Nutrisi Jiwa, Bekal Menjaga Hati Tetap Hidup dalam Ketaatan

Edu Syariah

Tangerang, Klikbmi.com: Jiwa yang sehat membutuhkan nutrisi sebagaimana tubuh membutuhkan makanan. Pesan itulah yang disampaikan Ketua Pengawas Syariah Koperasi Syariah BMI, Hendri Tanjung, dalam Tausiyah Jumat Khidmat yang mengangkat tema “Nutrisi Jiwa”kepada seluruh insan Koperasi BMI Group.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam tausiyahnya, Hendri mengawali dengan mengutip sebuah hadis dari Ibnu Mas’ud yang mengajarkan agar setiap muslim mencari hatinya di tiga tempat, yakni ketika mendengarkan Al-Qur’an, berada di majelis zikir, dan saat menyendiri untuk bermunajat kepada Allah SWT. Apabila hati tidak ditemukan di ketiga tempat tersebut, maka hendaknya memohon kepada Allah agar dianugerahi hati yang hidup, karena boleh jadi hati telah mati.

Menurutnya, hadis tersebut menjadi pengingat bahwa manusia tidak hanya membutuhkan asupan untuk fisik, tetapi juga nutrisi bagi jiwa. Selama ini, banyak orang lebih sibuk memikirkan makanan untuk tubuh, sementara kebutuhan ruhani sering kali terabaikan.

“Nutrisi jiwa sama pentingnya dengan nutrisi badan. Jiwa yang sehat akan melahirkan hati yang hidup, dekat dengan Allah SWT, mencintai kebenaran, serta menjauhi kemaksiatan,” ujarnya.

Hendri menjelaskan, cara pertama memberi nutrisi kepada jiwa adalah dengan memperbanyak mendengarkan Al-Qur’an, baik melalui bacaan sendiri maupun murottal. Ia mengajak insan BMI untuk membiasakan mengisi waktu luang dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, termasuk saat berada di perjalanan.

“Jadi, kita dengarkan Al-Quran sebanyak-banyaknya. Misalnya, kalau kita di mobil, daripada kita dengarkan lagu dangdut, kita putar murottal Al-Quran. Jadi, bayangkan kalau kita 1 jam, 2 jam di mobil, maka 1 jam kita mendengarkan murottal, 2 jam kita mendengarkan murottal. Ini akan membuat hati kita hidup” terangnya.

Menurutnya, kebiasaan mendengarkan Al-Qur’an akan membuat hati semakin hidup, semakin dekat kepada Allah SWT, serta memperkuat kecintaan terhadap kebenaran.

Cara kedua adalah menghadiri majelis-majelis zikir, yang dimaknainya sebagai forum-forum ilmu dan kajian Islam. Melalui majelis ilmu, seseorang akan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam sehingga mampu mengamalkannya dengan penuh keyakinan, bukan sekadar mengikuti kebiasaan.

Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 30 yang menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang selaras dengan fitrah manusia. Dengan memahami ajaran Islam secara benar, seseorang akan merasakan ketenangan dan kedamaian hati karena menjalankan agama sesuai fitrah yang telah Allah tetapkan.

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ ۝٣٠

“Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam sesuai) fitrah (dari) Allah yang telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (tersebut). Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Al-Qur’an Surat Ar-Rum Ayat 30)

Selanjutnya, nutrisi jiwa juga diperoleh melalui munajat kepada Allah SWT dalam kesendirian, seperti saat melaksanakan salat tahajud, berzikir, maupun memperbanyak istighfar. Menurut Hendri, momen-momen tersebut menjadi sarana untuk menghidupkan hati dan mempererat hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Ia juga mengingatkan hadis riwayat Ibnu Hibban yang menyebutkan bahwa sebaik-baik amal di sisi Allah adalah ketika seseorang meninggal dunia dalam keadaan lisannya senantiasa basah dengan zikir kepada Allah SWT.

Menutup tausiyahnya, Hendri mengajak seluruh insan Koperasi BMI Group untuk mulai memberikan perhatian yang sama terhadap kesehatan jiwa sebagaimana perhatian terhadap kesehatan fisik.

“Jangan hanya memberi nutrisi kepada badan, tetapi berikan pula nutrisi kepada jiwa. Insya Allah, kita akan memiliki hati yang hidup, hati yang senantiasa bersyukur, dan terus istiqamah dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala,” pungkasnya. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *