Dari Lapak Duren Hingga Cilok, Cara Irvi Menggapai Mimpinya Memiliki Rumah

Anggota Sukses

Tak Malu Disebut Tulang Punggung Keluarga, Anggota BMI Asal Pandeglang Ini Ajak Suaminya Usaha Bersama


وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Dan barangsiapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.” (Q.S As-Syura: 43).

PANDEGLANG – Jika dihitung, jenis dagangan Irvi Oktaria (32) mungkin ada 10 jenis. Mulai dari berjualan durian, sate usus, cilok, petai, kredit perabot rumah tangga hingga membantu warga di Desa Banyumas, Kecamatan Saketi, Pandeglang dalam pencairan bantuan pemerintah di bank terdekat. Semua dilakukan mulai dari subuh hingga malam hari. Luar biasa.

Saat azan subuh bergema, Irvi sudah bersiap di depan kompor untuk meracik sate usus dan cilok. Lalu di pagi hari, ia sudah berkeliling menjajakan dagangan sembari menagih angsuran kredit perabot rumah tangga dan sembako ke para tetangganya. Di siang hari, Irvi sudah bergegas ke lapak durennya di pinggir Jalan Saketi. Dan malam hari, ia kembali meracik bumbu cilok dan sate usus.

“Kalau siang hari, kadang ada tetangga yang ingin dibantu saya antarkan ke bank (pencairan bantuan), saya ikut turun,” jelasnya saat dihubungi Klik BMI, Minggu (15/8).

Ini hanya segelintir. Usaha musiman juga ia lakoni. Jika lebaran, ia sudah menjajakan ketupat ke para tetangganya. Dan jika musim buah-buahan, ia juga menawarkan rambutan dan duren ke pengguna jalan yang melintas di Jalur Malingping-Saketi.

Irvi merupakan salah satu contoh anggota Kopsyah BMI yang merintis usaha dan berjuang hingga mampu meningkatkan ekonominya saat ini. Tahun 2015, Irvi bukan siapa siapa, hanya seorang ibu rumah tangga. Kehidupan itu berubah setelah Ia bergabung menjadi anggota Kopsyah BMI Rembug Pusat Tangerang. Dan di tahun yang sama, ia juga membentuk Rembug Pusat BMI di Desa Mangung Jaya, desa sebelah tempat tinggalnya.

“Waktu itu pertama kali saya menerima pembiayaan dari Kopsyah BMI Rp 1,5 juta . Saya manfaatkan sebagai modal kerja untuk membeli berbagai bahan dagangan kayak cilok, sate usus, sama usaha makanan lainnya,” paparnya.

Cilok dan sate usus, salah satu usaha Irvi di Desa Banyumas, Kecamatan Bojong, Pandeglang, Banten.

Kini dari usaha kulinernya, ia bisa mencicil bahan bangunan yang ia dapat dari keuntungan dagangnya setiap hari. Mimpinya membangun rumah, ia pupuk setiap hari. Ibu tiga anak itu juga tak sungkan disebut tulang punggung keluarga saat suaminya menganggur. Baginya, mimpinya adalah membangun keluarga bersama-sama.

“Suami memang tak bekerja. Saat saya pergi keluar, suami mengasuh anak-anak saya. Tapi kami tetap bahagia. Alhamdulillah lancar pak, bisa mengangsur pembiayaan BMI, bisa ketemu Bapak Kamaruddin Batubara (Presdir Koperasi BMI) saat RAT (rapat anggota tahunan),” jelasnya.

Kini Irvi mengakses pembiayaan sebesar Rp 13,5 juta untuk membantu permodalannya. Irvi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Kopsyah BMI yang telah membantunya dan bekerjasama selama ini. Baginya, Kopsyah BMI tidak hanya memberikan pembiayaan, Irvi juga diajarkan pola menabung dan berinfaq setiap minggu.

Lapak durian Irvi di Jalan Raya Malingping-Saketi KM 17 Pandeglang

” Saya selaku pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada Kopsyah BMI khususnya Pak Kamaruddin yang selalu merespon dan mendukung usaha saya. BMI juga mendampingi usaha saya hingga berkembang pesat seperti sekarang. Kalau kita amanah menggunakan pembiayaan dari BMI, Insya Allah apa yang kita lakukan berkahm yang penting, kuncinya fokus dan sabar saja mas, ” jelasnya.

Sementara, Presiden Direktur Koperasi BMI, Kamaruddin Batubara mengapreasiasi anggota BMI yang terus fokus meningkatkan taraf ekonominya. Pria kelahiran Mandailing Natal 46 tahun silam itu mengatakan bahwa semangat Irvi harus ditularkan kepada seluruh anggota Koperasi BMI.

“BMI tak pernah lelah berjuang selama ini untuk mengangkat kesejahteraan anggota. Ibu Irvi ini salah satu contoh anggota yang tekun berusaha dan memanfaatkan pembiayaan dari Kopsyah BMI dengan tepat sehingga punya keinginan membangun rumahnya.  Diperlukan juga usaha yang tekun dan istiqomah, jangan berhenti sebelum sukses dan berhasil, Sukses ini harus ditularkan kepada anggota lainnya, harus sukses bersama sama, itu baru luar biasa,” jelasnya.

Kamaruddin Batubara juga mengajak seluruh anggota Koperasi BMI untuk selalu menabung lewat produk simpanan yang ada di Koperasi BMI. ” Mari kita sisihkan hasil usaha kita dengan menabung di Kopsyah BMI. Semangat menabung di Kopsyah BMI harus kita galakan, baik di simpanan wajib, simpanan sukarela, simpanan tamasya, simpanan umroh dan haji ataupun Deposito SiJaka di Kopsyah BMI, ” tandasnya.

(gar/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *