Kambara Paparkan Peran Strategis Koperasi dalam Penguatan Agribisnis di IPB University

Nasional

Bogor, Klikbmi.com: Kamaruddin Batubara atau yang akrab disapa Kambara menjadi pembicara dalam kegiatan Kapita Selekta Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University, Sabtu (23/5). Kegiatan yang berlangsung di Kampus IPB Baranangsiang tersebut mengangkat tema “Peran Koperasi dalam Memperkuat Sektor Agribisnis”.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus best practice kepada mahasiswa Program Studi Manajemen Agribisnis melalui pengalaman langsung para narasumber di lapangan. Selain itu, forum tersebut juga menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya koperasi sebagai teaching factory di lingkungan kampus dalam mendukung pembelajaran bisnis berbasis praktik.

Kambara: “Koperasi itu independen. Bisnisnya diusahakan bersama anggotanya. Harus efisien. itu Koperasi yang benar”

Dalam paparannya dihadapan 350 mahasiswa dan dosen Agribisnis, Kambara menegaskan bahwa koperasi merupakan solusi strategis dalam pengembangan sektor agribisnis. Menurutnya, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia tidak hanya hadir sebagai lembaga simpan pinjam yang berorientasi bisnis semata, tetapi juga mengedepankan orientasi manfaat bagi masyarakat.

“Koperasi hadir sebagai mitra pemberdayaan, wadah gotong royong ekonomi, sekaligus sarana perjuangan dan penguatan ekonomi masyarakat,” ujar pria penerima penghargaan Satyalencana Wira Karya dari Presiden RI tersebut.

Kambara menjelaskan, koperasi memiliki sejumlah fungsi strategis dalam mendukung penguatan agribisnis masyarakat. Pertama, sebagai penyedia permodalan melalui akses pembiayaan yang lebih mudah, fleksibel, dan sesuai dengan karakter usaha agribisnis. Kedua, sebagai agregator produksi yang menghimpun dan mengonsolidasikan hasil produksi anggota agar memiliki skala usaha, kualitas, dan daya saing yang lebih kuat.

Selain itu, koperasi juga berperan sebagai offtaker produksi dengan menyerap, membeli, dan menyalurkan hasil produksi anggota sehingga masyarakat memiliki kepastian pasar. Peran lainnya adalah sebagai pembuka akses pasar melalui distribusi, branding, packaging, hingga pemasaran produk secara lebih luas dan modern.

Tak hanya itu, koperasi juga dinilai menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, pendampingan usaha, literasi keuangan, serta penguatan sumber daya manusia anggota.

Kambara berfoto bersama dengan beberapa mahasiswa jurusan Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University yang mempromosikan produk karya mereka usai kelas selesai

Dalam kesempatan tersebut, Pria yang merupakan alumnus IPB Univeristy itu juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam pembangunan agribisnis nasional. Ia menyebut mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agent of change, pendamping masyarakat dan petani, pengembang inovasi agribisnis, penggerak koperasi dan ekonomi desa, hingga social entrepreneur.

Menurutnya, filosofi koperasi dibangun atas semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi. Ia mencontohkan, kekuatan modal besar dapat tercipta melalui gotong royong anggota.

“Kalau sendiri modalnya tidak kuat. Tapi ketika dilakukan bersama-sama, misalnya 10 ribu orang masing-masing memiliki simpanan Rp1 juta, maka akan terkumpul Rp10 miliar. Jika ditingkatkan secara bertahap, kekuatan ekonomi koperasi akan semakin besar,” jelasnya.

Kambara juga menekankan bahwa bisnis koperasi yang sehat harus mampu mendorong perkembangan usaha seluruh anggotanya secara kolektif dan berkelanjutan.

Selain Kambara, kegiatan Kapita Selekta Agribisnis tersebut juga menghadirkan Kaharuddin Sholeh selaku Analisis Pasar Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Suwandi selaku Sekjend Kementerian Pertanian sebagai narasumber. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *