Tangerang-Klikbmi.com: Air mata mengalir di pipi Ropiah 57 tahun, saat ia melangkah pelan memasuki rumah barunya yang berdiri di sudut Kampung Utan Jati RT 03/03, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Airmatanya mengalir bukan karena duka, melainkan kelegaan setelah puluhan tahun tinggal di rumah reot yang nyaris tak layak huni.

Bangunan baru tersebut menggantikan gubuk tua yang selama ini ia tinggali bersama keluarganya. Rumah lama itu nyaris roboh: tidak memiliki kamar mandi, atapnya bocor, dan lantainya kerap digenangi air hujan. “Kalau hujan datang, kami terpaksa pindah-pindah tempat tidur supaya tidak basah,” ujar Ropiah.
Kini, gubuk reot itu telah menjelma menjadi rumah permanen dengan berdinding hebel, bercat hijau dan atap utuh berangka baja merupakan hibah rumah siap huni (HRSH) ke 536 dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) Rumah itu menjadi simbol perubahan bagi perempuan lansia yang hidup dari uluran bantuan putra-putrinya. Ia tidak hanya mendapat tempat berteduh, tetapi juga secercah harapan untuk menjalani sisa hidup dengan lebih tenang dan bermartabat. Pada Selasa, 15 Juli 2025 dilakukan penyerahan HRSH untuk Ibu Ropiah.

Sejumlah pihak hadir dalam seremoni sederhana namun sarat makna itu. Hadir mewakili Gubernur Banten, Asisten Daerah Bidang pembangunan dan perekonomian daerah Provinsi Banten Muhammad Yusuf, Staf Ahli Bupati Tangerang Bidang Ekonomi dan Pembangunan M. Solahuddin Kabid Koperasi Dinkop UKM Provinsi Banten Gustiawan dan Camat Sepatan Timur Miftah Shuritho.
Direktur keuangan Kopsyah BMI Makhrus yang mewakili Presiden Direktur Koperasi BMI Grup Kamaruddin Batubara yang tengah memenuhi undangan Kementerian Koperasi menerangkan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) adalah satu dari sekian program sosial Kopsyah BMI, BMI juga menyediakan layanan ambulans gratis dengan 11 armada, lengkap dengan driver, bahan bakar, dan e-toll yang ditanggung koperasi BMI. Kemudian Sanitasi dhuafa, Sanitasi Masjid Mushola dan Pesantren( Sanimesra), Sanitasi makam (Sanikam), Gerakan Seribu Sajadah dan Al Quran (Geser Dahan), khitanan massal dan santunan anak yatim.

Makhrus menjelaskan HRSH ke-536 untuk Ibu Ropiah bisa terbangun dari gotong royong berbagai pihak, di hadapan para hadirin, Makhrus juga merinci asal dana Pembangunan untuk HRSH Ibu Ropiah yang menelan biaya Rp60 juta tersebut. Diantaranya PT Pantai Indah Kapuk 2 (Rp30 juta), Kopsyah BMI (Rp28 juta), Camat Sepatan Timur Miftah Surhitho (Rp1 juta) dan Hj Frengky (Rp1 juta). “Jadi bapak ibu, rumah ini dibangun dari gotong royong kita semua, saya ucapkan terima kasih kepada para donator dan anggota Kopsyah BMI,” UJAR Makhrus seraya menambahkan rumah ini merupakan rumah hibah yang ke 264 di kabupaten Tangerang dan rumah ke-235 yang diserahkan Kopsyah BMI untuk non anggota.

“Kami ucapkan selamat berbahagia ibu ropiah atas rumah barunya, kami berharap rumah ini dijaga oleh Keluarga Ibu Ropiah. Dan kami di BMI hanyalah Wasilah, karena yang membangunan rumah ini juga berasal dari infak Rp1.000 yang dikumpulkan dari anggota baik dari ujung barat Banten hingga ke Indramayu, semoga baiti jannati, isi rumah ini dengan ibadah rasa sykur ibu Ropiah kepada Allah SWT,” Tandas Makhrus yang hadir bersama Manajer ZISWAF dan Manajer Cabang Sepatan Hadi Sunandi.
Sementara ASDA II Provinsi Banten mengatakan pembangunan rumah ini membantu pemerintah daerah mengurangi rumah kumuh di Provinsi Banten.

Yusuf menyebut penyerahan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) sebagai bentuk nyata komitmen Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kecil.
“Ini menjadi contoh sinergi yang baik antara lembaga keuangan syariah berbagai pihak dalam menjalankan program sosial,” tandasnya.
Camat Sepatan Timur, Miftah Shuritho, berharap program serupa bisa terus berlanjut dan memberi dampak positif bagi masyarakat.(Togar/Humas)
