Kisah Inspiratif Jumat Berkah: Saat Tangan Kecil Membawa Cahaya

Edu Syariah

Tangerang, Klikbmi.com: Dalam Edisi Khusus Jumat Berkah kali ini, Koperasi BMI menghadirkan kajian inspiratif oleh Ustadz Mogayer Gamil Yahya (Muhammad Gunawan Yasni), Pengawas Syariah Koperasi Syariah BMI, bertajuk “Kesederhanaan Kebaikan”. Pesan yang dibawakan begitu menyentuh, mengingatkan seluruh insan, khususnya Karyawan Koperasi BMI Group bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari apa yang diterima, melainkan dari apa yang mampu diberikan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Manusia sering berpikir kebahagiaan itu ada pada apa yang ia terima, padahal hakikatnya kebahagiaan sejati justru ada pada apa yang mampu ia berikan kepada sesama,” ungkap Mogayer.

Dalam kajian tersebut, beliau mengangkat kisah seorang wanita desa bernama Aminah. Dengan kehidupan serba terbatas, Aminah tetap istiqamah menyisihkan sebagian hasil kebunnya untuk tetangganya, Nenek Fatimah, yang hidup sebatang kara. Saat Nenek Fatimah jatuh sakit, Aminah merawatnya dengan penuh kasih sayang, tanpa berharap imbalan atau balasan.

Tindakan Aminah yang sederhana itu justru membuka jalan datangnya pertolongan Allah, ketika seorang tabib kebetulan melintas dan memberikan pengobatan. “Ini bukti bahwa kebaikan sekecil apa pun, jika dilakukan dengan ikhlas, bisa menjadi jalan pertolongan Allah,” tutur Mogayer untuk kajian Jumat Berkah tersebut.

Tak hanya kisah Aminah, Mogayer juga menyinggung sosok Amir, seorang kakek yang setiap hari membersihkan masjid dengan sukarela. Ketulusannya menular kepada seorang anak bernama Rio, yang kemudian ikut membantu. “Kebaikan itu menular. Satu tindakan sederhana bisa menjadi sebab tumbuhnya generasi yang cinta amal sholeh,” ujar beliau, sebuah pesan nyata bahwa benih kebaikan sekecil apa pun mampu tumbuh menjadi amal berantai.

Kisah-kisah ini, menurut Mogayer, menjadi pengingat bahwa manusia sering meremehkan amal kecil, padahal di sisi Allah, kebaikan apa pun yang dilakukan dengan tulus akan dicatat sebagai amal besar. Dalam Edisi Khusus Jumat Berkah ini, Mogayer menekankan bahwa di era modern, manusia sering terjebak dalam perhitungan untung rugi. Padahal, Islam mengajarkan kebaikan sebagai aliran tanpa batas. “Bahkan senyum tulus atau sapaan ramah pun bisa menjadi amal besar di sisi Allah,” ujarnya.

Menguatkan pesan tersebut, beliau mengutip hadis Rasulullah ﷺ: “Barangsiapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, niscaya Allah akan melepaskan satu kesusahan darinya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang dalam kesulitan, niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat…” (HR. Muslim).

Tak hanya itu, beliau juga mengingatkan perkataan ulama besar tabi’in, Al-Hasan al-Bashri rahimahullah: “Aku menunaikan kebutuhan saudaraku sesama muslim lebih aku sukai daripada melakukan iktikaf selama satu tahun.”

“Perkataan ini memberi kita pemahaman, bahwa nilai kebaikan sosial di mata Allah sangat agung. Bahkan amal ibadah individual bisa kalah nilainya dibanding amal yang memberi manfaat langsung kepada orang lain,” jelasnya.

Mogayer menyoroti bahwa kehidupan modern sering menjerumuskan manusia dalam lingkaran materialisme. Orang sibuk menghitung, menimbang, dan membandingkan, hingga lupa bahwa kebaikan sejati justru tidak mengenal hitungan.

“Cobalah mulai dari hal paling kecil. Sapa tetangga dengan ramah, dengarkan keluh kesah teman, atau bantu membersihkan lingkungan. Itu semua bisa menjadi investasi abadi yang kembali kepada kita dengan cara yang tak terduga,” pesannya.

Nilai kesederhanaan kebaikan ini juga sejalan dengan prinsip Koperasi BMI yang menekankan solidaritas, kepedulian sosial, dan tolong-menolong. Melalui berbagai program seperti hibah rumah, layanan kesehatan, hingga pembiayaan syariah, Koperasi BMI berusaha menanamkan semangat berbagi sebagai wujud nyata dari nilai Islam.

“Prinsip koperasi bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang membangun kebersamaan dan kepedulian. Inilah bentuk modern dari kebaikan sederhana yang diajarkan Islam,” tambah Mogayer.

Mengakhiri kajiannya, Mogayer mengajak seluruh Insan Koperasi BMI Group untuk tidak menunggu kaya untuk berbagi, tidak menunggu lapang untuk menolong, dan tidak menunggu kesempatan besar untuk berbuat baik.

“Setiap detik adalah peluang untuk menanam kebaikan. Jangan pernah remehkan amal kecil. Karena setetes air yang kita berikan bisa menjadi sumber kehidupan bagi yang membutuhkan. Jadilah bagian dari rantai kebaikan, karena dunia ini akan lebih indah jika kita saling berbagi,” pungkasnya.

Melalui Edisi Khusus Jumat Berkah (19/9) ini, Koperasi BMI mengingatkan kembali bahwa hakikat hidup bukanlah pada seberapa banyak kita mengumpulkan, melainkan pada seberapa banyak kita memberi dan menebar keberkahan. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *