Sarasehan Gerakan Koperasi di Kota Medan, Kambara Ajak Koperasi Hadapi Era Digital dengan Kolaborasi dan Inovasi

Nasional

Medan, Klikbmi.com: Dalam rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78, Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi BMI Group sekaligus produser film The Sun Gazer, menjadi pembicara dalam Sarasehan Gerakan Koperasi Kota Medan yang digelar di D’Palazz Café bersama Irsyad Muchtar Pemimpin Redaksi Peluang Media Group, Kamis malam (21/8).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Mengusung tema “Tantangan Masa Kini Koperasi Kota Medan,” Kambara hadir tidak hanya sebagai narasumber, namun juga sebagai inspirator perubahan. Dalam paparannya, ia mengajak seluruh pelaku koperasi di Medan untuk berani menghadapi era digital dan menjadikannya sebagai peluang untuk transformasi.

“Koperasi harus hadir di tengah masyarakat, menjawab kebutuhan nyata. Digitalisasi bukan ancaman, tapi alat untuk mempercepat pelayanan dan memperluas dampak. Kita harus kreatif dan relevan,” tegas Kambara di hadapan puluhan peserta sarasehan.

Kambara: Kita tidak akan bisa membantu orang miskin jika kita sendiri miskin, maka koperasi harus profit agar makin banyak yang bisa dibantu.

Kambara juga menekankan pentingnya orientasi bisnis dalam pengelolaan koperasi tanpa melupakan nilai sosial. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Koperasi BMI telah membangun 542 rumah gratis untuk lansia dan dhuafa, sebuah bentuk keberhasilan koperasi yang mampu menghasilkan keuntungan dan sekaligus berbagi manfaat kepada masyarakat.

“Kita tidak akan bisa membantu orang miskin jika kita sendiri miskin. Maka koperasi harus profit. Bisnis koperasi harus berjalan seimbang, pengurus dan pengawas digaji, ada karyawan, tapi secara syariah tidak boleh membebani modal. Semua harus berasal dari keuntungan usaha,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kambara menekankan pentingnya partisipasi anggota dan tanggung jawab pengurus dalam kemajuan koperasi. Menurutnya, koperasi hanya bisa naik kelas jika dikelola secara profesional, berbasis kebutuhan anggota, dan didukung teknologi.

Foto bersama

“Yang paling peduli koperasi itu maju atau tidak adalah anggota dan pengurus. Kalau bisnis koperasi dijalankan dengan benar, ini bisa sukses besar. Sekali koperasi, harus tetap koperasi,” pungkasnya.

Sarasehan ini menjadi ajang diskusi strategis bagi koperasi se-Kota Medan, dan kehadiran tokoh nasional seperti Kambara diapresiasi oleh banyak pihak sebagai energi baru dalam menggerakkan koperasi di tengah tantangan zaman. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *