Serang, klikbmi.com: Pasutri yang setiap hari bekerja serabutan itu akhirnya akan memiliki rumah melalui Program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) gratis dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Rasa haru menyelimuti acara peletakan batu pertama HRSH untuk Amnah, yang digelar di Kampung Mongpok RT 013 RW 003, Desa Mongpok, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, Rabu 31 Desember 2025 Para tetangga berdiri mengelilingi lokasi, menyaksikan seremoni sederhana yang menjadi penanda harapan baru bagi Amnah dan keluarganya.
Amnah merupakan anggota Kopsyah BMI Rembug Pusat Malaysia, Pelayanan Kopsyah BMI Cabang Petir. Di usia 52 tahun, ia dan suaminya, Adang (54), masih bertahan hidup di rumah yang jauh dari kata layak. Dinding bilik bambu, lantai semen bercampur tanah, serta atap genteng yang lapuk dimakan usia menjadi bagian dari keseharian mereka.

Saat hujan turun, rumah itu tak lagi berfungsi sebagai pelindung. Air mengalir dari celah-celah genteng, menjadikan atap seperti saluran air. Pertanyaan soal renovasi rumah hanyalah angan. Dengan penghasilan tak menentu sebagai buruh serabutan, Amnah dan Adang hanya memperoleh uang ketika Adang dipanggil mengolah lahan, dengan upah Rp50 ribu per hari.
Acara peletakan batu pertama dihadiri Sekretaris Kecamatan Cikeusal Imanuddin, Kepala Desa Mongpok Bana, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Mongpok, Manajer Regional 02 Kopsyah BMI Sandi Sumantri, serta Manajer Cabang Petir Listiana Putri.
Dalam sambutannya, Sekcam Cikeusal Imanuddin menyampaikan apresiasi kepada Kopsyah BMI. Ia mengungkapkan, pembangunan rumah untuk keluarga Amnah menambah daftar rumah hibah Kopsyah BMI di wilayahnya.

“Dengan pembangunan ini, total sudah lima unit rumah hibah Kopsyah BMI yang dibangun di Kecamatan Cikeusal. Bapak ibu perlu tahu, rumah hibah Kopsyah BMI bukan hanya layak, tapi juga bagus,” ujar Imanuddin.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti sampai di unit kelima. “Kami berharap ini bukan yang terakhir, karena masih banyak warga Cikeusal yang membutuhkan. Yang membuat kami kagum, bukan hanya anggota yang dibantu, tetapi juga non anggota,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Mongpok, Bana. Ia mengaku bersyukur program HRSH kembali hadir di desanya dan memberi manfaat nyata bagi warganya.
“Ini bukan sekadar rumah hibah. Kami titip pesan kepada Pak Adang sebagai kepala keluarga, rumah ini tolong dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata Bana.
Bagi Amnah dan Adang, rumah ini bukan sekadar bangunan baru. Ia adalah jawaban dari doa panjang, dan awal hidup yang lebih bermartabat, tempat berteduh yang selama ini hanya hadir dalam harapan.

Terpisah Direktur Utama Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menyampaikan bahwa Program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) bukanlah program seremonial, melainkan bagian dari misi besar koperasi syariah untuk menghadirkan keberkahan ekonomi yang berdampak langsung pada kehidupan anggota dan masyarakat sekitar.
“Koperasi tidak boleh hanya bicara angka, aset, dan pembiayaan. Koperasi harus berani hadir di lorong-lorong sunyi kehidupan rakyat kecil, seperti yang dialami keluarga Bu Amnah dan Pak Adang,” jelas Kambara .
Pria kelahiran Mandailing Natal 2 Mei 1975 ini menjelaskan , keteguhan keluarga buruh serabutan seperti Amnah dan Adang adalah cermin kekuatan rakyat kecil yang sering luput dari perhatian, namun justru menjadi fondasi ketahanan sosial di desa-desa.
“Mereka bekerja apa saja dengan jujur, menerima hidup dengan sabar, dan tetap berusaha. Kopsyah BMI merasa berkewajiban untuk berdiri di samping mereka, bukan di atas mereka,” tuturnya.
Kambara juga mengapresiasi sinergi pemerintah kecamatan, desa, serta unsur TNI-Polri yang ikut hadir dan mengawal proses sosial pembangunan HRSH di Kecamatan Cikeusal.

“Ketika koperasi, pemerintah, dan masyarakat saling menguatkan, maka pembangunan tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga rasa percaya dan persaudaraan,” ucap Kambara.
Di akhir pernyataannya, Kambara berharap rumah yang akan dibangun menjadi awal kehidupan yang lebih sehat dan tenang bagi keluarga Bu Amnah.
“Semoga rumah ini menjadi tempat tumbuhnya doa, kesehatan, dan ketenteraman. Dari rumah yang sederhana ini, kami berharap lahir semangat baru untuk menjalani hidup dengan lebih bermartabat,” pungkasnya. (Togar/humas)
