Tangerang. Klikbmi.com: Tangis haru pecah di sudut kecil Kampung Rawa Lumpang, RT 03, RW 03, Kelurahan Selembaran, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis, 17 Juli 2025. Saroh, janda berusia 65 tahun itu, tak kuasa membendung air mata saat menerima kunci rumah barunya.
Dengan suara parau dan mata berkaca-kaca, ia mengucap syukur. Rumah itu bukan sekadar bangunan, tapi juga simbol harapan di masa senja. Saroh adalah penerima program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) ke-537 dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI). Kunci simbolis diserahkan langsung oleh Direktur Kepatuhan dan resiko Kopsyah BMI, Agus Suherman yang mewakili Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara.
“Terima kasih, Saya nggak pernah menyangka punya rumah sebagus ini,” ucap Saroh, pelan.
Di usia senjanya, Saroh kini bisa ibadah dan tidur lebih tenang, tanpa takut bocor atau dinding runtuh. Bagi Kopsyah BMI, ini bukan sekadar angka ke-537. Ini adalah cerita baru tentang harapan, yang ditulis dari kampung ke kampung di 100 cabang pelayanannya.

“Rumah Bu Saroh adalah rumah yang ke 537 dibangun Koperasi BMI untuk anggota dan non anggota,” terang Agus.
Dalam sambutannya, Agus Suherman menerangkan, Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) bukan sekadar aksi seremonial semata. Kopsyah BMI ingin menegaskan identitasnya sebagai koperasi modern yang menggabungkan nilai bisnis, sosial, dan spiritual dalam satu tarikan napas, HRSH menjadi bukti nyata bahwa koperasi tak sekadar soal bisnis simpan pinjam semata, tapi juga soal kemanusiaan dengan semangat gotong royong.
“Pembangunan HRSH untuk non anggota ini menelan dana mencapai Rp60 juta. lewat gotong royong bersama anggota dan berbagai pihak seperti Pantai Indah Kapuk2 (PT PIK 2) sebesar Rp30 juta, lalu infak anggota dan warga sebesar Rp6,3 juta, kemudian infak karyawan Cabang Kosambi sebesar Rp700 ribu dan sisanya sebesar Rp23juta berasal dari Kopsyah BMI” jelas Agus.

Agus juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan. “Ngutang harus sesuai kemampuan, Harus dilatih menabung dan jangan terjerat pinjol, judi online, yang bikin sengsara,” tegasnya.
Agus juga memaparkan berbagai program sosial Kopsyah BMI, seperti wakaf produktif, pembangunan masjid, rumah sakit, dan sekolah berbasis sedekah. Ia mengajak masyarakat untuk lebih aktif menabung dan beramal sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Termasuk program sosial seperti ambulans gratis dengan 11 armada, lengkap dengan driver, bahan bakar, dan e-toll yang ditanggung koperasi BMI. Kemudian Sanitasi dhuafa, Sanitasi Masjid Mushola dan Pesantren (Sanimesra), Sanitasi makam (Sanikam), Gerakan Seribu Sajadah dan Al Quran (Geser Dahan), khitanan massal dan santunan anak yatim.

Alhamdulillah Dari duit infak Rp1.000 yang dikumpulkan ibu-ibu anggota, hasilnya yakni rumah Bu Saroh,” paparnya,
Dalam kesempatan tu, Manajer ZISWAF, Andi yang didapuk sebagai MC membuka tanya jawab berhadiah membuat suasana serah terima semakin semarak dan bahagia.
Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan Pemerintah Provinsi Banten atas kiprah Kopsyah BMI yang terus konsisten membangun kesejahteraan masyarakat lewat program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH). Hal itu diungkapkan Asisten Daerah (Asda) Provinsi Banten, Komarudin, saat mewakili Gubernur Banten, Andra Soni,
“Terus terang, kami di Pemprov Banten sebenarnya malu. Pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat kecil seharusnya menjadi tanggung jawab kami. Tapi nyatanya, Kopsyah BMI yang lebih dulu bergerak dan lebih konsisten melakukannya,” ujar Komarudin.

Menurut Komarudin, apa yang dilakukan Kopsyah BMI bukan sekadar kegiatan sosial biasa. Sejak ia menjabat sebagai Pj Bupati Tangerang tahun 2019, ia sudah menyaksikan langsung program serupa yang digelar BMI. “Enam tahun lalu, saya sendiri menyerahkan rumah hibah BMI di Kecamatan Legok. Artinya, ini bukan program musiman, BMI memang konsisten bekerja untuk melayani anggota dan masyarakat bawah,” katanya.
Komarudin menilai, konsistensi itu tak lahir begitu saja, melainkan dibangun melalui sistem yang mapan, sesuai aturan, dan diterima masyarakat. “Kenapa BMI bisa konsisten? Karena mereka bekerja sesuai syariah, mengutamakan manfaat, baik bagi anggota maupun masyarakat. Visi mereka bukan hanya soal kesejahteraan dunia, tapi juga keselamatan dunia & akhirat.” Pungkasnya
Karena itu, Komarudin mengajak masyarakat Banten untuk turut mendukung Kopsyah BMI dengan cara sederhana: menjadi anggota, menabung, dan memperkuat koperasi.
“Kalau koperasi ini terus tumbuh, semakin banyak pula masyarakat kecil yang bisa merasakan manfaatnya,” pungkas Komarudin.

Ditengah gerimis yang menyiram Tanah Kosambi, acara ditutup dengan foto bersama, Saroh berdiri di tengah, dikelilingi para tetangga, Perwakilan Gubernur Banten dan Pemkab Tangerang, Pengurus serta pengelola Kopsyah BMI. Di tangan mereka, sebuah poster bertuliskan angka 537 diangkat tinggi-tinggi — angka yang menyimpan makna besar: rumah baru, hidup baru dan harapan baru. (Togar/Humas)
