Kagumi Ekosistem BMI, Sri Untari Beri Empat Jempol untuk Kambara

Nasional

Bogor, Klikbmi.com: Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (SBW) Malang, Jawa Timur, melakukan studi visit ke Koperasi BMI Group pada 11–12 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pemahaman mengenai tata kelola koperasi secara nyata, sekaligus mempelajari penerapan spin off koperasi yang dikembangkan Koperasi BMI Group.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

baca: https://klikbmi.com/sri-untari-dibuat-penasaran-koperasi-sbw-jatim-belajar-spin-off-dan-spin-out-ke-bmi/

Rombongan dipimpin langsung Ketua Umum Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita Malang, Dr. Sri Untari Bisowarno, dan disambut Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, serta Direktur Keuangan Koperasi Syariah BMI, Makhrus.

Sri Untari dan Tim mengunjungi Kawasan Wisata Bukit Manik Indonesia milik Koperasi BMI Group.

Pada hari pertama, rombongan mendapatkan pemaparan mengenai konsep dan praktik spin off yang diterapkan BMI. Kamaruddin Batubara yang karib disapa Kambara itu menjelaskan bagaimana pengembangan koperasi dilakukan melalui pembagian fungsi usaha yang tetap berada dalam satu ekosistem koperasi.

Usai menerima materi, rombongan diajak melihat langsung aktivitas sejumlah unit usaha BMI, mulai dari kantor Koperasi Jasa BMI, Koperasi Konsumen BMI, hingga berbelanja di warung anggota BMI yang berada di lingkungan kantor pusat.

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kawasan Wisata Bukit Manik Indonesia untuk bermalam sekaligus melihat pengembangan unit usaha wisata yang menjadi bagian dari ekosistem BMI Group.

Pada hari kedua, rombongan mengunjungi Kantor Cabang Koperasi Syariah BMI Pamijahan. Di sana, Sri Untari turut mengikuti kegiatan Rembug Pusat, sebuah forum pertemuan anggota yang dilaksanakan secara rutin tiap minggunya untuk memperkuat interaksi, kedisiplinan, sekaligus memastikan kegiatan koperasi benar-benar berjalan bersama anggota.

Sri Untari bertemu Anggota Koperasi Syariah BMI pada kegiatan Rembug Pusat

Pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam bagi Sri Untari. Ia mengaku selama ini mengenal BMI dari berbagai pemberitaan dan komunikasi dengan Kambara dalam berbagai agenda perjuangan koperasi, termasuk pembahasan regulasi seperti RUU dan peraturan menteri. Namun, kunjungan langsung ke BMI membuatnya melihat praktik koperasi tersebut secara lebih utuh.

“Saya sungguh terkesan dengan Koperasi BMI. Selama ini saya cuma baca di Majalah Peluang dan berdiskusi dengan beliau (menunjuk Kambara) ketika kita memperjuangkan beberapa kebutuhan koperasi Indonesia. Tapi saya belum pernah datang ke BMI. Kemarin saya datang dan hari ini saya menginap di Bukit Manik. BMI memang keren luar biasa,” ujar Sri Untari.

Menurutnya, kekuatan BMI tidak hanya terletak pada aktivitas bisnis koperasi, tetapi pada ekosistem yang dibangun untuk kepentingan masyarakat.

Ia menilai praktik tersebut sejalan dengan tujuan besar koperasi sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan dan pelaksanaan nilai keadilan sosial.

“Saya berharap masyarakat memahami BMI ini sebagai sebuah ekosistem yang dibangun oleh sebuah koperasi yang betul-betul membasiskan dirinya untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Sri Untari yang juga aktif dalam pembinaan UMK di Jawa Timur melihat adanya kesamaan semangat antara koperasi yang dikembangkannya di Malang dengan BMI. Menurutnya, koperasi harus hadir atas inisiatif dan kesadaran untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kalau kita betul-betul melaksanakan koperasi dengan baik dan benar, praktiknya juga benar, itu mampu melaksanakan Pancasila sila kelima, keadilan sosial untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut BMI telah berkembang melampaui pengertian koperasi.

“Bagi saya, Koperasi BMI ini bukan sekadar koperasi, tapi sudah korporasi, korporasi koperasi. Itulah sesungguhnya mempercepat cara kita mensejahterakan rakyat,” ungkapnya.

Sri Untari dan tim diajak berkunjung ke Kantor Koperasi Syariah BMI Cabang Pamijahan dan mengikuti kegiatan Rembug Pusat di rumah Anggota.

Kekaguman Sri Untari semakin terlihat ketika mengikuti langsung Rembug Pusat bersama anggota Kopsyah BMI Cabang Pamijahan.

Dalam forum tersebut, ia melihat bagaimana anggota secara rutin bertemu, berinteraksi dan selalu membaca ikrar anggota yang menjadi bagian penting dalam kehidupan berkoperasi.

Salah satu ikrar tersebut adalah semangat membantu anggota apabila dalam kesulitan. Bagi Sri Untari, nilai tersebut menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya membangun hubungan ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Kalau dalam satu keluarga kampung begini kan enak ya, saling bantu,” tuturnya.

Ia juga menyoroti ikrar anggota untuk menggunakan pembiayaan Kopsyah BMI dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Dalam kunjungannya, ia melihat langsung anggota yang memperoleh pembiayaan untuk usaha angkutan.

Menurutnya, pembiayaan tersebut bukan sekadar penyaluran dana, tetapi menjadi instrumen produktif yang mendorong anggota bekerja dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Sri Untari dan tim menginap di Glamping Kawasan Wisata Bukit Manik Indonesia

Ikrar lainnya yang menarik perhatiannya adalah komitmen mendorong anak-anak untuk terus bersekolah.

Sebagai pihak yang juga berkecimpung dalam urusan pendidikan di Jawa Timur, Sri Untari menilai komitmen tersebut sangat relevan dengan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Saya ini Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur yang mengurusi sekolah. Ketika ada kalimat ini, saya langsung berpikir, BMI itu kalau di sana saya kasih penghargaan,” ujarnya.

Ia kemudian mengaitkan semangat tersebut dengan filosofi Jawa Timur, Jer Basuki Mawa Beya, yang menggambarkan bahwa keberhasilan membutuhkan usaha dan pengorbanan.

Menurutnya, komitmen BMI untuk mendorong anak-anak terus bersekolah merupakan bentuk nyata upaya koperasi membangun masa depan keluarga anggota.

Tak hanya pendidikan, Sri Untari juga mengapresiasi ikrar anggota mengenai kepemilikan WC dan sumber air minum yang sehat. Ia menilai program tersebut menyentuh persoalan dasar masyarakat yang kerap luput dari perhatian.

Termasuk mekanisme pembiayaan untuk pembangunan sarana sanitasi, kewajiban hadir dalam rembug dan membayar kembali pembiayaan setiap minggu. Menurutnya, pola tersebut menunjukkan kedekatan antara koperasi dan anggota sekaligus membangun kedisiplinan secara bersama-sama.

Dari seluruh rangkaian studi visit tersebut, Sri Untari berharap model BMI dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Ia mendorong agar semangat dan praktik baik BMI tidak hanya berkembang di Banten dan Jawa Barat, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat di Jawa Timur.

“Mari kita tebarkan manfaat BMI di Jawa Barat, bukan hanya di Banten, tapi juga di Jawa Barat semua, supaya warga-warga miskin di Jawa Barat bisa bergabung dengan BMI. Menurut saya, ibu-ibu masuk ke BMI itu sungguh tepat,” katanya.

Sri Untari juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran BMI, khususnya Kamaruddin Batubara yang menurutnya telah menunjukkan konsistensi dalam membangun koperasi berbasis masyarakat.

“Kalau jempol saya empat, keluar semua ini jempol saya. BMI ini keren banget, luar biasa,” ungkapnya.

Ia menutup kunjungan tersebut dengan menyebut pengalaman studi visit di BMI sebagai pembelajaran yang sangat berharga.

“Terima kasih banyak, Pak Kambara dan Pak Makhrus. Ini pengalaman bagi saya yang luar biasa,” tutup Sri Untari.

Kunjungan Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita Malang ini sekaligus memperlihatkan bahwa praktik koperasi BMI Group menjadi salah satu rujukan bagi koperasi lain yang ingin mempelajari tata kelola, pengembangan usaha, pemberdayaan anggota, hingga penerapan spin off dalam membangun ekosistem koperasi yang lebih kuat dan berkelanjutan. (Nur/Humas)

Bagi koperasi atau lembaga keuangan yang ingin melakukan studi tiru ke Koperasi BMI Group, dapat menghubungi Humas, Litbang dan Kelembagaan Koperasi BMI Group, Nurjannah Lubis, melalui WhatsApp 0822-6214-6531.

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *