Ibu Aminah (47), Anggota Rembug Pusat Burung Camar Cabang Sepatan Tangerang Berwakaf Rp 2 Juta Untuk Suami dan Almarhumah Mertuanya

Tangan Di Atas Lebih Baik Daripada Tangan Di Bawah, Memberi Lebih Mulia Daripada Meminta

Info ZISWAF

Nasehat Dhuha selasa, 6 Juli 2021 | 26 Dzulka’dah 1442 H| Oleh:  Ust Sarwo Edy,ME

Klikbmi, Tangerang –  Sahabat BMI Kliker yang dimuliakan Allah SWT, tema kita pada nasehat dhuha kali ini adalah tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, memberi lebih mulia daripada meminta. Dalam kehidupan sehari – hari ada orang yang berkelebihan namun di sisi lain ada orang yang memang sedang kekurangan. Namun ada juga mental di mana orang yang sebenarnya cukup tetapi sering kali meminta, inilah yang sering kita sebut dengan mental miskin. Mari kita perhatikan hadist di bawah ini :

عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ

Dari Hakim bin Hizam Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barang siapa menjaga kehormatan dirinya maka Allah akan menjaganya dan barang siapa yang merasa cukup maka Allah akan memberikan kecukupan kepadanya.” (HR. muttafaq ‘alaih. Imam al-Bukhâri (no. 1427) dan Muslim no.1053 (124)

Dari hadist di atas, disebutkan bahwa tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Yang bisa diartikan dengan memberi  itu lebih baik atau lebih mulia daripada meminta. Secara khusus, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk menjadikan tangan kita pergunakan untuk memberi dari hasil keringat sendiri. Bahkan Rasulullah sendiri menganjurkan kita untuk mencari nafkah dan membanting tulang agar kita terhindar dari meminta-minta.

Rasulullah SAW bersabda, “Bahwasanya salah seorang di antara kalian mengambil talinya, lalu dia datang dengan membawa seikat kayu bakar, lalu dia menjualnya sehingga Allah memberinya kecukupan dengan itu adalah lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada orang lain, baik mereka mau memberinya maupun tidak.” (HR. Bukhari)

Allah akan angkat derajat bagi yang mau memberi. Derajat seseorang tidaklah diukur dari seberapa kayanya seorang tersebut. Akan tetapi seberapa dia bisa memberi dari hasil yang dia kumpulkan (hartanya). Dan Allah akan angkat derajat bagi orang yang mau berbagi (memberi).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا  تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim)

Jika Allah sangat mencintai orang yang suka memberi (bersedekah) dan bahkan akan mengangkat derajatnya. Sebaliknya, Allah sangat membenci dengan orang yang suka meminta-minta, dan lebih khusus untuk memperkaya dirinya. Bahkan dalam hadist Nabi, Orang dengan tipe seperti ini diancam dengan batu neraka. Rasulullah SAW bersabda :

   مَنْ سَأَلَ النَّاسَ أَمْوَالَهُمْ تَكَثُّرًا، فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا، فَلْيَسْتَقِلَّ مِنْهُ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ  

Artinya: “Barangsiapa yang meminta kepada masyarakat karena untuk memperkaya diri, sesungguhnya ia hanya meminta batu neraka. Maka hendaknya ia memilih mempersedikit atau memperbanyak. (HR Muslim)

Dari Al-Mugirah bin Syu’bah –radhiyallahu ‘anhu-; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلاَثًا: قِيلَ وَقَالَ، وَإِضَاعَةَ المَالِ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ

Sesungguhnya Allah membenci tiga hal dari kalian: Banyak bicara (menukil perkataan orang), menghamburkan harta, dan banyak meminta”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesimpulannya, memberi adalah pekerjaan yang sangat dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Memberi tidak harus kaya harta. Tapi memberi adalah cerminan kaya hati. Dengan memberi, Allah akan mengangkat derajat seseorang tersebut. Sebaliknya, tidak ada yang lebih baik dari balasan meminta-minta selain Allah murka terhadapnya. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Wallahu a’lam bish-showaab.

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *