HRSH ke-572 dan 573 Kopsyah BMI Hadirkan Harapan Baru bagi Dua Warga Lebak

BMI Corner

Klikbmi.com Lebak-Suara Fatimah terdengar lirih. Serak karena menahan haru. Di depan rumah barunya, perempuan 61 tahun itu berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada tamu yang memenuhi halaman rumahnya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Hatur nuhun Kopsyah… saribu nuhun…” ucapnya perlahan.

Di sampingnya, sang suami, Rojak, memeluk erat bahu istrinya. Tak banyak kata yang keluar dari bibir lelaki itu. Tatapannya saja sudah cukup menceritakan betapa panjang perjuangan hidup yang mereka lalui.

Sebulan lalu, rumah pasangan asal Kampung Ciminyak RT 004 RW 001, Desa Ciminyak, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak itu hanyalah bangunan sederhana yang berdiri dengan tiang bambu, dinding triplek dan bilik bambu yang mulai rapuh dimakan usia. Ketika hujan turun, mereka hanya bisa berharap air tidak terlalu banyak merembes masuk.

Kini semuanya berubah.

Di tempat yang sama berdiri rumah permanen berdinding beton, beratap kokoh, berlantai keramik, lengkap dengan sebuah prasasti bertuliskan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) Unit ke-573.

Bagi Fatimah dan Rojak, rumah itu bukan sekadar bangunan. Ia adalah jawaban atas doa yang bertahun-tahun mereka panjatkan dalam diam.

Rojak dan Fatimah berfoto di depan rumahnya sebelum dibangun ulang Kopsyah BMI menjadi rumah siap huni (foto kiri) Rojak dan Fatimah memegang kunci HRSH simbolis saat acarapenyerahan bersama tamu undangan.


Selasa, 7 Juli 2026, menjadi hari istimewa bagi dua keluarga di Kabupaten Lebak. Pada hari itu, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) menyerahkan dua unit Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) sekaligus.

Selain Fatimah yang menerima HRSH Unit ke-573, Kopsyah BMI juga menyerahkan HRSH Unit ke-572 kepada Suarsih (59), warga Kampung Ciladaeun RT 002 RW 001, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong.

Keduanya sama-sama bukan anggota Kopsyah BMI.

Direktur SDM Kopsyah BMI Agus Suherman, yang hadir mewakili Presiden Direktur Koperasi BMI Group Kamaruddin Batubara, mengatakan bahwa dua rumah tersebut merupakan buah dari gotong royong ribuan anggota Kopsyah BMI.

Senyum Fatimah (jilbab biru) dan Suarsih (jilbab pink) mengembang usai pemotongan pita penyerahan HRSH ke 572 dan 573, Selasa (7/7/2026).

Menurut Agus, setiap pekan anggota BMI menyisihkan Rp3.000 melalui Gerakan Sedekah Seminggu Tiga Ribu (Gassiteru), terdiri atas Rp1.000 untuk infak dan Rp2.000 untuk wakaf.

“Dari uang yang tampaknya kecil itulah lahir rumah-rumah seperti ini,” ujarnya.

Rumah Fatimah dibangun dengan anggaran sekitar Rp65 juta, sedangkan rumah Suarsih (tinggal seorang diri)sekitar Rp36 juta karena ukuran bangunannya lebih kecil.

“Tetapi sekecil apa pun ukurannya, yang kami bangun bukan sekadar rumah. Kami ingin membangun rasa aman, kenyamanan, dan martabat bagi penghuninya,” kata Agus.

Di tengah sambutannya, Agus membagikan petuah yang dahulu ia peroleh dari guru mengajinya.

Menurutnya, ada tiga kebahagiaan terbesar dalam kehidupan seseorang.

Pertama, ketika menikah.

Kedua, ketika dikaruniai anak.

Dan ketiga, ketika memiliki rumah sendiri.

“Karena itu hari ini saya yakin Bu Fatimah dan Bu Suarsih sedang merasakan kebahagiaan yang ketiga,” ujarnya.

Agus lalu menoleh ke arah Fatimah.

“Bu Fatimah… senang nggak dapat rumah?”

“Senang dong, Pak…” jawab Fatimah sambil tersenyum malu.

Tanpa menunggu lama Agus kembali melempar candaan.

“Kalau nggak senang, BMI punya 11 ambulans. Nanti kami jemput…”

Seketika halaman rumah dipenuhi gelak tawa.

Suarsih, penerima HRSH Kopsyah BMI ke 572 berfoto di depan rumahnya yang baru (foto kanan) Suarsih berfoto di depan rumahnya yang lama sebelum dibongkar dan dibangun ulang menjadi HRSH Kopsyah BMI (foto kiri).

Di balik candaan itu, Agus sebenarnya sedang mengenalkan salah satu program sosial terbesar Kopsyah BMI selain HRSH.

Ia menjelaskan, melalui dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), Kopsyah BMI mengoperasikan 11 armada ambulans gratis yang melayani anggota maupun masyarakat kurang mampu di wilayah layanan BMI, mulai dari Kota Cilegon hingga Kabupaten Cirebon.

Seluruh biaya operasional,mulai dari sopir, bahan bakar, hingga tarif tol,ditanggung penuh oleh Kopsyah BMI.

“Ibu-ibu tidak usah takut soal biaya. Semua gratis. Sopir tidak boleh menerima uang sepeser pun karena semuanya sudah ditanggung BMI,” jelas Agus.

Manajer ZISWAF Kopsyah BMI, Andi, yang menjadi pembawa acara, menambahkan bahwa layanan ambulans BMI setiap tahun melayani lebih dari 1.500 perjalanan mengantar dan menjemput pasien dari rumah menuju rumah sakit.

Agus kemudian mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari keluarga besar Kopsyah BMI.

Menurutnya, menjadi anggota koperasi bukan semata-mata untuk memperoleh pembiayaan.

Lebih dari itu, anggota ikut membangun gerakan gotong royong yang manfaatnya kembali kepada masyarakat.

“Menabung tidak harus besar. Seribu rupiah pun bisa. Yang penting adalah membangun kebiasaan berbagi dan saling menguatkan,” ujarnya.

Foto penerima HRSH Kopsyah BMI ke 572 dan 573 di dalam rumah.

Kepala Desa Ciminyak Hendra Aditya mengaku bangga dengan kehadiran Kopsyah BMI di wilayahnya.

“Terima kasih kepada Kopsyah BMI. BMI bukan hanya koperasi simpan pinjam, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, bahkan mereka yang bukan anggota. Terima kasih juga kepada Bu Yessi dan Pak RT yang telah mengusulkan keluarga Fatimah sehingga bantuan ini bisa terwujud. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak warga kami yang menjadi anggota BMI,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa.

Menurutnya, koperasi sejati bukan hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial.

“Lewat koperasi, masyarakat bukan hanya naik ekonominya, tetapi juga naik kepeduliannya. Ketika semangat gotong royong hidup, manfaatnya akan dirasakan bukan hanya oleh anggota, tetapi juga oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *