Sawah Wakaf Produktif Koperasi BMI: Panen Meningkat 136%, Dhuafa Tersenyum

Info ZISWAF

Tangerang, Klikbmi.com: Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) menggelar Rapat Evaluasi Petani Penggarap Sawah Wakaf di Komunitas Estate Padi Benteng Caringin Jaya, Desa Caringin, Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (17/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan produktif sawah wakaf oleh Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) IPB University.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Sarwo Edhi dari Tim Ziswaf BMI, yang mengingatkan pentingnya silaturahmi dengan menyampaikan sebuah hadist. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Syahroni, salah satu petani penggarap sawah wakaf BMI.
Direktur Bisnis dan Pemberdayaan Kopsyah BMI, Casmita, dalam sambutannya menyampaikan capaian positif hasil panen sawah wakaf yang mencapai 90% dari target. Ia menegaskan bahwa lahan pertanian yang dikelola merupakan tanah wakaf, dan hasilnya tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Hasil sawah wakaf ini diperuntukkan sepenuhnya untuk umat. Kami distribusikan 40% untuk pengembangan wakaf, 40% untuk kaum dhuafa, dan 20% untuk nadzir. Wakaf adalah milik Allah, dan harta wakaf tidak boleh dimakan pribadi. Harus ada keadilan dalam pembagiannya,” tegas Casmita.
Ia juga mengutip nilai yang terkandung dalam Surat Al-Muthaffifin terkait larangan berlaku curang dalam menimbang dan berbagi hasil. “Kecurangan dalam bagi hasil adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah wakaf,” tambahnya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Foto bersama seluruh peserta kegiatan


Laporan teknis pengelolaan sawah disampaikan oleh Suproni Manajer Pemberdayaan. Ia menyebutkan bahwa hasil panen pada masa tanam pertama tahun 2025 tercapai 90% dengan hasil panen 39,8 ton dari target 43 ton, atau naik 136% dibanding panen sebelumnya yang hanya mencapai 29,2 ton. Kenaikan ini menjadi rekor tertinggi setelah 6 kali masa panen sejak panen perdana Tahun 2022 yang hanya mencapai 10,5 ton. Dari hasil panen tersebut, kontribusi untuk penguatan wakaf mencapai Rp 31.448.000, yang merupakan 40% dari total hasil sawah wakaf produktif.
Evaluasi dan rencana kerja pengelolaan sawah untuk masa tanam kedua juga turut disampaikan agar pengelolaan ke depan semakin tertata dan produktif.
Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, dalam pesan terpisah menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani penggarap yang telah bekerja keras dan penuh dedikasi.
“Sawah wakaf adalah bentuk amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir. Kami ingin program ini tidak hanya menguatkan ketahanan pangan, tapi juga menjadi kekuatan ekonomi umat,” ujar Kambara, sapaan akrabnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Banten Bidang Pembenihan, Dadang Sutisna, yang memberikan edukasi tentang pentingnya penggunaan benih unggul.
“Jika ingin hasil panen baik, maka harus dimulai dari benih terbaik,” ungkapnya.
Selain itu, perwakilan dari PT. Bayer, Ulfan, juga memberikan edukasi kepada petani mengenai cara penggunaan pupuk dan pestisida yang bijak.
“Tanaman padi seperti manusia, harus dirawat dengan seimbang. Pupuk itu seperti vitamin, penggunaannya harus cukup, tidak berlebihan, dan diberikan pada waktu yang tepat,” jelas Ulfan.
Menjelang akhir acara, diumumkan lima petani terbaik pada masa tanam pertama 2025 berdasarkan capaian hasil panen terhadap target, yaitu:

  1. H. Ghafur (164%)
  2. Sumali (120%)
  3. Neran (119%)
  4. Mading (115%)
  5. Yakub (110%)
Foto bersama petani penggarap sawah wakaf produktif Koperasi Syariah BMI dengan kinerja terbaik

Kegiatan juga disertai dengan pelaksanaan simbolis akad setoran hasil panen dari para petani kepada Kopsyah BMI selaku nadzir, serta penyerahan hasil wakaf kepada lima orang dhuafa dari masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan ini, Kopsyah BMI menegaskan komitmennya dalam membangun sistem wakaf produktif yang berkeadilan, berkelanjutan, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya kaum dhuafa. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *