Menyantap Lezatnya Iga Bakar Benteng KRB, Dagingnya Lembut, Bumbunya Maknyos

BMI Corner

TANGERANG– Selain disuguhkan sebagai sop, iga juga sangat nikmat disajikan dalam bentuk iga bakar. Wajar jika Kafe Rindoe Benteng (KRB) menyuguhkan iga bakar sebagai menu andalannya. Namanya pun tak lepas dari ciri khas Tangerang, Iga Bakar Benteng KRB. Dagingnya lembut membuat bumbu meresap dengan sempurna.

Menu KRB Diserbu Go Food, Selengkapnya baca di : Kopi Rindoe Benteng Diserbu Pemesan Online Lewat Go Food

Hal itulah yang membuat Wakil Presiden Direktur Koperasi Benteng Mikro Indonesia (BMI) Radius Usman betah berlama-lama di kafe yang terletak di Kawasan Gerai Tangerang Gemilang, Desa Bojong, Cikupa, Tangerang itu. Alumni IPB University itu mengaku daging iga bakar Benteng KRB yang gurih sangat pas disantap dengan pedasnya sambal perasan lemon dan nasi putih yang panas.

”Rasa iga nya maknyus. Saat menggigit dagingnya, anda bisa merasakan bagaimana kelembutannya. Cara penyajiannya pun sangat pas. Lengkap dengan sup dan sambal. Ini benar-benar daging iga yang terenak di muka bumi,” tuturnya saat ditemui disela makan siangnya di Kafe Rindoe Benteng, Rabu (6/1) siang.

JOSS: Wakil Presiden Direkur Koperasi BMI Radius Usman (dua dari kanan) berfoto bersama anggota BMI usai menyantap Iga Bakar Benteng di Kafe Rindoe Benteng, Kawasan Gerai Tangerang Gemilang Jalan Raya Serang, Cikupa Tangerang, Rabu (6/1) siang.

Wapresdir BMI juga menyebut kombinasi sambal bawang dan kecap manis bikin iga bakar ini tak mau berhenti ngunyah. Apalagi dimakan bersama nasi putih. Mantul!

Testimoni pengusaha Beras BMI selengkapnya baca di: Nurhaya : Bisnis Beras BMI Berkah Dan Menguntungkan

Iga bakar menjadi salah satu menu yang paling difavoritkan kafe yang dikelola Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI). Bahkan, pecintanya bukan hanya dari Tangerang, namun para anggota dan karyawan Koperasi BMI dari luar Tangerang rela datang hanya untuk mengobati kerinduannya menyantap Iga Bakar yang disuguhkan KRB.

”Di hari biasa, minimal 9 porsi iga bakar ini habis, saat weekend tentu belasan porsi minimal yang keluar,” ujar General Manager Kopmen BMI Sondari.

Sondari menuturkan, bahan Iga Bakar di KRB sendiri tentunya mengunakan daging iga sapi yang fresh setiap harinya. Iga yang dipilih harus banyak dagingnya, dan sedikit lemak (gajih). Ini dilakukan agar proses pembuatan hingga penyajian bisa dilakukan dengan cepat.

MENGUGAH SELERA: Iga Bakar Benteng KRB disajikan dengan baluran kecap manis dan sambal, menggoyang lidah bukan?

Sondari juga merinci proses pembuatannya. Pertama, daging iga sapi pilihan disiapkan dan direbus bersama bumbu rahasia khas KRB juga beragam rempah. Proses perebusan dilakukan kurang lebih 3 jam, sehingga bumbu benar-benar meresap. Proses pembumbuan dilakukan sebanyak tiga kali, yakni pada saat perebusan, pembakaran dan penyajian.

Dapat Inspirasi dari BMI, Desa di Lebak siap Hijab Berjamaah, selengkapnya baca di: Terinspirasi Koperasi BMI, Kang Busro Programkan Sindangsari Berhijab

Kemudian daging iga yang sudah direbus dengan bumbu khusus tersebut dibakar. Di saat pembakaran, iga juga diolesi bumbu rahasia. Sebelum disajikan, iga terlebih dahulu diolesi bumbu sambal kecap lengkap dengan irisan bawang merah, cabai dan tomat. Satu porsinya berisi dua potong iga bakar yang menggoyang lidah.

MAKNYOS: Jangan sampai kehabisan, Iga Bakar Benteng tersedia mulai pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB di Kafe Rindoe Benteng, Kawasan Gerai Tangerang Gemilang, Jalan Raya Serang, Desa Bojong, Cikupa, Tangerang.

“Proses masak yang mencapai 3 jam inilah yang membuat iga bakar kami sangat lembut dan mengeluarkan cita rasa khas karena bumbu yang meresap terasa disetiap gigitannya,” terangnya.

“Untuk semua daging di sini, kami sangat concern dari segi higenis, porsi, dan kualitas. Seperti iga sapi, kami memilih supplier yang tidak asal pilih. Bisa dilihat daging iga di KRB lebih superior dari tempat lain,” tambah Sondari.

Koperasi Butuh Inovasi dari Para Milenial, selengakapnya baca di: Koperasi BMI Ajak Generasi Milenial Dan Gen-Z Majukan Ekonomi

Salah satu karyawan KRB Rizky Maulana mengatakan, Dalam satu porsi iga bakar yang dibanderol dengan harga Rp50 ribu ini sudah berisi nasi dan sop. Termasuk sambal dan jeruk lemon sebagai tambahan rasanya. Ia juga merekomendasikan, iga bakar semakin nikmat saat disuguhi bersama teh lemon yang bisa dibeli di KRB. ”Harganya yang terjangkau membuat pelanggan betah berlama-lama di sini,” ujar lajang alumni International Profesional Institute (IPI) Sukabumi jurusan Perhotelan tersebut.

BERKELAS NAMUN TERJANGKAU: Hanya dengan Rp50 ribu, iga bakar benteng KRB siap dinikmati lengkap dengan nasi dan sop. Mantul!

Selain mantul, pembayarannya di KRB pun sangat mudah. Bagi anggota cukup lewat aplikasi Do BMI baik dengan saldo cash atau saldo poin di akunnya. Selain itu, anggota yang sudah memakai Kopsyah BMI Mobile juga dimanjakan dengan tarik tunai simpanan sukarela di Kafe Rindoe Benteng. Jadi jangan khawatir, jika kehabisan uang cash. (gar/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.