Rumah Gratis Kopsyah BMI Untuk ODGJ Asal Mauk Tangerang

Edu Syariah

Nasehat Dhuha  Senin, 4 April 2022| 2 Ramadhan 1443 H | Oleh : Ustadz Sarwo Edy, ME

Marhaban Ya Ramadhan 1443 H,

Saat ini kita telah berada di Bulan Suci Ramadhan 1443 H. Bulan penuh keberkahan. Bulan Ramadhan adalah saat yang tepat untuk setiap muslim berlomba-lomba dalam meningkatkan amal ibadahnya. Salah satunya adalah karena setiap amal kebaikan ditingkatkan pahalanya. Hingga seseorang akan dikatakan merugi jika tidak bisa merasakan nikmatnya ibadah, khususnya di Bulan Ramadhan ini.

Di bulan penuh berkah ini juga dianjurkannya kepada setiap muslim untuk memperbanyak sedekah kepada yang berhak untuk diberi tanpa pandang bulu. Salah satunya telah dicontohkan oleh Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI). Koperasi yang saat ini total telah meresmikan bangunan Hibah Rumah Siap Huni (Gratis) yang ke-356 untuk Tunanetra di Cibinong, Bogor pada tanggal 22 Maret 2022 lalu sepertinya tidak pernah lelah menjadi contoh untuk terus berbagi kepada sesama.

Tepat di hari senin, 14 Maret 2022 Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia melaksanakan peletakan batu pertama Hibah Rumah Siap Huni (Gratis) untuk Pak Hamimi. Pak Hamimi (74) adalah seorang pemulung yang tinggal bersama anaknya, Ningsih (34), Suami ningsih dan anaknya ningsih, Rani (13).

Ia beserta keluarga tinggal di rumah yang beralaskan tanah dengan atap genteng-genteng yang sudah berlubang. Atap tersebut ditopang dengan tembok batu-bata yang sudah mau roboh. Rumah yang ia tinggali semakin tidak terkondisikan dengan barang-barang rongsokan yang ia kumpulkan dari hasil mulung. Itu karena tidak ada tempat lain baginya untuk menaruh barang-barang tersebut.

Ningsih (Putri Hamami) adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sejak 13 tahun yang lalu. Gejalanya semakin berat setelah ibunya wafat 4 tahun yang lalu. Halusinasinya membuat ia melarang anaknya untuk lanjut sekolah karena takut diculik. Bahkan ia pun sering berbincang sendiri dan seakan melihat orang yang ingin menculiknya.

Hal itulah yang membuat Ningsih beserta anaknya semakin tertutup. Mereka tidak pernah keluar rumah. Tidak lagi berinteraksi dengan tetangganya. Hingga tetangga pun tidak pernah tau apa yang terjadi dengannya dan anaknya.

Qadarullah! Hijab pun tersingkap. Berawal dari tetangganya yang bernama M Faizal Pratama (22) pulang dari Jogjakarta pada pertengahan Februari 2022 yang lalu. Ia yang ketika kecil pernah diasuh oleh Ningsih ini penasaran dengan keadaannya dan anaknya. Lalu ia memberanikan diri untuk datang ke rumahnya untuk menengoknya. Ketika masuk ke dalam rumah, ia tidak cuma melihat barang rongsokan, Akan tetapi, kotoran menempel di dinding-dinding kamar termasuk bau pesing yang menyeruak ke mana-mana.

Peletakan batu pertama HRSH BMI Untuk Keluarga Ningsih, pengidap

“Ningsih ternyata sudah beberapa bulan terakhir ini, buang air kamarnya. Bahkan tidak cuma menempel di dinding, kotoran dan bekas urine-nya juga menempel di sekujur tubuhnya,” terang pria yang karib disapa Ijal tersebut.

 “Karena tidak ingin melihat Ningsih lebih parah, saya sampaikan keadaannya ke kepala desa dan warga sekitar. Selain itu, saya juga sampaikan ke seseorang Youtuber (temen saya) karena dia bisa mengurusi ODGJ. Dan kebetulan pada saat itu saya belum tau juga kalau di BMI juga mengelola Panti ODGJ.” Tambahnya.

Kabar itu pun sampai ke telinga Presiden Direktur Koperasi BMI, Kamaruddin Batubara. Ketika beliau mendengar ada seseorang ODGJ yang tinggal di rumah yang tidak layak, beliau langsung mendelegasikan Manajer Cabang Mauk untuk menverifikasi rumahnya. Tidak berselang lama, beliau langsung memutuskan untuk membangunkan rumahnya melalui Program Hibah Rumah Siap Huni (Gratis). Dan kebetulan ketika ingin dibangun rumahnya, Ningsih sudah dibawa oleh Youtuber tersebut ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi, Bogor.

“Ketika saya melihat rumahnya Ningsih sudah tidak terkondisikan, selain agar dia sembuh, saya berkeinginan untuk merenovasi rumahnya. Akhirnya saya beserta relawan peduli ningsih mengumpulkan donasi melalui media sosial dan terkumpul dana 3 juta. Rencana dana itu cukup untuk merenovasi lantainya,” tutur Ijal.

 “Tak disangka! ternyata bantuan itu tidak hanya datang dari kami. Kepala desa ikut membantu bahan material. Selain KADES, Encep Motor juga ikut membantu menambah beberapa bahan material. Bahkan Koperasi BMI akan bersedia membangunkan rumah yang layak untuk Ningsih. Itu yang masih tidak kami sangka-sangka,” tambah Ijal yang tak bisa menutupi keheranannya.

“Memiliki rumah yang lebih layak, uminya (Ningsih) sehat dan sembuh lagi,  keluarganya seperti orang-orang pada umumnya, sehat, punya dapur sendiri dan kamar sendiri. Itu doa yang sering dipanjatkan oleh Rani ketika curhat sama saya.”Ujar pemuda lulusan MAN 3 Tangerang ini.

“Rani ini anaknya rajin sholat. Ketika adzan tiba, dia langsung kembali ke rumah untuk langsung melaksanakan sholat. Selain itu, ia juga suka bersedekah. Sering dia bagi-bagi makanan ke temen-temennya. Walaupun kadang dia juga kesusahan.” Ujarnya menceritakan aktivitas positif Rani.

Rencana Allah lebih baik! Rumah Ningsih yang berlokasi di Kp. Buaran Karolina Rt. 015/004 Desa Tegal Kunir Kidul Kec. Mauk ini semula hanya akan direnovasi lantainya. Atas izin Allah, Rumah tersebut akan dibangunkan ulang oleh Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia bergotong royong dengan Kepala Desa Tegal Kunir Kidul, Encep Motor, Relawan Peduli Ningsih dan Masyarakat Kp. Buaran Karolina.

“Selain rumah yang dibangun, Relawan Peduli Ningsih juga berharap Ningsih bisa dibawa ke Yayasan ODGJ BMI untuk disembuhkan,” tandasnya.

Dari kisah ini, kita bisa mendapat banyak hikmah. Beberapa di antaranya :

  1. Tidak meninggalkan ibadah dalam keadaan apapun.
  2. Sedekah di kala lapang dan sempit adalah jalan terbaik agar mendapatkan yang terbaik di sisi Allah.
  3. Untuk menghasilkan hal yang lebih baik, perlu adanya gotong royong.
  4. Ada hadiah besar dari buah kesabaran.
  5. Keputusan Allah lebih baik dari apa yang kita harapkan. Allah berfirman :

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Setiap orang berkeinginan memiliki keluarga normal seperti pada umumnya. Ketika ada yang belum sesuai keinginan, Allah sedang mengujinya dan mempersiapkan kejutan ketentuan yang lebih baik dari keinginannya. Semoga rumahnya bisa ditempati dengan nyaman dan Bu Ningsih segera sembuh dari penyakitnya. Aamiin

Wallahu a’lam bish-showaab

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.