Indramayu, Klikbmi.com: Membangun kembali kepercayaan yang pernah hancur bukanlah perkara mudah. Bagi Ade Irma, Kepala PAUD Al-Hikmah sekaligus anggota umum di Rembug Pusat PAUD Al-Hikmah, Desa Mundu, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mempercayakan dana tabungan sekolah kepada lembaga keuangan pernah menjadi pengalaman yang menyisakan trauma mendalam. Namun, dari pengalaman pahit itulah, ia akhirnya menemukan rasa aman dan kenyamanan baru dalam mengelola keuangan sekolah bersama Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) Cabang Karangampel.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menelan Pil Pahit Masa Lalu
Pengalaman tersebut bermula ketika Ade Irma mempercayakan dana tabungan sekolah kepada sebuah lembaga keuangan yang kemudian mengalami kredit macet. Akibatnya, dana sebesar Rp46 juta yang dikelolanya tidak dapat kembali.
Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas dana tersebut, Ade Irma menghadapi tekanan moral dan finansial yang sangat berat. Dalam waktu singkat, ia harus mencari berbagai cara untuk menutupi kerugian demi menjaga amanah para orang tua murid.
Ia terpaksa meminjam aset milik adiknya untuk digadaikan, mengajukan pinjaman ke bank, hingga menjual hasil panen yang seharusnya menjadi modal usaha. Berbagai upaya itu dilakukan agar dana para orang tua murid dapat dikembalikan. Bahkan, pinjaman yang diperolehnya pun belum sepenuhnya mampu menutupi seluruh kerugian yang dialami.

Tantangan Mengelola Tabungan Sekolah
Di tengah pengalaman pahit tersebut, Ade Irma tetap menjalankan tanggung jawabnya mengelola PAUD Al-Hikmah. Lembaga pendidikan yang berdiri di atas tanah hibah dan dibangun oleh pemerintah desa pada 2010 itu saat ini memiliki dua ruang kelas, yakni kelas A dan B, dengan jumlah peserta didik sekitar 30 anak.
Meski berukuran sederhana, PAUD Al-Hikmah memiliki ikatan komunitas yang kuat. Setiap pagi, sekolah menjadi tempat berkumpulnya para orang tua yang mengantar anak-anak mereka. Kebersamaan itu melahirkan berbagai kegiatan positif, termasuk budaya menabung dan arisan yang tumbuh secara swadaya di lingkungan sekolah.
Antusiasme menabung para orang tua cukup tinggi. Meski nominal setoran harian tidak besar, akumulasi dana yang terkumpul dalam satu periode mencapai puluhan juta rupiah. Berbeda dengan kebanyakan sekolah yang membagikan tabungan setahun sekali, PAUD Al-Hikmah memiliki kesepakatan untuk mencairkan tabungan setiap semester guna mendukung berbagai kebutuhan pendidikan dan kegiatan sekolah.
Artinya, setiap semester Ade Irma harus menyiapkan dana pencairan yang nilainya bisa mencapai lebih dari Rp30 juta.
Pasca pengalaman traumatis yang pernah dialaminya, Ade Irma memilih menyimpan dana tersebut di Bank BJB. Namun, pilihan itu menghadirkan tantangan baru. Ia harus bolak-balik ke bank hampir setiap hari untuk menyetorkan maupun mengambil uang dalam jumlah yang tidak terlalu besar.
Jarak tempuh, biaya transportasi, waktu yang tersita, hingga potongan administrasi yang mengurangi saldo menjadi kendala operasional yang cukup melelahkan.
Titik Balik dari Sebuah Kepercayaan
Di tengah kebimbangan tersebut, Ade Irma mendapatkan rekomendasi dari Bayu Sanjaya, seorang kolega yang juga merupakan pemilik bangunan yang disewakan sebagai kantor Kopsyah BMI Cabang Karangampel.
Kedekatan keduanya terjalin melalui berbagai aktivitas kemasyarakatan dan pendidikan di desa. Melihat kesulitan yang dialami Ade Irma, Bayu menawarkan solusi melalui produk Tabungan Cendekia Syariah Kopsyah BMI.
Tentu saja, pengalaman masa lalu membuat Ade Irma tidak mudah percaya. Ia membutuhkan keyakinan lebih sebelum kembali menitipkan dana sekolah kepada sebuah lembaga keuangan.
Bayu tidak hanya memberikan rekomendasi, tetapi juga menunjukkan komitmennya sebagai pengguna layanan Kopsyah BMI. Ia turut menyimpan dana dalam produk simpanan berjangka dan memberikan keyakinan penuh atas keamanan dana yang dikelola koperasi.
Kepercayaan itu semakin menguat ketika Manajer Cabang Karangampel saat itu, Afan Catur Purnomo, turut melakukan pendekatan dan memberikan penjelasan secara langsung mengenai sistem serta mekanisme pengelolaan dana di Kopsyah BMI.

Kepincut pada Kemudahan dan Pelayanan
Keberanian untuk kembali percaya akhirnya membawa perubahan besar. Berbagai kendala yang selama ini dirasakan saat menyimpan dana di bank perlahan teratasi.
Melalui Kopsyah BMI, Ade Irma merasakan kemudahan transaksi tanpa harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan, pelayanan yang lebih personal dan ramah, serta sistem bagi hasil yang dinilai lebih adil dan menguntungkan.
Awalnya, ia hanya mencoba menempatkan dana selama kurang lebih tiga bulan karena bertepatan dengan jadwal pembagian tabungan. Namun, pengalaman positif yang dirasakannya membuat kepercayaan itu tumbuh semakin kuat.
Kini, setelah lebih dari satu tahun menjadi anggota Kopsyah BMI dengan usia keanggotaan mencapai satu tahun enam bulan, Ade Irma mempercayakan pengelolaan tabungan sekolah sepenuhnya kepada Kopsyah BMI Cabang Karangampel yang saat ini dipimpin oleh Manajer Cabang Irpan Fahmi.
“Semoga BMI ini aman. Saya pribadi mengelola tabungan sekolah ini selalu merasa khawatir. Menabung di sini sangat meringankan saya, mulai dari jarak tempuh, tanpa potongan biaya, dan yang terpenting pelayanannya ramah,” tutur Ade Irma dalam obrolan hangat pada suatu sore.
Dedikasi yang Tak Pernah Padam
Kisah Ade Irma juga mencerminkan ketangguhan seorang pendidik yang mengabdikan hidupnya untuk dunia pendidikan anak usia dini. Sejak PAUD Al-Hikmah berdiri pada 2010, ia terus membersamai perjalanan lembaga tersebut.
Kariernya dimulai sebagai tenaga pendidik sebelum dipercaya menjabat Kepala Sekolah pada 2015. Demi memenuhi standar kompetensi dan meningkatkan kualitas pendidikan, ia bahkan melanjutkan pendidikan formalnya di tengah kesibukan mengajar.
Berbagai persoalan finansial yang pernah membebaninya tidak pernah memadamkan semangat pengabdiannya. Sebaliknya, pengalaman tersebut justru membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih berhati-hati dalam mengelola amanah.
Kini, dengan rasa aman yang dirasakan melalui layanan Kopsyah BMI, beban yang selama ini menghantui pikirannya berangsur ringan. Harapannya sederhana, agar Kopsyah BMI terus tumbuh, tetap amanah, dan senantiasa hadir mendampingi masyarakat, termasuk para pejuang pendidikan yang setiap hari bekerja dalam senyap demi masa depan generasi bangsa.
Penulis: Bayu Rangga Saputra
Editor: Nur
