Hati-Hati Dengan Banyaknya Keinginan Duniawi

Info ZISWAF

#Nasehat Dhuha# Rabu, 17 Maret 2021 | 26 Hari Menuju Ramadhan 1442 H | Oleh : Sularto

Klikbmi, Tangerang – Dunia memang menggiurkan, kita selalu diajak oleh setan untuk menikmati dunia ini dengan 3 keindahan. Harta, tahta dan wanita (pria). Tetapi kita harus hati-hati BMI Kliker, mencintai dunia  yang berlebihan dapat melalaikan. Aa Gym dalam satu ceramahnya mengingatkan bahwa ukuran dari kecintaan kita terhadap dunia adalah alo kita kejar Allah SWT suka atau tidak. Jika Allah SWT suka maka bisa kita lanjutkan. Jika Allah tidak suka maka bisa kita tinggalkan. Mencintai dunia secara berlebihan dapat memicu kesengsaraan serta kesibukan yang tiada berujung. Mencintai dunia kerap membuat seseorang menjadi lupa akan kodratnya sebagai seorang hamba. 

Nabi Muhammad SAW pernah berpesan sebagaimana yang ditegaskan dalam hadis riwayat Ahmad berbunyi: “Ya-bni Adam! Tafarrag li-ibadati amla’ shadraka ghinan wa asudda faqraka, wa in-lam taf’al mala’tu yadayka syuglan wa lam asudda faqraka.”  

Artinya: “Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepadaKu maka niscaya akan Aku penuhi dadamu dengan kecukupan serta Aku tutup kefakiranmu. Jika engkau tak melakukannya, maka akan kupenuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan tak akan Aku tutup kefakiranmu,”. 

Kesibukan dan rutinitas kadang membuat manusia terlupa untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ibnu Qayyim dalam kitab Mawarid al-Aman al-Muntaqa min Ighatsat al- Lahafan menjabarkan mengenai ciri-ciri orang yang diperbudak dunia.  

Ciri-cirinya antara lain tak lepas dari kesedihan yang membelenggu terus-menerus, keletihan berkelanjutan, dan kerugian yang tidak akan berujung. Penderitaan ini setidaknya bakal menemani pencinta dunia secara berlebihan akibat rusaknya iman yang bermuara pada rusaknya akal.  

Dalam contoh sehari-hari, berapa banyak makanan dan minuman yang berserak dibuang akibat kemubaziran seseorang setiap harinya. Tak jarang makanan dan minuman itu dibeli bukan atas dasar kebutuhan fisik, melainkan karena nafsu untuk memenuhi gaya hidup duniawi. Hal ini berujung pada kerugian sebagaimana yang diterangkan Ibnu Qayyim.  

Makanan, atribut, gaya hidup, serta kekayaan yang melekat merupakan khayalan sesaat yang menggiurkan tentang dunia. Kesemuanya seakan ingin berlomba memberitahu manusia bahwa akhirat tidaklah penting untuk dicintai juga. Padahal, semua kembali ke diri kita masing-masing bagaimana menyikapi dunia. 

Melalui nasehat dhuha ini ijinkan saya mengajak jangan sampai keinginan dunia melalaikan kita. Mari perbanyak sedekah melalui Rekening ZISWAF KOPSYAH BMI : 7 2003 2017 1 (BNI Syariah)  a/n Benteng Mikro Indonesia. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.