Bogor, Klikbmi.com – Cahaya matahari masuk melalui lubang plafon rumah sederhana milik Saripudin. Di atas kasur tipis yang terbentang di ruang tamu, petani berusia 81 tahun itu hanya mampu memandang tamu-tamu yang datang menemuinya. Tubuhnya telah melemah sejak empat bulan terakhir setelah divonis menderita pembengkakan jantung disertai komplikasi penyakit lainnya.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Di samping tempat tidurnya, sebuah kursi roda baru berwarna hitam-merah berdiri rapi. Bagi sebagian orang, kursi roda hanyalah alat bantu. Namun bagi Saripudin dan keluarganya, kursi roda itu menjadi harapan baru agar ia dapat kembali merasakan hangatnya sinar matahari di halaman rumah tanpa harus selalu digendong oleh anak-anaknya.
Rabu (8/7/2026), Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) menyerahkan bantuan satu unit kursi roda kepada Saripudin, warga Kampung Cijulang RT 004 RW 004, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Manajer Cabang Megamendung Rudiyana Pangestu menjelaskan, Saripudin merupakan ayah dari Lina, Ketua Rembug Pusat Papua Nugini yang menjadi anggota Kopsyah BMI Cabang Megamendung sejak kantor cabang tersebut beroperasi pada 2022.
“Sudah sekitar empat bulan Bu Lina merawat ayahnya yang mengalami pembengkakan jantung disertai komplikasi. Sebelum sakit, Pak Saripudin sehari-hari bekerja sebagai petani,” ujar Rudiyana.
Bantuan kursi roda tersebut diserahkan di kediaman Saripudin dan disaksikan Ketua RT Sandi, Ketua RW Hudri, serta Manajer Regional V Kopsyah BMI Asep Hendra.
Dengan mata berkaca-kaca, Lina menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan Kopsyah BMI kepada sang Ayah.
“Alhamdulillah, terima kasih Kopsyah BMI. Semoga BMI semakin sukses dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucap Lina.
Terpisah, Direktur Utama Kopsyah BMI, Kamaruddin Batubara, mengatakan bahwa bantuan kursi roda merupakan bagian dari ikhtiar koperasi untuk menghadirkan manfaat yang nyata bagi anggota dan keluarganya. Menurutnya, koperasi tidak boleh berhenti pada aktivitas simpan pinjam dan pembiayaan, tetapi juga harus hadir ketika anggotanya sedang menghadapi ujian kehidupan.
“Kami ingin memastikan bahwa Kopsyah BMI hadir bukan hanya ketika anggota membutuhkan modal usaha, tetapi juga ketika mereka membutuhkan uluran tangan. Ketika orang tua anggota sedang sakit, kami memandangnya sebagai bagian dari keluarga besar yang juga patut mendapat perhatian,” ujar Kamaruddin.
Pria yang akrab disapa Kambara itu menambahkan, bantuan kursi roda yang disalurkan merupakan buah dari semangat gotong royong ribuan anggota Kopsyah BMI lewat gerakan sedekah seminggu tiga ribu atau Gassiteru (Rp1.000 untuk infak Rp2.000 untuk wakaf). Baginya, setiap infak yang disisihkan anggota bukan sekadar angka, melainkan wujud kasih sayang yang pada akhirnya kembali kepada sesama yang sedang membutuhkan.
“Pak Saripudin mungkin tidak lagi mampu bekerja di sawah seperti dahulu. Namun beliau tetap memiliki hak untuk menjalani hari tua dengan lebih nyaman dan bermartabat. Kami berharap kursi roda ini dapat memudahkan mobilitas beliau serta meringankan beban keluarga yang selama ini dengan penuh kesabaran merawatnya,” katanya.
Di akhir keterangannya, Kamaruddin mengajak seluruh anggota untuk terus menghidupkan budaya berbagi melalui Gassiteru. “Kekuatan koperasi tidak hanya diukur dari besarnya aset, tetapi juga dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat. Selama semangat gotong royong terus hidup di hati anggota, insya Allah Kopsyah BMI akan terus mampu menghadirkan pertolongan bagi mereka yang sedang diuji oleh sakit, usia, maupun kesulitan hidup,” pungkasnya.
