Akademisi Risa Bhinekawati Percayakan Investasi dan Wakaf ke Koperasi Syariah BMI

Info ZISWAF

Bogor, Klikbmi.com:Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) kembali mendapat pengakuan dari kalangan akademisi dan praktisi nasional. Risa Bhinekawati, PhD, dosen dan pakar pembangunan berkelanjutan, menyatakan kepercayaannya terhadap BMI sebagai lembaga ekonomi rakyat yang mampu mengelola dana secara amanah, berkelanjutan, dan berdampak sosial luas.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Baca juga: https://klikbmi.com/risa-bhinekawati-menemukan-surga-di-dunia-lewat-koperasi-syariah-bmi/

Dalam dialog bersama Andi, Manajer ZISWAF Koperasi Syariah BMI, Risa mengungkapkan bahwa keputusannya menjadi anggota BMI berawal dari kebutuhan akademik, namun berkembang menjadi keyakinan moral dan ideologis.

“Saya melihat langsung bagaimana BMI bekerja di akar rumput. Ini koperasi yang benar-benar melayani, bukan sekadar lembaga simpan pinjam,” ujar Risa.

Risa Bhinekawati (kanan / kerudung hijau) mengikuti kegiatan Rembug Pusat Koperasi Syariah BMI

Sebagai akademisi yang meneliti modal sosial dan pembangunan berkelanjutan, Risa menilai praktik BMI sejalan dengan prinsip sustainable development, di mana dana anggota diputar untuk membebaskan masyarakat dari rentenir, meningkatkan kapasitas usaha mikro, dan memperkuat kemandirian ekonomi.

Risa menilai kekuatan utama BMI terletak pada partisipasi anggota. Menurutnya, koperasi akan tumbuh sehat ketika anggota yang memiliki kelebihan dana bersedia menitipkan modal, sementara penerima pembiayaan menjaga amanah dengan tanggung jawab.

“Yang punya membantu yang belum punya, yang dibantu tahu diri. Itu esensi koperasi, rakyat bantu rakyat” katanya.

Tak hanya sebagai anggota simpanan, Risa juga aktif mendukung program wakaf dan infak BMI, mulai dari sawah wakaf produktif, pembangunan masjid, rumah sakit dan sekolah islam gratis atau bayar seikhlasnya, ambulans gratis, Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) hingga program pendidikan bagi anak-anak anggota. Bersama suaminya, Ikong, Risa bahkan merencanakan agar dana yang dikelola BMI kelak menjadi wakaf abadi. “Harapannya, setelah kami wafat, manfaatnya tetap mengalir,” kata Ikong.

Risa dan suaminya Ikong / Adhyasa Yutono saat ditemui tik redaksi klikbmi.com di kediamannya daerah Sentul, Bogor. 

Risa menegaskan bahwa koperasi yang sehat dan amanah adalah fondasi ketahanan ekonomi bangsa. “Indonesia tidak akan rapuh jika koperasinya kuat dan dikelola dengan benar,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, mengatakan bahwa model tersebut memang menjadi fondasi utama BMI sejak awal berdiri.

“Kami percaya bahwa koperasi harus menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat. Dana anggota kami putar untuk membangun kemandirian, bukan ketergantungan. Inilah semangat rakyat bantu rakyat, sesuai dengan visi Ibu Risa” tegas Pria yang karib disapa Kambara itu.

Pembaca setia redaksi klikbmi dapat menyalurkan dana Ziswafnya lewat barcode berikut.

Kambara menambahkan bahwa dukungan anggota seperti Risa menjadi energi moral bagi BMI untuk terus memperluas dampak sosial. “Ketika anggota berwakaf dan berinfak melalui koperasi, maka koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tapi juga gerakan sosial dan peradaban,” ujarnya. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *