Menyelamatkan Ekologi, Menguatkan Ekonomi: Benchmarking Koperasi IKA Dibawah Bimbingan IPB University ke Koperasi BMI

Nasional

Tangerang, Klikbmi.com: Koperasi BMI Group kembali mendapat kepercayaan sebagai mitra belajar dalam penguatan kelembagaan koperasi di Indonesia. Kali ini, Koperasi BMI menerima kunjungan dari Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University bersama Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB serta Koperasi Inti Konservasi Alam (IKA) Kampung Cibulao, Megamendung, Bogor, Kamis (26/9), di Aula Yasril Muttaqien, Kantor Pusat Koperasi BMI.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Makhrus dan Casmita menyambut tamu kunjungan di Aula Kantor Pusat Koperasi BMI.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, yang diwakili oleh Makhrus selaku Direktur Keuangan dan Casmita Direktur Bisnis dan Pemberdayaan. Dari P4W hadir Kepala Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB Prof. Alla Asmara, serta sejumlah peneliti dan pendamping, bersama pengurus serta anggota Koperasi IKA yang sejak 2014 menjadi wilayah binaan P4W IPB.

Arief Rahman, Ketua Rombongan P4W, menuturkan bahwa program pemberdayaan masyarakat di kawasan Puncak, khususnya Kampung Cibulao, tidak bisa dilepaskan dari isu ekologi dan ekonomi. “Kami mempraktekkan menanam kopi di hutan yang menghadapi tekanan besar, seperti pencurian kayu dan alih fungsi lahan menjadi kebun sayur. Namun ternyata kopi mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menyelamatkan ekologi,” ungkapnya.

Prof. Alla Asmara (kiri) Ketua Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB dan Arief Rahman dari P4W IPB (kanan)

Upaya tersebut membuahkan hasil. Kopi Cibulao bahkan pernah meraih penghargaan juara 1 sehingga meningkatkan animo masyarakat untuk menanam kopi. Setelah satu dekade mendampingi kelompok tani, tahun ini P4W bersama Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB memperluas pendampingan ke ranah kelembagaan koperasi. Koperasi IKA kini tengah memperkuat tata kelola khususnya di bidang akuntansi agar kepercayaan yang diberikan dapat dikelola secara amanah dan profesional.

“Kami hadir ke Koperasi BMI karena sistem akuntansi dan manajemen kelembagaannya sudah terbukti rapi, transparan, dan diakui secara nasional. Benchmarking ini penting agar Koperasi IKA dapat menunaikan kepercayaan Unit Wakaf IPB dengan baik,” tambah Arief.

Inisiatif kolaborasi ini ditopang oleh kerjasama antara Koperasi IKA, P4W IPB, dan Unit Wakaf, di mana dana wakaf yang dititipkan akan diputarkan dalam usaha produktif berbasis komunitas.

Foto bersama usai menerima materi

Acara turut dihadiri oleh tim P4W lainnya, yakni Erlin Hernila, Yuri Ardhya Stanny, dan Piranti Dwi Fauziah. Dari Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB hadir Nisrina Sausan B, serta petani sekaligus anggota Koperasi IKA, Dasminto dan Yusuf R.

Dengan kunjungan ini, Koperasi BMI kembali membuktikan perannya sebagai laboratorium sosial-ekonomi yang mampu menginspirasi dan menjadi rujukan penguatan kelembagaan koperasi di Indonesia. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *