Kambara Ajak Koperasi Perempuan Perkuat Kepercayaan dan Pemberdayaan Holistik

Nasional

Jakarta, Klikbmi.com: Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, menegaskan bahwa penguatan koperasi harus dimulai dari pembangunan kepercayaan anggota, pendidikan perkoperasian yang kokoh, serta pemberdayaan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Webinar Nasional bertema “Koperasi Berdaya, Perempuan Indonesia Berjaya” yang diselenggarakan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Senin (13/7), dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Webinar yang digelar secara hibrida itu menjadi pembuka Gerakan Nasional Koperasi Perempuan Menuju 100 Tahun KOWANI (2026–2028), sebuah inisiatif bersama Kementerian Koperasi Republik Indonesia dan KOWANI untuk memperkuat koperasi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Acara dibuka oleh Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, menghadirkan sambutan Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, dan dipandu oleh Mathilda AMW Birowo. Selain Kamaruddin Batubara, hadir pula Wawan Adriyanto dan Renny Anggraeni sebagai narasumber.

Webinar Nasional bertema “Koperasi Berdaya, Perempuan Indonesia Berjaya” oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI)

Dalam paparannya, pria yang akrab disapa Kambara itu memaparkan perjalanan Koperasi Syariah BMI yang dirintis pada 2003 dengan modal awal Rp260 juta dan tiga orang karyawan. Berkat konsistensi dalam menjaga amanah dan berorientasi pada kebutuhan anggota, koperasi tersebut berkembang menjadi salah satu gerakan koperasi besar di Indonesia dengan berbagai unit usaha dan program pemberdayaan.

Menurut Kambara, koperasi harus memastikan akses pembiayaan benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga. Ia juga mengingatkan tantangan baru yang dihadapi gerakan koperasi, seperti maraknya judi online, pinjaman online, dan budaya konsumtif yang berpotensi mengalihkan dana masyarakat dari kegiatan usaha produktif.

Kambara menyampaikan materi “Kisah Sukses Koperasi BMI” pada webinar yang diselenggarakan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Senin 13 Juli 2026

Lebih lanjut, Kambara menjelaskan bahwa keberhasilan Koperasi BMI ditopang oleh model pemberdayaan holistik melalui integrasi instrumen sosial dan bisnis. Beragam program sosial, mulai dari pembangunan rumah layak huni, sanitasi bagi dhuafa, layanan ambulans gratis, hingga penguatan usaha anggota, menjadi bukti bahwa koperasi dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepada peserta webinar, Kambara mendorong KOWANI untuk membangun koperasi yang berangkat dari kebutuhan anggota, menjadikan perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga, serta memperkuat kolaborasi yang saling menguntungkan. Ia meyakini bahwa arah pembangunan ekonomi Indonesia ke depan harus semakin menjauh dari individualisme dan semakin mendekat pada semangat kesejahteraan bersama sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa. “Pembangunan ekonomi Indonesia harus bertumpu pada semangat tolong-menolong dan kemanfaatan bersama. Di situlah koperasi memiliki peran strategis untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan,” ujar Kambara menutup paparannya. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *