Kambara Tekankan Hakikat Kemandirian Koperasi dalam Penyerahan HRSH Ke-555 di Sukadiri

Info ZISWAF

Tangerang, klikbmi.com: Sesi penyerahan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) ke-555 dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) kepada Suherman (54), suasana haru berubah menjadi penuh inspirasi saat rangkaian sambutan para tokoh disampaikan. Penyerahan rumah yang dibangun melalui kolaborasi Kopsyah BMI, PIK2, dan partisipasi keluarga ini kembali menegaskan bahwa nilai solidaritas dan pemberdayaan mampu menghadirkan kehidupan baru bagi masyarakat kecil.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Baca disini untuk membaca kisah Suherman dan melihat kondisi rumah sebelum dibangun ulang oleh Kopsyah BMI:

Dalam sambutannya, Presiden Direktur Koperasi BMI Group sekaligus Direktur Utama Kopsyah BMI, Kamaruddin Batubara (Kambara), menyampaikan pesan mendalam tentang makna sejati berkoperasi. Menurutnya, menjadi bagian dari koperasi bukanlah perkara mudah, karena membutuhkan keseimbangan antara kepentingan pribadi, kepentingan banyak orang, dan kepentingan umat.

Sambutan Kambara, Presiden Direktur Koperasi BMI Group

“Banyak masyarakat ketika mendengar kata koperasi, yang terbayang hanyalah pinjam uang. Padahal, berkoperasi itu jauh lebih luas. Menabung harus dipaksa, kalau tidak dipaksa tidak akan berjalan. Dalam koperasi ada filosofi supir dan kernet, pengurus menjadi kernet sekaligus sopir. Kalau pengelolanya masih terus melompat, itu tanda ia masih penumpang. Harus ada yang menjadi pionir,” ungkapnya.

Kambara menekankan bahwa kemandirian koperasi tidak akan lahir jika hanya bergantung pada simpan pinjam. Koperasi harus bergerak di sektor riil, membangun usaha, memperluas unit bisnis, dan memastikan anggotanya saling setiakawan. “Kalau koperasi sudah mandiri, maka anggotanya pun harus belanja di sektor usaha koperasinya. Itulah bentuk solidaritas, setiakawan dan kemandirian yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Ia juga mengaitkan semangat koperasi dengan ajaran agama, bahwa siapa yang taat kepada Allah akan dibukakan pintu rezeki yang tidak disangka-sangka. “Kita harus konsisten berjuang. Anggota Koperasi yang dulu rumahnya ngontrak, sekarang bisa punya kontrakan. Ini bukti bahwa kemandirian itu nyata jika dilakukan bersama-sama lewat Koperasi.”

Dokumentasi sambutan-sambutan dari tamu undangan dan Andi sedang mewawancara penerima manfaat

Kambara kemudian memberi contoh perjalanan Koperasi BMI Group yang bermula hanya dari simpan pinjam, namun kini telah berkembang ke berbagai sektor: wisata, jasa percetakan, jasa tour travel, bengkel, perdagangan di koperasi konsumen, hingga konstruksi. “Inilah potensi koperasi. Jika desa-desa memiliki koperasi yang aktif dan mandiri, maka pada akhirnya kita bisa menjadi bangsa yang mampu memproduksi apa pun, bangsa yang berdaulat, bangsa yang berjaya,” tegasnya. Ia pun menutup sambutannya dengan ajakan hangat: “Yang belum jadi anggota, silakan menjadi anggota koperasi. Bergabunglah, karena koperasi adalah rumah pemberdayaan. Mudah-mudahan kita jadi bangsa yang mandiri, sehingga kita bisa jadi penguasa pasar, dan kita bisa berjaya” Pungkas Kambara.

Sambutan penuh semangat juga disampaikan oleh Ahmad Jazuli, Sekretaris Kecamatan Sukadiri, yang mengapresiasi langkah Kopsyah BMI dalam menguatkan masyarakat melalui program HRSH. Menurutnya, bantuan ini bukan hanya membangun rumah, tetapi turut membangun harapan, kepercayaan diri, dan masa depan keluarga penerima.

Hal senada disampaikan Otong Sudrajat, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tangerang. Ia menegaskan pentingnya keberadaan koperasi yang sehat dan mandiri di tingkat desa untuk memperkuat ekonomi lokal. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan koperasi sebagai pilihan utama dalam kegiatan ekonomi dan pembiayaan.

Foto bersama saat sesi penyerahan bantuan, termasuk bantuan tongkat jalan untuk Suherman dan Filter Air Minum Nazava

Sementara itu, Erma Sudiarma, pejabat fungsional pengawas koperasi mewakili Dinas Koperasi Provinsi Banten, menyampaikan rasa bangganya melihat masyarakat semakin memahami manfaat menjadi anggota koperasi. “Terus terang, saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar koperasi. Karena dengan menjadi anggota, kita tidak hanya menabung, tetapi juga membantu sesama. Dari anggota, oleh anggota, untuk anggota. Itulah kekuatan koperasi,” ujarnya.

Rangkaian sambutan ini semakin meneguhkan bahwa penyerahan HRSH ke-555 bukan hanya momen seremonial, tetapi momentum penguatan nilai-nilai gotong royong, pemberdayaan, dan kemandirian ekonomi yang telah lama diperjuangkan Kopsyah BMI. Dengan kehadiran para tokoh pemerintah, unsur masyarakat, dan para pimpinan koperasi, acara ini menjadi bukti bahwa pembangunan masyarakat hanya dapat dicapai ketika berbagai pihak berjalan bersama, menggerakkan harapan, membangun masa depan. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *