Tangerang, Klikbmi.com: Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) menggelar Rapat Koordinasi Top Manajemen di Aroem Resto & Ballroom, Serpong, Senin (6/7). Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi sekaligus ruang untuk menyerap aspirasi seluruh jajaran pimpinan dalam merumuskan langkah-langkah strategis guna memperkuat kinerja organisasi di masa mendatang serta mewujudkan visi dan misi Koperasi Syariah BMI.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Rapat koordinasi dihadiri oleh pengurus, pengawas, manajer cabang, manajer regional, manajer pusat, hingga jajaran top manajemen. Forum tersebut menjadi wadah penyampaian gagasan, masukan, dan evaluasi dari para manajer cabang sebagai kepanjangan tangan pengurus di 100 kantor cabang Koperasi Syariah BMI, sehingga setiap kebijakan yang diambil dapat selaras dengan kebutuhan di lapangan.

Presiden Direktur BMI Group sekaligus Direktur Utama Koperasi Syariah BMI, Kamaruddin Batubara, memimpin sesi dialog dengan mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan peserta. Menurutnya, setiap tantangan harus dihadapi dengan optimisme dan semangat untuk terus melakukan perbaikan.
“Selalu ada harapan di hari esok,” ujar Pria yang akrab disapa Kambara itu.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, perkembangan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) tidak akan optimal apabila masyarakat masih dihadapkan pada maraknya praktik judi online dan pinjaman online yang memberikan dampak negatif bagi kehidupan sosial maupun ekonomi.
Sementara itu, Ketua Pengawas Koperasi Syariah BMI, Harisman, menutup rangkaian rapat koordinasi dengan menyampaikan penguatan nilai-nilai kepemimpinan yang bersumber dari Al-Qur’an. Menurutnya, setiap insan BMI perlu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan amanah dan membangun budaya organisasi.
Ia menjelaskan bahwa Surat Yusuf mengajarkan ketahanan mental dalam menghadapi berbagai ujian, Surat Hud mengajarkan integritas di tengah krisis, Surat Yunus mengajarkan pentingnya berpikir kritis, sedangkan Surat At-Taubah mengajarkan budaya organisasi yang sehat sekaligus memperkuat tanggung jawab sosial.

Harisman juga mengingatkan agar orientasi bekerja di Koperasi Syariah BMI tidak semata-mata berfokus pada pencapaian duniawi.
“Jangan sampai dunia menjadi tolak ukur bekerja di BMI. Artinya, sukses secara materi tetapi jauh dari Allah SWT,” pesannya.
Ia kemudian membagikan empat kebiasaan yang perlu diterapkan oleh seluruh insan BMI, yakni mengawali hari dengan niat dan doa sebagai bentuk koneksi kepada Allah SWT, melakukan klasifikasi data pada siang hari, menutup aktivitas dengan evaluasi dan rasa syukur pada sore hari, serta membiasakan tabayyun sebelum mengambil keputusan.
Menutup kegiatan, Kambara mengajak seluruh insan BMI untuk semakin tunduk dan taat kepada Al-Qur’an dan Al-Hadis dalam setiap langkah perjuangan organisasi.

“Apa pun yang selama ini belum kita lakukan, mulai hari ini harus kita lakukan. Kita berjuang bersama-sama, sekarang kita harus bergerak seperti orang yang kepepet. Orang yang kepepet pasti akan mencari jalan. Dengan semangat itu, insya Allah kita akan mampu menghadirkan berbagai kebaikan bagi koperasi, anggota, dan masyarakat,” tutupnya. (Nur/Humas)
