Kesederhanaan Menjauhkan Dari Sifat Sombong

Edu Syariah

Nasehat Dhuha Sabtu, 2 Oktober 2021 | 24 Shafar 1443 H Oleh : Ust Fakhry Fadhil, S.Sy , M.H

Klikbmi, Tangerang – Tema kita hari adalah kesederhanaan menjauhkan dari sifat Sombong.  Salah satu penyebab maraknya korupsi di negeri kita ini adalah kegemaran sebagian orang terhadap kemewahan dan menggejalanya pola hidup konsumtif. Peluang untuk tampil lebih konsumtif sangatlah terbuka di sekitar kita. Peran media-media informasi baik elektronik maupun cetak, seperti tayangan televisi sering menjadikan standar hidup melampaui kemampuan finansial yang kita miliki.

Iklan-iklan tidak semuanya menyajikan keinginan akan kebutuhan primer, tapi lebih sering menyajikan kebutuhan-kebutuhan sekunder dan tersier yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dipenuhi. Kita tidak dilarang untuk memiliki barang-barang mewah yang sebenarnya kurang kita butuhkan, asal bukan untuk tujuan kemewahan.

Tampaknya, pola hidup sederhana harus dibudayakan kembali di masyarakat. Tak terkecuali di keluarga kita. Kalau orang tua memberikan contoh pada anak-anaknya tentang kesederhanaan, maka anak akan terjaga dari merasa dirinya lebih dari orang lain, tidak senang dengan kemewahan, dan mampu mengendalikan diri dari hidup bermewah-mewah.

Sederhana adalah suatu keindahan. Mengapa? Karena seseorang yang sederhana akan mudah melepaskan diri dari kesombongan dan lebih mudah merasakan penderitaan orang lain. Jadi, bagi orang yang merasa penampilannya kurang indah, perindahlah dengan kesederhanaan. Sederhana adalah buah dari kekuatan mengendalikan keinginan.

قُلْ يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لَا تَغْلُوا۟ فِى دِينِكُمْ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوٓا۟ أَهْوَآءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا۟ مِن قَبْلُ وَأَضَلُّوا۟ كَثِيرًا وَضَلُّوا۟ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. (Qs Al Ma’dah :77)

Dalam Islam, kaya itu bukan hal yang dilarang, bahkan dianjurkan. Perintah zakat bisa dipenuhi kalau kita punya harta, demikian pula perintah haji dan banyak kebaikan lainnya bergantung kepada kekayaan. Yang dilarang itu adalah berlebih-lebihan dan bermewah-mewahan. Saya tidak mengajak untuk miskin, tapi mengajak agar kita berhati-hati dengan keinginan hidup mewah.

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *