Tangerang, klikbmi.com: Penyerahan rumah hibah siap huni (HRSH) ke-536 dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) di Sepatan Timur Kabupaten Tangerang pada Selasa, 15 Juli 2025, meninggalkan kesan mendalam bagi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Banten, Muhammad Yusuf. Dalam acara itu, Yusuf yang hadir mewakili Gubernur Banten, Andra Soni, memutuskan untuk langsung mendaftar sebagai anggota Kopsyah BMI.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
“Saya memang sudah lama mengenal Pak Kamaruddin Batubara sejak menjabat Kepala Bappeda. Setiap bertemu, selalu saja yang dibahas soal kesejahteraan masyarakat Banten,” ujar Yusuf dalam sambutannya, merujuk pada Direktur Utama Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara.
Yusuf mengaku selama ini merupakan anggota koperasi pegawai, namun baru kali ini tertarik menjadi anggota koperasi berbasis masyarakat. “Saya tinggal di Kedaung Timur Sepatan. Dan hari ini, rumah hibah BMI justru dibangun di rumah tetangga saya di Kedaung Barat. Mulai hari ini, saya resmi mendaftar jadi anggota Kopsyah BMI,” katanya, disambut tepuk tangan anggota dan tamu yang hadir.
Dalam sambutannya, Yusuf menyoroti pentingnya rumah layak huni sebagai parameter kesejahteraan. Ia menyebut Provinsi Banten masih membutuhkan sekitar 7.564 unit rumah layak seperti model HRSH Kopsyah BMI, sementara kemampuan pemerintah daerah saat ini hanya mencakup pembangunan sekitar 300 rumah per tahun.
“Karena itu, saya berharap program seperti HRSH bisa disinergikan dengan koperasi desa dan program gotong royong lainnya, termasuk lewat Koperasi Merah Putih,” ujarnya.
Yusuf juga mendorong para kepala desa untuk belajar dari pendekatan koperasi berbasis syariah seperti BMI, yang menurutnya tidak hanya fokus pada profit, tapi juga menjalankan fungsi sosial. Ia menyoroti keberhasilan Kopsyah BMI dalam menjalankan program-program sosial seperti bantuan sanitasi, air bersih, pendidikan, hingga rumah layak huni.
“Ini membuktikan bahwa koperasi bisa menjadi agen kesejahteraan sosial,” katanya.
Acara ditutup dengan momen simbolis saat Muhammad Yusuf mengisi formulir pendaftaran anggota Kopsyah BMI. Langkah itu sekaligus menandai dukungan pemerintah provinsi terhadap gerakan koperasi yang berpihak pada masyarakat lapisan bawah. (Togar/Humas)
