Lebak-Banten, Klikbmi.com: Di usia yang tak lagi muda, Suarsih (59) menjalani hidup dalam sunyi dan keterbatasan. Perempuan asal Kampung Ciladaeun RT 02/01, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Lebak, Banten itu harus bertahan hidup seorang diri setelah anak semata wayangnya meninggal dunia. Sejak saat itu, hari-harinya dilalui tanpa pendamping, tanpa kepastian penghasilan, dan dengan kondisi rumah yang jauh dari kata layak.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Untuk menyambung hidup, Suarsih bekerja sebagai buruh pemecah bahan baku emas dengan upah Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per hari. Namun pekerjaan itu tidak datang setiap hari. Ada kalanya ia pulang tanpa membawa uang sepeser pun. Dalam kondisi sulit tersebut, kebutuhan makannya kerap dibantu oleh sang keponakan.
Di balik wajahnya yang tampak tegar, tersimpan perjuangan panjang seorang ibu yang harus menghadapi kerasnya kehidupan seorang diri. Rumah sederhana yang ditempatinya selama ini menjadi saksi bagaimana Suarsih bertahan di tengah keterbatasan.
Kondisi itulah yang mengetuk kepedulian Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia melalui program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH). Pada kegiatan peletakan batu pertama pembangunan rumah Suarsih di Cabang Cipanas, suasana haru begitu terasa ketika harapan baru mulai dibangun untuk perempuan lansia tersebut, Rabu 3 Juni 2026.

Terpisah, Presiden Direktur Koperasi BMI Group sekaligus Direktur Utama Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia, Kamaruddin Batubara menegaskan bahwa koperasi harus hadir menjadi solusi bagi masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.
“Koperasi tidak boleh hanya bicara soal usaha dan keuntungan. Koperasi harus hadir membawa kebermanfaatan. Hari ini kita menyaksikan lewat kegiatan peletakan batu pertama pembangun rumah ini, bagaimana gotong royong dan kepedulian diwujudkan untuk membantu Ibu Suarsih agar memiliki rumah yang layak dan kehidupan yang lebih baik nantinya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa program HRSH merupakan bentuk nyata dari semangat kemanusiaan dan solidaritas sosial yang terus dijaga oleh Koperasi BMI Group.
“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan koperasi benar-benar dirasakan masyarakat. Bahkan meskipun bukan anggota, ketika ada warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan, maka sudah menjadi tanggung jawab moral kita untuk membantu,” tambahnya.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri Sekretaris Camat Lebakgedong Dedi Setiawan, Kasi Kamtib Kecamatan Lebakgedong Aris, perwakilan Polsek melalui Kanit Yaya dan Bhabinkamtibmas Toro, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Desa Ciladaeun sekaligus Ketua RT 02/01 Sumarto, serta jajaran manajemen Koperasi Syariah BMI di antaranya Suhaemudin selaku Koordinator Manager Regional 03, Andi selaku Manager ZISWAF, dan Wahyudin selaku Manajer Kopsyah BMI Cabang Cipanas.
Di tengah prosesi peletakan batu pertama, Suarsih tampak mematung dengan mata yang berkaca-kaca. Rumah yang selama ini hanya ia impikan, perlahan akan mulai berdiri di hadapannya. Bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan hadir sebagai cahaya harapan baru bagi seorang ibu yang selama bertahun-tahun berjuang sendirian melawan kerasnya hidup. (Nur/Humas)
