Tangerang, klikbmi.com: Presiden Direktur Koperasi BMI Grup, Kamaruddin Batubara, resmi membuka Kick Off Pra-Rapat Anggota Tahunan (Pra-RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar serentak di 100 cabang pelayanan, Rabu 22 Oktober 2025. Acara berlangsung di Aula Yasriel Muttaqien, Kantor Pusat Koperasi BMI Group, Gading Serpong, Tangerang, dan disiarkan secara hybrid melalui Zoom Meeting.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Agenda ini menjadi langkah awal menuju pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2025 yang akan digelar pada 22 Januari 2026 di Istana Nelayan, Jatiuwung, Kota Tangerang.
Dalam sambutannya, Kamaruddin Batubara, yang akrab disapa Kambara mengawali dengan pengalaman inspiratifnya saat berkunjung ke Filipina dan China bersama Wapresdir Koperasi BMI Group, Radius Usman. Di Filipina atas undangan Water.org pada September lalu. Keduanya dibuat kagum oleh semangat para anggota koperasi Filipina yang begitu disiplin dan loyal.

Kambara menilai, sikap seperti itu menunjukkan kesadaran kolektif yang tinggi bahwa koperasi bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan wadah kebersamaan.
“Nilai kedisiplinan dan tanggung jawab itulah jati diri sejati anggota koperasi,” tegas Kambara.
Di RAT Tahun Buku 2025, Koperasi BMI Group mengusung tema “Koperasi Lahir dan Tumbuh dari Inisiatif Anggota.” Menurut Kambara, koperasi harus bergerak dari kesadaran dan partisipasi anggotanya sendiri, bukan karena dorongan dari luar.

Perjalanan Kambara dan Radius Usman berlanjut ke China, di negeri tirai bambu ini Keduanya memenuhi undangan resmi ke Kantor Pusat Vivo di Dongguan, Provinsi Guangdong, Tiongkok. Kunjungan dilakukan di kawasan industri Chang’an, Kota Dongguan, kawasan yang berdekatan dengan Shenzhen, salah satu pusat teknologi dan inovasi terbesar di dunia.
“Di China, kami ke Shenzen dan Chongqing, melihat langsung bagaimana industri lokal tumbuh pesat dengan dukungan penuh dari pemerintah. Semua kendaraan yang mereka gunakan, mulai dari BYD, Geely, hingga Denza, adalah buatan dalam negeri,” tutur Kambara.
Kambara mendengar dari warga lokal, bahwa harga produk di sana bisa sangat terjangkau karena pabrik otomotif dan industri teknologi mendapat subsidi besar dari negara.
“Inilah bukti nyata bagaimana pemerintah China mendorong kemandirian ekonomi dan kebanggaan terhadap produk nasional,” lanjutnya.
Kambara menekankan, pelajaran berharga dari kunjungan itu adalah semangat rakyat China untuk bangga dengan produk sendiri.
“Kita di Indonesia juga harus punya kebanggaan serupa. Anggota BMI harus bangga menggunakan dan memasarkan produk sesama anggota koperasi,” tegasnya.


Kambara juga menyinggung strategi China dalam membangun pariwisata domestik. Spirit yang sama kini diterapkan BMI melalui pengembangan Kawasan Wisata Bukit Manik Indonesia di Desa Gunungsari, Pamijahan, Bogor.
Destinasi di ketinggian 1.036 meter di atas permukaan laut itu kini populer dengan wahana seperti jembatan kaca, kafe KopiKop, jembatan warna-warni, dan glamping (glamour camping).
“Semua anggota koperasi BMI dapat diskon 10 persen untuk menikmati fasilitas wisata Bukit Manik,” ungkap Kambara.

Selain penguatan ekonomi, BMI juga aktif dalam program sosial. Hingga kini, BMI telah membangun 553 unit rumah gratis bagi anggota dan masyarakat dhuafa dengan nilai pembangunan Rp30–65 juta per unit.
Melalui program Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), Kambara mengajak seluruh anggota menumbuhkan semangat berbagi.
“Koperasi tidak hanya membangun ekonomi, tapi juga membangun kepedulian sosial,” ujarnya.
Kopsyah BMI kini mengelola 22 hektar lahan wakaf, di mana 14 hektar di antaranya berupa sawah produktif. Di atas tanah itu, koperasi berencana membangun masjid, rumah sakit, dan sekolah Islam.
“Kita berharap tahun ini makin banyak anggota menabung, berinfak, dan berwakaf melalui BMI. Karena di sanalah keberkahan bersama tumbuh,”tutupnya. (Togar/humas)

BMI maju dan berinovasi
KOPERASI BMI GRUP Pasti bisa lebih sukses dari China😎