Tangerang, Klikbmi.com: Koperasi BMI Group menerima kunjungan studi tiru dan sharing session dari BMT NU Ngasem, Jawa Timur, yang berlangsung selama tiga hari, sejak 7 hingga 9 Juli 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus dan pengelola BMT NU Ngasem.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Rombongan peserta yang berjumlah tujuh orang disambut hangat oleh Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, yang akrab disapa Kambara. Turut mendampingi dalam penyambutan, Direktur Keuangan Kopsyah BMI Makhrus dan Direktur Bisnis dan Pemberdayaan Casmita.

Dalam kesempatan jamuan tersebut, Kambara menyampaikan materi mendalam terkait pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf), strategi Humas koperasi, serta sistem pelaporan keuangan. Ia menekankan bahwa dalam pengelolaan Ziswaf diperlukan target yang jelas dan strategi penghimpunan yang efektif, seraya mengutip QS. At-Taubah ayat 103 sebagai landasan spiritual. “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
Ia juga menjelaskan bahwa wakaf terdiri dari dua bentuk, yaitu wakaf melalui uang dan wakaf uang. Dalam konteks sosial dan pemberdayaan, Kambara membagikan prinsip-prinsip penting seperti Ghirah Syariah (semangat bermuamalah), Dakwah Muamalah, kebijakan kepengurusan, serta pentingnya membentuk tim sosial dan pemberdayaan di tubuh koperasi.

“Dakwah muamalah mengajarkan bahwa rezeki sudah diatur Allah. Yang perlu kita cari adalah rezeki yang berkah, bukan hanya yang banyak,” tutur Kambara.
Dalam bidang kehumasan, Kambara mendorong agar koperasi membangun syiar dan citra positif secara mandiri. “Niatnya harus sama: syiar. Buat acara sendiri, tulis beritanya sendiri, sebar sendiri. Branding ketua dan lembaganya sangat penting karena keberhasilan koperasi ditentukan oleh kepemimpinannya,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan pandangan tegas terhadap sistem tanggung renteng yang dianggap tidak adil bagi anggota yang tertib. “Koperasi BMI tidak menganut konsep tanggung renteng. Kami mengedukasi setiap anggota untuk bertanggung jawab kepada diri sendiri,” tegas Kambara.
Selain mengikuti sesi materi utama, para peserta juga mengikuti sejumlah kegiatan lapangan sebagai bentuk pembelajaran langsung, antara lain Mengikuti Pertemuan Umum dan sosialisasi koperasi kepada pemerintah desa, Menyaksikan langsung penyerahan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH), Memahami proses rembug pusat di lapangan, Dan berkunjung ke kawasan wisata koperasi Bukit Manik Indonesia.
Presiden Direktur BMT NU Ngasem Moh Wahyudi menyampaikan apresiasi mendalam atas kesempatan belajar dari Koperasi BMI. “Kami mendapatkan banyak inspirasi, mulai dari pengelolaan koperasi yang modern hingga strategi Ziswaf. Yang paling membekas adalah bagaimana BMI telah berhasil menyerahkan hampir 600 rumah gratis dan membeli tanah wakaf hingga 22 hektar dari target 100 hektar,” ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan wisata Bukit Manik Indonesia yang dikembangkan oleh koperasi juga memberikan pelajaran tentang bagaimana koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Menutup kunjungan, peserta turut diajak untuk menyaksikan dan mendukung film produksi Koperasi BMI Group berjudul The Sun Gazer: Cinta dari Langit, yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 21 Agustus 2025. “Film ini adalah bentuk lain dari syiar koperasi melalui media kreatif, dan wajib ditonton oleh para anggota serta penggerak koperasi di seluruh Indonesia.” Ujarnya. (Nur/Humas)
