hingga kini mendekati angka Rp2 miliar, yang dibagi dalam berbagai portofolio simpanan. Menurutnya, imbal hasil bukanlah tujuan utama, melainkan kebermanfaatan dana bagi masyarakat luas.
Lebih jauh, Risa mengungkapkan rencana jangka panjang untuk mewakafkan dana di BMI agar menjadi dana abadi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga ultra miskin.
“Kami ingin harta ini tetap hidup dan bermanfaat setelah kami wafat. Itu investasi akhirat,” ucapnya.

Menurut Risa, ketenangan hati yang ia rasakan hari ini adalah bentuk “surga di dunia”.
“Kalau hati kita tenang, hidup sederhana, tidak menyusahkan orang, dan bermanfaat, itu sudah surga,” tutupnya.
Terpisah, Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, menegaskan bahwa kepercayaan anggota seperti Risa merupakan hasil dari konsistensi BMI dalam menjaga amanah.
“BMI dibangun untuk melayani, bukan sekadar menghimpun dana. Ketika anggota menitipkan hartanya, itu adalah amanah besar yang harus kami jaga dengan tata kelola, transparansi, dan keberpihakan pada rakyat kecil,” ujar Pria yang akrab disapa Kambara tersebut. (Nur/Humas)

Masyaallah
KOPSYAH bmi Allahuakbar
MasyaAllah Tabarakallah, semoga banyak lagi anggota yang menemukan surga dunia seperti bu risa