Di Serang, BMI Serahkan Rumah Gratis ke 321 dan 322 Untuk Lansia Sebatang Kara

BMI Corner

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah, limpahkanlah kecukupan kepada kami dengan rizqi-Mu yang halal dari memakan harta yang Engkau haramkan, dan cukupkanlah kami dengan kemurahan-Mu dari mengharapkan uluran tangan selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563)

Klikbmi, Serang – Komitmen BMI untuk menjadikan koperasi sebagai “rumah” bagi kebutuhan anggota dan juga masyarakat terus digelorakan lewat program rumah gratisnya. Hari ini, Kopsyah BMI menyerahkan dua hibah rumah siap huni (HRSH) ke 321 dan 322 di Kabupaten Serang.

Acara penyerahan kunci simbolis dihelat di Desa Tegalmaja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Selasa 9 November 2021. Sebagai catatan, total unit rumah yang telah dibangun BMI di Kabupaten Serang mencapai 58 rumah dan terus akan bertambah lagi. 

Presdir Koperasi BMI Kamaruddin Batubara bersama Camat, Danramil dan Kapolsek Kragilan menggunting pita penyerahan dua HRSH sekaligus, Selasa 9 November 2021.

Rumah gratis BMI yang ke 321 diberikan kepada Jumenah (64 tahun). Sudah dua tahun lamanya, Jumenah menjadi anggota BMI pelayanan Ciruas. Jumenah tinggal seorang diri di rumah berdinding bata yang sudah lapuk di makan usia. Meski bertembok semen, lantainya hanyalah tanah merah dengan atap genting yang bocor di sana-sini. Dengan penghasilan Rp 100 ribu per minggu, ia harus mencukup kebutuhan hidupnya sendiri meski kekurangan. Adapun total biaya HRSH untuk Ibu Jumenah bantuan penuh dari Kopsyah BMI sebesar Rp27 juta.

Sementara rumah gratis ke-322 diberikan kepada Supiah (60 tahun). Supiah adalah non anggota. Supiah bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu. Terkadang ketika ada penawaran kerja mendapatkan Rp 10 ribu – Rp20 ribu per hari, hanya untuk makan sehari-hari itupun kadang tak cukup.

Supiah tinggal seorang diri di rumah berdinding bilik di Desa Silebu, Kragilan. Atap genting rumahnya sudah lapuk termakan usia. Sekalipun demikian, Supiah tetap murah senyum dan tak lepas berdo’a dan bermunajat kepada Allah berharap diberikan hal yang layak diusia yang senja.

Kondisi rumah Jumenah di Desa Tegalmaja, Kragilan sebelum dibangun ulang oleh Kopsyah BMI.

Adapun total biaya HRSH yang didapatkan oleh Ibu Supiah sebesar Rp27 juta. Dengan rincian bantuan pihak keluarga dan tetangga sebesar Rp1 juta. Kemudian Plt Kades Silebu Rp 300 ribu, sementara sisa biaya pembangunan Rp 25,7 juta ditanggung oleh Kopsyah BMI.

”Terima kasih BMI, ibu-ibu yang ikut BMI terima kasih, sudah dibangunkan rumah bagi saya dan Ibu Supiah. Semoga apa yang dicita-citakan diijabah Allah SWT,” ujar Jumenah di sela acara tersebut.

Dalam sambutanya, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara memulai dengan pesan dari Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta yang juga tercantum di Pasal 33 UUD 1945. Bahwa seharusnya badan usaha di Indonesia adalah Koperasi. Koperasi yang dibangun dengan rasa kekeluargaan dan tolong menolong. HRSH untuk Jumenah dan Supiah adalah bentuk kepedulian BMI kepada anggota dan masyarakat.

Jumenah berfoto di depan rumahnya usai dibangun oleh Kopsyah BMI.

”Hibah rumah siap huni kepada Ibu Jumenah dan Supiah adalah bentuk cinta BMI kepada anggota dan keluarga kita di Tegalmaja dan Silebu, Kragilan ini. Karena kepedulian ini adalah Perintah Allah SWT di QS Al Maidah ayat 2, syariatnya melalui koperasi,” ujar pria yang karib disapa Kambara tersebut.

Di tambah lagi, sambung Kambara, spesifikasi pembangunan rumah gratis BMI luar biasa. Dindingnya full hebel, cat eksteriornya elegan, plafon gipsum, atap dengan rangka baja dan lantai keramik di semua sisi ruangan. Ukurannya pun disesuaikan karena keduanya hidup sendiri.

Supiah berfoto di depan rumahnya sebelum dibangun ulang oleh Kopsyah BMI.

”Rumah HRSH yang dibangun BMI lebih bagus daripada rumah saya waktu mengambil KPR di tahun 2007. Dan inilah rezeki bapak-ibu. Jadi kalau ada yang belum menjadi anggota BMI, rugi. Sementara yang sudah menjadi anggota, pahalanya ada dua. Pertama, berbahagia melihat tetanganya mendapat rumah gratis, dan berkontribusi dalam pembangunan rumah ini,” paparnya.

“Bapak Ibu ingat Surat At Thalaq ayat 2-3, Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Dia mencukupinya. Maka kita harus percaya ayat quran ini. Kita tidak tahu, Bu Jumenah dan Supiah berdoa dalam setiap salat malamnya meminta rumah yang layak dan Allah Ijabah,” ujarnya melanjutkan.

Supiah di depan rumahnya usai pembangunan HRSH Kopsyah BMI selesai.

Kamaruddin menyebut, dua pemimpin daerah di Provinsi Banten sudah menjadi anggota dan menabung di BMI. Salah satunya, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. ”Koperasi itu milik bersama. Koperasi BMI sudah memiliki hampir 300 ribu anggotanya dan 90 persen karyawan di BMI adalah anak anggota. Anggotanya Bupati Tangerang dan juga termasuk Bupati bapak-ibu semua, Ibu Tatu (Ratu Tatu Chasanah) yang sudah menyimpan di sini. Dan beliau jika dalam keadaan tidak sibuk atau tidak punya acara luar biasa hadir dalam acara penyerahan HRSH,” terang pria Kelahiran Batang Natal, Mandailing Natal, 46 tahun silam tersebut.

Di depan warga Desa Tegalmaja, Kambara mengajak warga yang belum menjadi anggota, untuk segera mendaftar. Karena kontribusinya langsung dirasakan anggota. Aktivitas usaha yang dilakukan Koperasi BMI secara nyata tidak hanya membantu anggota dalam memenuhi kebutuhannya. Yang jauh lebih penting, dengan model BMI Syariah yang menekankan peran dan dukungan anggota dapat mempersempit jurang kesenjangan ekonomi, termasuk membuat sejumlah program sosial lainnya.

Camat Kragilan Epon Anih Ratnasih menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada Jumenah dan Supiah dalam acara penyerahan HRSH ke 321 dan 322, Selasa 9 November 2021.

”BMI telah membangun 322 HRSH di seluruh pelayanan BMI (Banten dan Bogor Jawa Barat). ”Setiap tahun kita memberikan santuanan 1.000 yatim, pengobatan gratis, santunan dhuafa (sembako), sunatan massal bahkan saat ini BMI sedang menjaring anak anggota untuk masuk ke perguruan tinggi. Termasuk 90 lebih anak yatim dhuafa yang kami sekolahkan mulai dari SD, SMP dan SMA. Termasuk Beasiswa per anak Rp100 ribu untuk SD, Rp150 ribu untuk SMP dan Rp200 ribu untuk SMA. Dan ini yang ingin kita tunjukkan seperti itulah bermuamalah secara syariah dan BMI hadir untuk itu,” paparnya.

Acara penyerahan kunci secara simbolis disaksikan langsung Camat Kragilan Epon Anih Ratnasih, Danramil Kragilan Kapten Inf Sudarsono, Kapolsek Kragilan Kompol Andhi Kurniawan dan Kades Tegalmaja Muhammad Ichsan.  Sementara dari internal, Direktur Operasional Koperasi BMI Yayat Hidayatullah, Manajer ZISWAF Kopsyah BMI Casmita, Manajer Area 04 Andi dan Manajer Cabang Ciruas Iip Azipah.

Kades Tegalmaja Muhammad Ichsan dalam sambutannya menyampaikan setelah tahu tentang Kopsyah BMI selalu mengajak masyarakat untuk menjadi anggota. “Semoga setelah ini dari jumlah anggota 88 orang akan tumbuh berkali lipat setelah mengetahui bahwa BMI tidak hanya menyimpan, menabung saja sudah barokah apalagi berinfaq,” ujarnya membuka sambutannya.

Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara

”Sekali lagi, saya mengucapkan mengucapkan terima kasih kepada Kopsyah BMI yang telah membantu banyak masyarakat seperti memberikan rumah pada hari ini,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Camat Kragilan Epon Anih Ratnasih mengatakan, Koperasi BMI punya andil besar dalam mendukung Program Pemkab Serang dalam perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu). Dirinya pun mendorong BMI untuk ikut ambil bagian dalam pemulihan ekonomi mikro warganya.

”Kecamatan Kragilan ada 12 desa, tentunya kami mengharapkan kehadiran BMI di sana untuk mengangkat derajat kehidupan warga kami dengan kegiatan sosial dan pemberdayaan,” tandasnya.

(Togar Harahap/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.