Jangan Berputus Asa Dari Rahmat Allah

Edu Syariah

Nasehat Dhuha Minggu, 10 Oktober 2021 | 3 Rabiul Awal 1443 H | Oleh : Ust M. Reza Prima M.E

Klikbmi, Tangerang – Setelah mengetahui betapa luasnya rahmat Allah Ta’ãlã, maka seharusnya kita lebih bersemangat lagi untuk menggapainya dan jangan sampai berputus asa darinya. Sikap putus asa dari rahmat Allah inilah yang Allah sifatkan kepada orang-orang kafir dan orang-orang yang sesat. Allah Ta’ãlã berfirman:

قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلا تَكُنْ مِنَ الْقَانِطِينَ (55) قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلا الضَّالُّونَ

Mereka menjawab, “Kami menyampaikan berita gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa”. Ibrahim berkata, “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabb-Nya, kecuali orang-orang yang sesat”. [Q.S. Al-Hijr/15: 55-56]

Dalam ayat yang lain Allah Ta’ãlã juga berfirman:

يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Wahai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” [Q.S. Yúsuf/12: 87]

Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilãlí memberikan faidah untuk ayat di atas, “Oleh sebab itu, berputus asa dari rahmat Allah Ta’ãlã merupakan sifat orang-orang sesat dan pesimis terhadap karunia-Nya merupakan sifat orang-orang kafir. Karena mereka tidak mengetahui keluasan rahmat Rabbul ‘Alamin. Siapa saja yang jatuh dalam perbuatan terlarang ini berarti ia telah memiliki sifat yang sama dengan mereka, Lã Haula wa Lã Quwwata Illã Billãh.”

Selain itu, berputus asa dari rahmat Allah juga termasuk salah satu diantara dosa-dosa besar. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbãs radhiyallahu ‘anhu ia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الكَبَائِر، فَقَالَ: الشِرْكُ بِاللهِ، وَاليَأْسُ مِن رُوحِ اللهِ، وَالأَمْنُ مِن مَكْرِ اللهِ

“Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika ditanya tentang dosa-dosa besar beliau menjawab, Yaitu syirik kepada Allah, putus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari makar/azab Allah.” [H.R. Ibnu Abi Hatim. Hadis hasan]

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *