Wawancara Eksklusif Bersama Yayat Hidayatullah : Optimisme Kopjas BMI Dongkrak Bisnis Jasa Mampu Bangun Sirkuit Ekonomi

BMI Corner

Klikbmi, Tangerang – Yayat Hidayatullah, ST., MM bukanlah sosok baru di Koperasi BMI. Ia bekerja di Kopsyah BMI sejak 2004 sejak masih bernama  LPP-UMKM merupakan sosok penting di Kopsyah BMI sehingga tercatat sebagai sekretaris 1 dan menduduki posisi Direktur Operasional.

Bapak dari 3 putri yang juga lulusan S1 Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogykarta dan S2 Master Managemen Universitas Muhammadiyah Tangerang ini sampai hari ini masih menjadi sosok penting di Koperasi BMI Grup.

“Bagi saya bekerja di koperasi merupakan pengabdian, melalui koperasi kita bisa melakukan apa yang perusahaan bentuk lain  bisa lakukan” tegas Yayat membuka pernyataan dalam sesi wawancana eksklusif tentang kiprah Kopjas BMI ke depan.

Logo Kopjas BMI Yang Terpampang Di Kantor Pusat Kopjas BMI

“Koperasi BMI bukan hanya sekedar usaha simpan pinjam saja, tapi dengan Koperasi kita tidak dipandang sebelah mata. Kita yakin bisa menjadi konglomerasi melalui koperasi. Itulah cita-cita luhur kita,” tegasnya.

Inilah wawancara eksklusif redaksi Klikbmi dengan Yayat Hidayatullah, Direktur Utama Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia (Kopjas BMI) :

Redaksi : Sebenarnya apa latar belakang pembentukan Kopjas BMI ini?

Yayat Hidayatullah : “Pendirian Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia (Kopjas BMI) yang merupakan koperasi primer nasional ini sejatinya dibentuk untuk menyempurnakan konsepsi pengembangan Koperasi BMI berdasarkan pendapat Bug Hatta yang menyatakan bahwa koperasi harus bergerak di semua sektor namun tetap menjadikan koperasi kredit sebagai sendinya koperasi. Kita juga menjadikan Kopsyah BMI sebagai sendi dalam pengelolaan Koperasi BMI Grup”

Redaksi : Implementasi Kopsyah BMI sebagai sendi ini bagaimana Pak?

Yayat Hidayatullah : “Jadi begini, Koperasi BMI Grup ini dimulai dari usaha kita di bidang Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah. Anggota koperasi ini hampir 200 ribuan bahkan kita optimis untuk Kopsyah BMI anggota akan di atas 200 ribu tahun ini. Inilah potensi besarnya, bukankan anggota merupakan pasar terbesar dari koperasi? Jika kita sepakat hal ini maka tentu akan semakin menggurita bisnis koperasi dan akan semakin nyata dalam mewujudkan kesejahteraan anggota jika kita mendirikan koperasi yang bergerak di sektor riil.  Oleh karena itu akhirnya anggota yang dipelopori oleh Pak Kamaruddin Batubara mendirikan Koperasi retail dan bisnis melalui Koperasi Konsumen BMI. Tidak berhenti di situ berdirilah koperasi jasa.  Jadi akhirnya sekarang ini ada Kopsyah BMI, Kopmen BMI dan Kopjas bMI. Disinilah peran Kopsyah BMI sebagai sendi atau faktor penggerak yang dikoordinasikan oleh Koperasi Sekunder Benteng Madani Indonesia”

Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi Sekunder BMI Membuka Pintu Kantor Pusat Kopjas BMI Bersama Yayat Hidayatullah, Direktur Utama Kopjas BMI Disaksikan Oleh H Didi Budiharta, Ketua Pengawas Koperasi Sekunder BMI Usai Pemotongan Pita Yang Menandai Pembukaan Kantor Pusat Kopjas BMI

Redaksi : Kopjas BMI ini mengelola bisnis apa saja?

Yayat Hidayatullah : “Koperasi Jasa merupakan koperasi usaha yang di bidang jasa. Kita akan masuk pada bisnis jasa percetakan, konstruksi, Event Organizer (EO), Pendidikan dan Pelatihan, Mekanial dan Elektrikal serta tour travel dan kita bisa masuk pada sektor lain yang terkait dengan jasa. Tentu kita akan mengakomodir usaha yang tidak bertentangan dengan undang-undang, hal  ini kita lakukan untuk membentuk sirkuit ekonomi serta ekosistem ekonomi melalui koperasi sebagai konglomerasi koperasi”

Redaksi : Pak Yayat bisa jelaskan sedikit alur koordinasi dan prinsip kerja dari Koperasi BMI Grup?

Yayat Hidayatullah : “Alur koordinasi yang dibangun secara internal tetap melalui sistem yang menjunjung tinggi profesionalisme. Karen masing – masing koperasi punya SOP masing-masing. Contoh misalnya anggota koperasi mengajukan pembiayaan rumah tanpa DP, Kopsyah BMI sebagai pembiayaan kepada anggota, Kopjas BMI penyedia pembangunan rumah dan Kopmen BMI penyedia material bangunan.  Koperasi Sekunder Benteng Madani Indonesia mengatur alur koordinasi untuk proses project external yang membutuhkan dana besar seperti project perumahan misalnya. Bisa saja penyedia dana melalui Kopsyah BMI dengan sistem penyertaan modal, Kopmen BMI penyedia material bahan bangunan dan Kopjas BMI penyedia jasa pembangunan”

Redaksi : Pasar yang ingin disasar Kopjas BMI ini kemana saja Pak?

Yayat Hidayatullah : “Potensi bisnis jasa yang disasar secara umum kesulurahan aspek pengguna jasa itu sendiri artinya masyarakat luas. Kita di koperasi non keuangan boleh menyasar seluruh masyarakat baik anggota maupun non anggota. Tapi ingat kita punya initial market  atau konstanta dalam ilmu ekonomi, anggota kita yang jika ditotal mendekati 300 ribu orang ini pasar utama. Dan pasar anggota ini akan terus tumbuh seiring berkembangnya koperasi kita. Sehingga pasar bisa kita bagi baik internal maupun eksternal. Karena potensinya sangat besar tinggal bagaimana koperasi jasa bisa memaksimalkan potensi yang lainnya baik secara internal koperasi sendiri maupun pihak eksternal. Konsep bisnis koperasi jasa melalu Bisnis to People, Bisnis to Bisnis dan Bisnis to Government, artinya bisa keseluruh aspek usaha, jejaring bisnis mutlak dilakukan untuk kemajuan usaha koperasi jasa.

Redaksi : Akad apa saja yang akan dipakai dalam kerjasama nanti Pak?

Yayat Hidayatullah : “Transaksi usaha tetap metode dengan syariah, kita buka kerjasama khusus proyek perumahan menggunakan akad musyarakah antara pemilik modal atau penyerta modal bagi keuntungan dari total proyek yang disepakati dan kaitan jasa yang lainnya menggunakan akad murabahah sesuai dengan pesan pengguna jasa. Jadi semua bisa menjadi mitra kita”

Redaksi : Bagaimana Pak Yayat melihat prospektus bisnis properti di tahun 2022 ini Pak?

Yayat Hidayatullah : “Saya kira prospek di tahun 2022, di koperasi jasa sangat potensial.  Divisi Jasa Kontruksi melalui properti masih tinggi terkait kebutuhan masyarakat yang masih banyak ingin mempunyai rumah tinggal.  Bisnis lainnya juga diprediksi akan meningkat pesat.

Redaksi : Bagaimana Pak Yayat melihat prospektus bisnis Taur and Travel tahun 2022 ini Pak?

Yayat Hidayatullah : “Kebutuhan masyarakat dengan terkait dengan liburan baik domestik maupun luar negeri, perjalanan umroh yang sekarang masih dibatasi insyallah di tahun 2022 manjadi priotas dalam pelayanan divisi tour travel. Saya kira peluangnya sangat terbuka dan kita optimis di tahun ini.

Redaksi : Jasa apa saja yang dilayani oleh Divisi Diklat Kopjas BMI Pak?

Yayat Hidayatullah : “Divisi pendidikan dan pelatihan kita berkomitmen untuk membuat sekolah koperasi bagaimana pengelolaan koperasi secara modern dan professional. Kita akan buat kurikulum koperasi sesuai dengan kebutuhan koperasi itu sendiri seperti kelembagaan, keuangan dan managemen. Intinya berbasis kebutuhan koperasi kita bisa buat pelatihan sesuai permintaan. Kita juga melayani berbagai kegiatan diklat bagi perusahaan dan instansi juga lembaga pendidikan”

Redaksi :Bagaimana optimisme Pak Yayat pada bidang Percetakan Pak?

Yayat Hidayatullah : “Divisi percetakan sangat potensial, disamping melayani kebtuhan internal, kebutuhan eksternal luar biasa dengan tumbuhnya ekonomi pasca pandemi ini.  Percetakan akan hadir membantu menyediakan sarana marketing usaha, serta informasi lainnya bisa melayani berbagai produk kebutuhan cetak dan advertising bagi masyarakat dan industry”

Redaksi :Bagaimana optimisme Pak Yayat pada  divisi Event Organizer Pak?

Yayat Hidayatullah : “Event organizer juga punya potensi sangat besar karena banyak event pasca pandemic ini. Acara yang awalnya ga boleh pada masa pandem diperbolehkan seperti wedding orginizer, dan masih banyak acara yang bisa kita kemas melalui EO kita, jadi jangan ragu jika berkebutuhan terkait event hubungi EO kita”

Redaksi : Kopjas BMI segera membuka usaha perbengkelan, kenapa usaha ini dipilih Pak?

Yayat Hidayatullah : “Hampir semua orang mempunyi kendaraan roda dua, karena sekarang roda bukan barang mewah lagi, di sini divisi jasa perbengkelan melalui Bengkel Motor Indonesia (BMI) bisa bersaing dengan bengkel-bengkel lain, dan bisa bekerja sama dengan anggota Koperasi BMI  yang mempunyai bisnis jasa perbengkelan,  dan kita juga akan buka carwash  serta maintenance perangkat elektronik.

Redaksi : Terakhir Pak, bagaimana optimism Bapak menjalani tahun 2022 ini?

Yayat Hidayatullah :”Seperti harapan Presiden Direktur Koperasi BMI, Pak Kamaruddin, kita tentu optimis. Beliau sampaikan kita harus bisa mengikuti kinerja Kopsyah BMI dan Kopmen BMI yang telah membukukan laba dan memiliki kinerja yang sangat baik. Dengan dukungan SDM yang terlatih dan handal. Kita optimis, semua bisa jasa yang kita kelalo akan mampu memberikan kontribusi baik pada Kopjas BMI. Selain itu kita juga membuka sinergi besar dengan anggota dalam semua bidang garap kita. Bagi anggota atau masyarakat luas yang ingin bermitra dengan kita, kita buka seluas-luasnya. Tentu dengan prinsip win-win solution. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.