Ponsel Vivo Jadi Jalan Jenab, Seorang Pedagang Pecal Bergabung dengan Koperasi BMI

Anggota Sukses

Serang, klikbmicom: Dari sebuah kampung kecil di Desa Jawilan, Serang, Banten, muncul kisah inspiratif tentang keteguhan hati seorang ibu bernama Jenab (60). Sehari-hari ia berjualan pecel sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Meski suaminya bekerja sebagai buruh dan memiliki lima orang anak, tiga sudah berkeluarga dan dua masih bersamanya, Jenab tidak pernah berhenti bermimpi agar dagangannya bisa lebih maju.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Langkah besar ia ambil ketika memutuskan ingin membeli sebuah HP Vivo Y19s Pro melalui pembiayaan Mikro Multi Guna (MMG) di Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) Cabang Jawilan. Ponsel senilai Rp2,6 juta itu bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jembatan menuju perubahan hidup.

“Dengan HP itu, nantinya saya bisa motret pecel saya, posting di media sosial, dan terima pesanan lewat online. Agar pelanggan bukan hanya dari kampung saya sendiri, tapi juga dari desa sebelah,” tutur Jenab penuh harap.

Ia merasa, dengan memanfaatkan teknologi, warung pecel Jenab akan semakin dikenal. Berharap pesanan akan datang silih berganti, semakin besar dan dapat membantu menambah penghasilan keluarga. Keberanian mencoba hal baru itu membuatnya menjadi contoh nyata bahwa inovasi bisa lahir dari kampung kecil sekalipun bahkan dari seorang ibu berusia senja yang pantang menyerah tersebut.

Sumber: Foto Jenab dari Promotor Vivo saat menerima pembiayaan HP Vivo dengan berbagai hadiah lainnya (diproduksi menggunakan Artificial Intelligence)

Menariknya, Jenab baru resmi menjadi anggota Kopsyah BMI pada saat berniat membeli HP Vivo lewat Koperasi BMI. Ini merupkan pembiayaan pertama yang Ia akses. Keputusannya bergabung tidak lepas dari keyakinan bahwa koperasi syariah bisa menjadi mitra terbaik bagi masyarakat kecil yang ingin berkembang.

“Kami sangat mengapresiasi semangat Jenab. Beliau adalah contoh anggota baru yang memanfaatkan fasilitas pembiayaan untuk usaha produktif,” ujar Riat Manajer Kopsyah BMI Cabang Jawilan.

Kisah Jenab menunjukkan bahwa teknologi, bila dipadukan dengan semangat dan dukungan lembaga keuangan syariah, dapat membuka jalan baru bagi kesejahteraan keluarga. Dari sebuah kampung di Pasir Huni, semangat perubahan itu kini mulai menyebar. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *