Karawang, Klikbmi.com: Di sebuah sudut Kampung Tegal Tanjung, Kelurahan Karangpawitan, Karawang Barat, berdiri sebuah rumah tidak layak huni yang menjadi saksi perubahan besar dalam hidup seorang lelaki tua bernama Saja (71). Hidup tanpa pekerjaan, ditinggal sang istri tercinta, dan hanya ditemani anak bungsunya, hari-hari Saja sebelumnya diisi dengan ketidakpastian. Untuk sekadar makan, ia bergantung pada belas kasih tetangga.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Namun pagi ini, Selasa (23/9), matanya berkaca-kaca. Tangan renta itu menggenggam erat, seolah tak percaya. Sebuah rumah kokoh dan layak huni kini menjadi miliknya. Bukan dari pinjaman, bukan dari warisan, tetapi dari kasih sayang yang diwujudkan melalui gerakan kepedulian Kopsyah BMI.
“Alhamdulillah, saya bersyukur sekali, terimakasih kepada Anggota BMI, kepada para warga masyarakat, kepada pengurus koperasi BMI serta tamu undangan yang datang hari ini, yang sudah berpartisipasi lewat infaknya”
Rumah Siap Huni ke-550 ini dibangun dengan biaya Rp65 juta, hasil dari infak dan kepedulian anggota serta mitra Koperasi BMI Group. Kehadiran rumah ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol cinta, kebersamaan, dan wujud nyata bahwa koperasi bisa menjadi jalan keberkahan.

Penyerahan rumah dilakukan oleh Casmita, Direktur Bisnis dan Pemberdayaan Kopsyah BMI, mewakili Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara. Acara turut disaksikan berbagai pihak, mulai dari pejabat daerah, aparat setempat, Raja Eletronik selaku mitra usaha yang turut berpartisipasi menyerahkan bantuan berupa alat elektronik seperti kipas angin, dispenser dan lainnya, hingga kehadiran yayasan kemanusiaan. Semua hadir dengan senyum yang sama, untuk menyaksikan bagaimana secuil kebaikan mampu mengubah hidup seseorang.
“Setiap rupiah infak yang dititipkan melalui Kopsyah BMI tidak pernah hilang, tetapi menjelma menjadi rumah, menjadi air mata bahagia, menjadi doa-doa tulus dari mereka yang terbantu,” kata Casmita dalam sambutannya.

Kini, di rumah barunya, seorang lansia bernama Saja itu bisa bernafas lega. Tidak lagi takut atap runtuh saat hujan, tidak lagi khawatir lantai tanah becek setiap kali hujan turun. Yang ada hanyalah rasa syukur tak bertepi.
Kopsyah BMI mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan infak dan sedekah melalui koperasi. Karena dari tangan-tangan yang ikhlas, akan lahir lebih banyak rumah untuk dhuafa, lebih banyak senyum yang terukir, dan lebih banyak doa yang terpanjat ke langit.
Sebuah rumah mungkin sederhana bagi sebagian orang. Namun bagi seorang dhuafa, rumah adalah mimpi besar yang menjadi kenyataan. Dan koperasi adalah jembatan yang mengantarkan mimpi itu terwujud. (Nur/Humas)
